Djemi Lassa, ST, Mantan Penjual Kue Yang Sukses Kelola Usaha Jual Beli Komputer


sergapntt.com – Sambil menjunjung sekeranjang aneka kue buatan ibunya, Djemi Lassa berjalan menyusuri lorong-lorong di Kota SoE. Sesekali langkahnya berhenti, pandangannya diarahkan ke deretan rumah-rumah yang dilewati, berharap ada yang mau membeli dagangannya. Aktivitas ini menjadi rutinitas kegiatannya sepulang sekolah atau saat liburan. Dingin Kota SoE tak membuat pria kelahiran SoE 13 Juni 1977 itu menyerah. Kakinya terus melangkah terbang demi meraih cita-cita yang diidam-idamkan.
Itu hanyalah sekelumit cerita masa kecil yang terus dikenang Djemi —begitulah Djemi Lassa biasa disapa— hingga sekarang. Kini putra kedua dari Alexander Lassa dan Ny. Domina Juliana Ang itu telah beralih profesi sebagai pebisnis jual beli komputer. Bahkan pemilik Timoresse Komputer dan Petra Gemilang itu, kini mulai diperhitungkan kalangan pengusaha jual beli komputer di Kota Kupang.
Kisah keberhasilan seseorang pasti beda-beda. Banyak suka duka yang dialami sebelum meraih nasib yang lebih baik. Begitulah yang dialami Djemi. Bermodalkan semangat ingin maju seperti orang sukses kebanyakan,  sejak kecil Djemi tidak malu melatih diri untuk mandiri, walaupun harus memulai dengan hanya sebagai penjual kue keliling. Toh dari sinilah ia mendapat ilmu dagang yang sesungguhnya. Bahkan profesi ini pula yang mendorong Djemi berhasil meraih gelar sarjana di Universitas Kristen Petra Surabaya.
Disiplin ilmu yang didapat memang S1 Teknik Sipil. Namun semasa kuliah Djemi lebih banyak bergelut dengan dunia usaha kontraktor. Belakangan usaha kontraktor ini mengilhami dirinya untuk menjadi seorang pengusaha.
“Saya bersyukur karena semasa kuliah saya banyak mendapat pengalaman yang membangun, mendidik dan membentuk pribadi saya menjadi seorang yang berani, analitis, creative dan tidak putus asa,” ujarnya.
Bermodal uang pinjaman dari sang kakak, usai mengenyam pendidikan di bangku kuliah, Djemi memutuskan untuk mulai berbisnis jual beli computer second. Alhasil karena kelihaiannya mengelolah bisnis komputer,  enam bulan kemudian ia mampu mendirikan sebuah perusahaan yang ia beri nama Timorese Gemilang. Perusahaan ini bergerak dibidang penjualan alat-alat computer dan digital.
“Saya bukan orang yang pintar computer. Apalagi semasa kuliah saya tidak pernah punya computer. Tapi saya punya semangat untuk belajar tentang komputer. Saya tidak pernah malu untuk belajar, walaupun saya harus belajar dari komputer milik orang lain. Saya mengerti tentang computer itu secara autodidak,” ucapnya.
Kendati terbilang sukses dengan usahanya, suami dari Eliyana Wirawan itu tidak lupa diri. Rendah diri dan ramah dalam bertutur kata menjadi ciri khas kepribadian pria tampan yang satu ini. Ia tahu bahwa apa yang dimilikinya sekarang ini adalah anugerah Tuhan. “Praise the Lord, usaha yang saya bangun berkembang pesat,” tandasnya.
Alhasil, sejak tahun 2005 Timorese Komputer mendapat kepercayaan sebagai  Authorized Service Canon (ASC) atau Servis Resmi Canon untuk semua produk jenis Printer Canon dan Scanner Canon. Bahkan  merk-merk produk terkenal seperti IT ternama seperti Intel, Tohiba, Acer, HP, Samsung, Kingston, Logitec, Sony, MSI, Visipro, Gygabite dan lain sebagainya juga dilimpahkan kepada Djemi.
