Omset Penjualan Ramayana Mall Lampaui Target


sergapntt.com [KUPANG] – Ditengah persaingan bisnis, manajemen Ramayana Mall Kupang mampu melampaui target penjualan yang ditetapkan oleh manajemen Ramayana Pusat. Pos pemasukan tersebut didapat dari usaha dagang super market dan fashion.
Demikian dikatakan Manajer Ramayana Mall Kupang, Roby Kase saat ditemui Mingguan Berita Rakyat di kantornya di Flobamor Mall Kupang, belum lama ini.  
“Usia Ramayana di kota ini, kurang lebih sudah berjalan selama empat tahun. Dan, selama empat tahun ini, volume penjualan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Peningkatan itu berkisar antara empat sampai lima persen per tahun. Kalau dhitung berdasarkan pemasukan pe tahun, maka sejak tahun 2004 sampai sekarang, kita selalu melewati target yang ditetapkan oleh manajemen pusat. Pos pemasukan Ramayana  itu berasal dari super market dan fashion,” ujar Roby Kase.
Untuk mencapai target yang ditetapkan manajemen Ramayana Pusat, Roby Kase mengaku, pihaknya punya beberapa strategi, antara lain, Costumer Servis atau selalu mengutamakan pelayanan demi menjaga kepuasan konsumen, seperti rasa nyaman ketika berada di areal Ramayana.
“Untuk itu, setiap karyawan yang baru, selalu mendapat training agar bagaimana mereka bersikap profesional jika berhadapan dengan konsumen. Kemudian kami selalu menjaga kwalitas setiap produk yang kami tawarkan kepada konsumen, penambahan item, dan memberikan discount pada waktu-waktu tertentu,” paparnya.
Menurut Roby Kase, manajemen Ramayana Mall membuka ruang bagi setiap konsumen yang ingin memberikan masukan atau saran agar dapat memperbaiki setiap kesalahan atau kekurangan yang ada di Ramayana Mall.
“Sudah banyak saran dan kritik yang kami terima, dan kami selalu memperbaiki setiap kekurangan yang dikritisi,” ucapnya.
Selain mengejar penjualan omset, kata Raby Kase, manajemen Ramayana sangat memperhatikan kesejahteraan karyawannya. “Kami selalu memperhatikan kesejahtraan dari setiap karyawan kami. Upah yang kami gunakan selalu mengikuti standar Upah Minimum Regional (UMR) yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah. Dan, dalam proses penerimaan upah tidak pernah terlambat sehari pun. Penjadwalan jam kerja pun ada kebijakan-kebijakan yang diambil untuk menyesuaikan dengan waktu karyawan. Kami melakukan hal ini untuk membangun komitmen bersama dalam meningkatkan loyalitas kerja pada karyawan,” tegasnya. (by. sell)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.