“Dan-Dan harus bersahabat dengan lawan politik”


Paket Drs. Daniel Adoe-Drs. Daniel Hurek alias Dan-Dan yang sebelumnya terseok-seok menjejaki litani pilkada Kota Kupang, akhirnya terpilih menjadi Walikota dan Wakil Walikota Kupang. Deretan harapan pun mulai digantungkan ke pundak paket blasteran Rote-Flores ini. Namun yang paling utama Dan-Dan diminta harus bisa berlaku sebagai seorang negarawan. Paling tidak bisa bersahabat dengan lawan politiknya. Haruskah? Berikut komentar Pengamat Politik dari Universitas Nusa Cendana Kupang, Drs. Yusuf Kuahaty, M.Si saat Ditemui Edy Diaz belum lama ini di Kupang.
APA komentar Anda terhadap proses Pilkada Kota Kupang?
Proses Pilkada di Kota Kupang secara umum telah berjalan secara demokratis. Indikatornya antara lain, pertama para calon yang diusung masing-masing partai politik kelihatannya sudah merupakan hasil dari proses organisasi, kecuali beberapa partai politik yang mengusung calonnya itu kelihatannya diwarnai ‘pergulatan’, tapi toh hasilnya bisa diterima juga, dan tanpa disangka paket itu justru yang akhirnya berhasil.
Kedua, rakyat Kota Kupang telah menggunakan haknya untuk menentukan siapa pemimpin terbaik, dan kita tidak mendengar adanya intervensi atau tekanan-tekanan dari pihak lain terhadap pemilih dalam memberikan hak suaranya.
Ketiga, KPUD, Panwas maupun masyarakat kelihatannya sudah melaksanakan fungsinya dengan baik sehingga dapat kita katakan Pilkada di Kota Kupang telah berhasil. Dan lebih dari itu, Pilkada yang sudah dimenangkan Dandan itu pada akhirnya semua unsur berkecenderungan menerimanya dengan baik, sehingga kita lihat sebetulnya ada satu nilai lebih dari masyarakat bahwa mulai muncul kesadaran berdemokrasi, terutama pada kalangan elite yang tidak mau mempolitisasi pilkada menjadi lebih ruwet.
Menurut Anda dimana letak keunggulan Dandan?
Keunggulan Dandan ini tidak lepas dari budaya demokrasi yang sekarang sedang bertumbuh di kalangan masyarakat Indonesia umumnya dan sampai masyarakat Kota Kupang. Budaya yang tumbuh itu adalah demokrasi yang solider dengan orang yang katakanlah memperoleh perlakukan, penekanan yang kurang baik—tentu didalam perjalanan karier politik dan tugas-tugasnya. Saya kira selama ini hampir sebagian besar masyarakat Kota Kupang mendapat suguhan berita-berita dari media masa tentang bagaimana seorang yang namanya Pa Dan itu mendapat perlakukan-perlakuan yang kurang pantas begitu. Tentu dengan tugas-tugas seperti itu masyarakat paling cepat jatuh hati, ibah dan empati. Itu yang meningkatkan popularitas Pa Dan.
Selain itu,  saya lihat dinamika Pa Dan sendiri sebagai seorang figur cukup keras dalam memperjuangkan diri dan pasangannya. Maksudnya, sekalipun masyarakat itu memberikan rasa ibah pada paket ini, tapi kalau paket ini sendiri tidak menunjukkan kemauan atau konsistensi sikap yang sungguh-sungguh didalam program-program maupun didalam upaya lebih mensosialisasikan dirinya, maka keraguan orang terhadap figur itu tetap saja ada. Pa Dan dengan paketnya itu terus bangun kepercayaan masyarakat pada dirinya secara terstruktur, sistematis secara baik. Saya lihat dukungan terhadap dia di situ, semakin hari semakin tinggi melebihi paket-paket lainnya. Jadi, kemenangan Dandan itu lebih pada itu, mereka berdua mampu membangun dirinya sesuai apa yang diharapan masyarakat. Jadi, saya kira walaupun masyarakat ibah tapi kalau kita sendiri tidak membangun diri, kepercayaan orang terhadap kita kecil. Saya kira sama dengan apa yang terjadi pada SBY. Keutungan Pa Dan ada pada kemampuannya membangun komunikasi yang sangat bagus dengan masyarakat. Saya kira keunggulannya disitu, bukan pada kelebihan materi. Dan hal lain yang saya lihat, dia mampu membaca psikologi masyarakat. Itu hebatnya Pa Dan sehingga setiap pernyataan-pernyataannya yang dia kemukaan langsung mengena hati masyarakat.
Berarti faktor figuritas lebih kuat dari pengaruh partai sebesar apapun seperti Golkar dan PDIP yang menjagokan Jonas Salean dan Djidon de Haan?
Sangat-sangat betul. Faktor figuritas itu sangat penting. Itu yang selalu saya bilang faktor kualitas figur; kemampuan manajerial, kemampuan intelektual, kemampuan konseptual. Itu harus betul-betul nampak di sini, dan ini ditunjukkan oleh paket Dandan. Dan lebih dari itu dia punya keunggulan membaca psikologi dan merebut hati masyarakat. Dia tidak andalkan uang dan segala macam, tapi dia mencoba mencuri hati masyarakat. Kita bisa lihat kelebihan pada Pa Dan, dia memang politisi yang punya jam terbang panjang dan saya kira itu hanya bisa dilakukan oleh orang yang punya kualitas, tanpa itu tidak bisa. Pa Dan punya kualitas dan didukung pengalaman politik yang panjang yang membuat dua selalu memposisikan diri sebagai orang yang lemah, orang yang teraniaya/tersiksa. Itu yang langsung kena hati masyarakat, apalagi masyarakat kita masyarakat religius yang selalu jatuh hati pada orang-orang yang teraniaya.
Apa sebenarnya yang menjadi harapan masyarakat untuk Dandan setelah dilantik nanti?
Pertama, Dandan harus tunjukkan sikap kenegarawan sebagai seorang pemimpin. Sikap ini sangat diperlukan untuk bisa menetralisasi luka-luka yang timbul selama Pilkada. Sebab bagaimanapun juga paku yang sudah tertanam kalau dicabut pasti ada bekasnya. Karena itu ditutntut jiwa kenegarawan yang tinggi dari Pa Dan untuk segera melakukan (semacam rujukan). Mungkin saja selaku manusia pasti paku yang ditanam kemudian dicabut ada bekasnya, tapi sebagai seorang negarawan pasti dia akan berusaha sedapat mungkin untuk tidak terlalu memperlihatkan sikap-sikap bersahabat dengan lawan-lawan politiknya, karena bagaimanapun juga ketika dia sudah jadi pemimpin, dia toh akan membutuhkan dukungan/bantuan/kerjasama dengan semua pihak, termasuk lawan politik.
Dua, seperti yang sudah dikemukakan selama kampanye, barangkali itu juga menjadi sesuatu yang melandasi dia menjalankan kepemimpinannya ke depan. Sikap konsistensi dengan apa yang dia kemukakan saat kampanye mestinya harus sungguh-sungguh diperbaiki selama memimpin.
Tiga, diharapkan dia mempercepat perbaikan, perubahan, peningkatan tentang pembangunan di Kota Kupang, apa itu yang berkaitan dengan yang mendasar, air, pendidikan, kesehatan dan lain-lain.
Keempat, membangun konsep pemahaman atau kemitraan dengan legislatif. Itu harus terus dijaga karena tanpa legislatif, Pa Dan juga akan alami kesulitan dalam kepemimpinan. (*)
Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s