Kepercayaan kepada Djemi tidah hanya berhenti disitu. Setahun setelah bergumul dengan bisnis komputer, Djemi dipercayakan oleh sebuah perusahaan Swis sebagai Distributor SKF (bearing sepeda motor) di NTT. Bahkan di tahun yang sama ia diminta menjadi distributor DENSO (Sparepart seperti Busi Motor, mobil dan electrical part). Rejeki datang silih berganti. Djemi kerja dengan penuh tanggung jawab. Karena itulah ia kembali mendapat kepercayaan sebagai distributor MTR (Spare part sepeda motor) dan diawal tahun 2007 resmi menjadi distributor Ban Mizzle untuk area NTT.
Walaupun begitu Djemi tidak mau terlena dengan kesuksesan dan kepercayaan yang telah diraih. Ia terus mengembangkan usaha komputernya. Di awal tahun 2007, Djemi melakukan expansi dengan membuka perusahaan baru bernama Petra Gemilang.
“Perusahaan ini adalah perusahaan penjualan peralatan computer dengan focus pada computer build up, accesoris dan  notebook. Saat ini Timorese Komputer sudah Mempunyai cabang dibeberapa tempat, antara lain di  Kabupaten TTS, TTU dan Rote Ndao. Akhir tahun 2007 ini kami akan melakukan axpansi usaha ke Atambua. Prinsip saya dalam berbisnis adalah bekerja dengan sungguh-sungguh, profesional serta penuh kejujuran. Namun yang utama dalam berbisnis adalah kreatif. Jangan pernah berhenti kreatif kalau kita ingin menjadi seorang pengusaha yang tangguh. Jangan pernah berhenti berjuang sebelum kita memperoleh kesuksesasan,” paparnya.
Menurut Djemi, jiwa enterpreuner atau jiwa bisnis bukan karena factor genetic atau keturunan. Siapapun bisa melakukannya. Sebab yang sulit adalah bagaimana seseorang memiliki karakter enterpreuner seperti tidak pernah putus asa, berani rugi, berani memulai, kreatif, jujur, rendah hati serta  bertanggungjawab.
“Karakter-karakter seperti ini, mudah dibaca, tapi tidak mudah untuk dimiliki. Karena memerlukan perjuangan dan doa yang sungguh-sungguh,” timpalnya.
Bagi Djemi, aktivitas bisnis merupkan kegiatan yang mengasyikan. Namun harus dipahami bahwa bisnis bukan sekedar jualan produk. Bukan hanya soal harga!
“Kalau berbisnis hanya berpikir tentang harga semurah mungkin, semua orang bisa. Tapi itu bukan bisnis namanya. Banyak aspek dalam berbisnis yang perlu diperhatiakan secara seksama, termasuk marketing. Modal bukan penentu bagi seseorang berhasil menjalani usaha atau tidak. Itu paradigma yang salah. Sebab kesuksesan menjadi enterpreuner hanya membutuhkan seseorang yang memiliki karakter enterpreuner,” tegasnya.
Oleh karena itu Djemi sangat mengharapkan agar kedepan di NTT muncul figur-figur pemimpin daerah yang berjiwa atau paling tidak memiliki kepedulian soal enterprenur.
“Saya memimpikan di Kupang ini muncul pemimpin-pemimpin yang punya visi agar di NTT muncul generasi-generasi muda yang bertanggung jawab, berjiwa dan berkarakter enterprenur. Karena hal ini akan berpengaruh terhadap perkembangan ekonomi suatu daerah. Generasi ini hanya bisa ada jika pemimpin kita punya kepedulian soal enterprenur. Jangan ada lagi mental untuk selalu ingin menjadi PNS. Di daerah kita ini, masih banyak butuh enterpreuner-enterpreuner muda yang kedepan bisa turut memajukan daerah yang kita tinggal sekarang ini,” tambahnya.
Seandainya harapan Djemi ini bisa terwujud, seandainya generasi muda NTT memiliki jiwa juang seperti Djemi, kedepan NTT pasti lebih maju dari hari ini. Selamat berjuang Djemi!  (by. cep)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.