Wartawan Gadungan Dihajar Massa Hingga Babak Belur


sergapntt.com [Kefa] – Ngaku sebagai wartawan dan Pengurus Uyelindo NTT, Johanis Kefi, ST. MM diduga beberapa kali melakukan penipuan, menghamili gadis, sebut saja Maria dan menjalin kasih dengan istri orang di Desa Sunsea, Kecamatan Miomafo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Buntutnya, pria asal Kefamananu, ibu kota TTU, yang selalu menenteng secarik surat berlogo Himpunan Insan Pers Seluruh Indonesia (HIPSI) itu babak belur dihajar massa di Perbatasan Negara Republica Demokratica de Timor Leste (RDTL) dan Republik Indonesia (RI).
Aksi penipuan juga dilakukan Kefi di Desa Napan, Miomafo Timur, TTU. Dengan modal selembar surat dari HIPSI atas nama Dewan Pengurus Pusat HIPSI dengan motto Mengemban Aspirasi Bangsa berdasarkan Surat Keputusan (SK) Dirjen Sospol Depdagri Nomor: 72 1998 yang beralamat di Jl. Berlian Raya Kav. 664 Sumur Batu-Jakarta, Telp (021) 4201167 Fax (021) 0223179  itu,  Kefi meminta sejumlah uang kepada masyarakat Miomafo Timur sebagai imbalan peliputan jurnalistiknya. Bahkan, berdalih mencari ongkos pesawat untuk pulang ke Jakarta, Kefi nekad “menodong” sejumlah aparat TNI dan Polisi yang bertugas di Pos Perbatasan RDTL-RI.
Sejumlah warga yang ngaku turut menganiaya Kefi mengatakan, selain mengaku sebagai wartawan, Kefi juga mengaku sebagai salah satu pengurus Uyelindo NTT. Merasa aksinya aman dan sering berjalan mulus, Kefi mulai merambah kejahatan lain, yakni memacari dan menghamili anak gadis orang. Tak puas dengan itu, Kefi pun “menjamah” istri orang. Karena tak tahan dengan ulah Kefi, puluhan warga perbatasan RDTL-RI dari Desa Napan beramai-ramai mencari dan mengeroyok Kefi hingga babak belur.  
“Kami tidak puas pak, karena dikecewakan berulang-ulang oleh Kefi. Dia mengaku sebagai wartawan dari Jakarta dan pengurus Yayasan Uyelindo. Dia tipu kami sejak Januari lalu,” ujar salah seorang tokoh masyarakat Desa Napan, Martinus Taeki saat ditemui Mingguan Berita Rakyat  dikediamannya pada Minggu, 1 Juli 2007 lalu.
Hal senada juga diungkapkan Shuhali, Komandan TNI Perbatasan RI-RDTL Wilayah Desa Napan, Miomafo.
“Sejak awal, saya sudah curiga dia itu wartawan gadungan. Karena waktu saya tanya identitasnya, dia hanya menyodorkan sebuah surat kosong yang berkop HIPSI. Saya tetap tidak percaya, lalu dia tidak bisa jawab beberapa pertanyaannya yang saya ajukan, “ papar Shuhali sembari menyodorkan sebuah surat berlogo HIPSI yang disita dari Kefi.
Sejumlah wartawan yang bertugas di TTU mengaku sangat menyesal dengan tindakan dan perbuatan Kefi.
“Kita sangat sesalkan sikap Kefi yang mengaku sebagai wartawan lalu melakukan tindakan penipuan kepada warga dan amoral kepada beberapa gadis desa. Saya meminta kepada warga untuk selalu kritis karena wartawan, terutama wartawan yang tidak memiliki identitas yang jelas dan dalam melakukan tugas jurnalis. Kita berharap polisi segera meringkus oknum-oknum yang ngaku sebagai wartawan, tapi tidak beridentitas yang jelas”, pinta Yan Meko, pria yang ngaku sebagai Kontributor RCTI dari TTU. (by. judith taolin)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.