Sudah Lima Bulan Suamiku tak pulang!


sergapntt.com – Siapa sih yang tidak kesal bila memiliki suami yang tak bertanggung jawab dan tidak dewasa. Itulah yang aku alami sekarang. Bahar —nama samaran—, suamiku, sudah lima bulan ini tidak pernah pulang ke rumah. Praktis untuk menghidupi anak-anak aku harus berjuang sendiri. Beruntung, aku memiliki warung kecil-kecilan di halaman rumah, sehingga bisa menghidupi kedua anakku yang masih kecil-kecil.
Oh ya pembaca. Awal cerita ini adalah sewaktu aku menikah dengan Bahar sekitar tujuh tahun lalu dan dikaruniai dua anak. Yang sulung berusia lima tahun, sedangkan si bungsu dua setengah tahun. Suamiku bekerja di salah satu perusahaan swasta sebagai sales di kota ini. Dulu, dia termasuk lelaki yang penuh perhatian dan sangat dewasa. Setiap pulang kantor, dia sering membawakan makanan untuk aku dan anak-anak, ya…seperti ayam goreng, terang bulan atau martabak. Tapi setahun belakangan, sikapnya berubah. Kalau ditanya, dia langsung marah-marah. Aku sedih, bahkan aku terkadang menangis, disaksikan kedua anakku.
Tiga bulan lalu, aku mendengar kabar kalau suamiku telah menikah lagi di sebuah kampung di wilayah utara provinsi ini. Aku tidak tahu, wanita macam apa yang terpikat dengan suamiku. Padahal, dari rupanya saja, tidak begitu meyakinkan. Jujur, dulu aku suka padanya bukan karena tampangnya, tetapi dia begitu baik kepadaku. Hingga kini, aku belum mengetahui secara pasti apakah benar suamiku itu telah mempunyai isteri baru atau tidak. Beberapa kali aku mendatangi kantornya, tapi selalu saja suamiku tak ada. Kata teman-temannya, suamiku kini sering ke luar daerah mengantar barang. Apakah ini hanya akal-akalan suamiku dengan teman-temannya? Aku tidak tahu.
Dua minggu lalu, keluargaku menanyakan soal suamiku. Tapi, aku tidak bisa menjawabnya. Aku hanya bilang, suamiku lagi pergi ke luar daerah untuk urusan kantornya. Aku belum mau membeberkan prilaku suamiku kepada orang lain, termasuk kepada keluarga.
Nantilah, setelah aku tahu semuanya, barulah aku akan bongkar prilaku suamiku kepada keluarga. Bahkan, bisa saja aku langsung menggugat cerai. Tapi saat ini, aku masih mencari tahu, apakah benar suamiku itu telah menikah lagi? Mengapa dia tidak pernah pulang ke rumah? Akan aku cari tahu. Sebab sudah lima bulan ini suamiku tak pernah pulang. Jika sempat membaca jeritan hatiku ini, pulang lah pa!  (Surat dari Inggrit, Kota Kupang)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.