Kol. Inf. Arief Rachman: Waspadai Gerakan Eks PKI di NTT


sergapntt.com {KUPANG} – Komandan Korem (Danrem) 161 Wirasakti Kupang, Kolonel Infantri (Kol Inf) Arief Rachman mengimbau masyarakat Nusa Tenggara Timur mewaspadai gerakan eks Partai Komunis Indonesia (PKI) yang sering menyusup ke tubuh LSM atau organisasi kemasyarakatan lainnya guna menentang kebijakan pemerintah dalam bentuk aksi unjuk rasa dan sejenisnya.

“Kita jangan menganggap remeh dengan situasi ini. Saat ini di NTT ada sekitar 3.000 eks PKI. Ini sebuah potensi yang tidak bisa dipandang enteng,” ujar Rachman menanggapi fenomena unjuk rasa yang menentang sejumlah kebijakan pemerintah di Kupang.
Kebijakan yang ditentang rakyat itu antara lain rencana pembangunan Brigade Infanteri (Brigif) di SoE, ibu kota Kabupaten Timor Tengah Selatan. Sebelumnya, Rachman pernah mengemukakan hal yang sama ketika berdialog dengan Pansus DPRD TTS.

“Aksi penolakan rakyat terhadap sebuah kebijakan pemerintah harus dicermati dengan teliti oleh setiap komponen masyarakat, karena pasti ada unsur penggerak di dalamnya yang tidak tertutup kemungkinan ditunggangi oleh pihak asing atau kelompok radikalisme yang merupakan eks anggota PKI,” tegasnya.
Menurut Rachman, NTT yang posisinya berbatasan langsung dengan negara Republica Demokratica de Timor Leste yang menganut paham sosialis harus diwaspadai. Karena tidak tertutup kemungkinan unsur-unsur komunis merasuki watak masyarakat untuk melakukan konfrontasi dengan pemerintah. Saat ini pemerintah Timor Leste telah mengirim sekitar 2.000 orang untuk mengikuti pendidikan di Cuba, negerinya Fidel Castro yang merupakan salah satu negara komunis terbesar di dunia.

“Situasi yang terjadi di negara tetangga perlu juga kita cermati dengan fenomena demonstrasi yang terjadi di negeri ini, khususnya di NTT yang menentang upaya baik pemerintah untuk melaksanakan kegiatan pembangunan demi kepentingan masyarakat,” paparnya.

Oleh karena itu, Rachman mengimbau masyarakat NTT untuk tetap waspada dalam mencermati setiap fenomena yang terjadi, terutama aksi unjuk rasa yang menentang kebijakan pemerintah.  (by. on)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.