Waskita Karya Penunggak Pajak Terbesar di Rote Ndao


sergapntt.com [Ba’a} – Perusahan sekaliber PT Waskita Karya (WK) ternyata masih menunggak pembayaran pajak bahan galian C di Kabupaten Rote Ndao. Bahkan, sudah empat tahun WK belum melunasi kewajibannya kepada pemerintah daerah setempat. Jumlah yang ditunggak pun tidak tanggung-tanggung, mencapai Rp 109.143.434 atau hampir separoh dari total tunggakan pajak Galian C di Rote Ndao sejak 2003 hingga 2006, sebesar Rp 246.098.131.
Dokumen hasil rekapan penetapan dan realisasi pelunasan pajak galian C pada Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Rote Ndao yang diperoleh Mingguan Berita Rakyat dari Bagian Penyusunan Program (Sunpro) Setda Kabupaten Rote Ndao, menyebutkan, dari 141 proyek/pekerjaan yang dikerjakan selama empat tahun tersebut dengan penetapan pajak galian C sebesar Rp 277.016.364 hanya terealisasi Rp 30.918.233. Sisanya, Rp 246.098.131 masih ditunggak.
Dokumen yang ditandatangani Kadistamben Rote Ndao, Ir. Welhelmus E. Rohi tersebut tertera tunggakan pada tahun 2003 sebesar Rp 5.102.465 dari penetepan pajak sebesar Rp 5.102.465 untuk 14 pekerjaan atau realisasi 0% dan tahun 2004 tunggakan sebesar Rp 615.624 dari penetepan pajak sebesar Rp 704.758 untuk lima pekerjaan sehingga realisasinya hanya sebesar Rp 879.134 sedangkan pada tahun 2005 terjadi tungakan sebesar Rp 139.514.119 pada 57 pekerjaan dengan pajak yang ditetapkan sebesar Rp 146.197.827.
Dengan demikian hanya terealisir Rp 6.683.708. Sementara pada tahun 2006 terjadi tunggakan sebesar Rp 100.865.923 dari penetapan pajak sebesar Rp 125.011.314 untuk 65 pekerjaan, sehingga realisasi hanya sebesar Rp 24.145.391.
Pada dokumen tersebut terbaca dengan jelas bahwa tunggakan terbesar pada tahun 2003 ditunggak oleh CV Duta Teknik yaitu sebesar Rp 2.253.238 untuk 10 pekerjaan pada PLTD Kabupaten Rote Ndao, disusul CV. Putra Dinasty sebesar Rp 1.215.084, dan CV Mega Teknik sebesar Rp 1.076.000, kemudian CV Sejahtera sebesar Rp 288.341 dan CV Putra Pilasue sebesar Rp 269.802.
Pada tahun 2004 tunggakan terbesar dilakukan oleh PT Karya Imanuel Mulia yaitu sebanyak Rp 325.494 untuk tiga pekerjaan disusul CV Adi Super sebesar Rp 290.130. Sedangkan tunggakan terbesar untuk tahun 2005 ditunggak oleh PT Waskita Karya sebesar Rp 109.143.434, untuk satu pekerjaan, disusul CV Berkat Mandiri sebesar Rp 6.324.204, beriklut CV Cipta Karya sebesar Rp 5.052.651 untuk satu pekerjaan, CV Satelindo Permai sebesar Rp 3.853.760 untuk dua pekerjaan, CV Oevamba Karya sebesar Rp 1.770.000, CV Multi Timor sebesar Rp 1.601.601, CV Reinald Dati Permai Rp 1.408.432, CV Alfa Kontraktor sebesar Rp 1.234.051, CV Setiawan sebesar Rp 1.171.202, CV Harapan Anak Tani sebesar Rp 675.347 untuk 20 pekerjaan, CV Bina Krida sebesar Rp 445.877, CV Tropikana Jaya sebesar Rp 409.326 dan CV Mitra Utama sebesar Rp 351.290. Sedangkan tunggakan lainnya dilakukan oleh pihak sekolah untuk pekerjaan rehab pada beberapa sekolah yang dikerjakan secara swakelola.
Sementara pada tahun 2006 tunggakan terbesar ditunggak oleh CV Selangkah Kasih sebesar Rp 21.014.366, disususl CV Astra Karya sebesar Rp 15.050.741. berikut CV Inti Daya Karya sebesar Rp 14.475.909, CV Karunia Romi sebesar Rp 9.653.555, PT Mesaingun Nahani sebesar Rp 9.284.258, CV Ngiki Usaha sebesar Rp 8.637.448, CV Trimatra Timur sebesar Rp 8.287.869, CV Tropikana Jaya sebesar Rp 7.236.437, CV Satelindo Permai sebesar Rp 1.991.532, CV Bina Cipta Utama sebesar Rp 1.922.684, CV Multi Prima Karya sebesar Rp 1.342.547, CV Kurnia Jaya sebesar Rp 1.333.230, CV Karya Pratama sebesar Rp 611.394, CV Sasando Jaya sebesar Rp 436.341, CV Pelangi sebesar Rp 325.661, CV Tiga Berlian sebesar Rp 189.637, CV Bethani sebesar Rp 47.682, sedangkan pekerjaan yang dikelola oleh Komite Sekolah hanya terjadi tunggakan pada SD Lotelutun sebesar Rp 357.862.
Dalam dokumen tersebut terbaca pula bahwa penunggakan terbayak pada tahun 2003 terjadi pada PLTD Kabupaten Rote Ndao dengan 10 pekerjaan, disusul Dinas Kesehatan dengan dua pekerjaan dan Dinas Kimpraswil serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan masing-masing satu pekerjaan. Sedangkan pada tahun 2004 tunggakan terjadi pada Dinas Kimpraswil dengan empat pekerjaan disusul Dinas Kesehatan satu pekerjaan. Sementara untuk tahun 2005 tunggakan terbanyak ada pada Dinas Pendidikan dengan 20 pekerjaan yang dilakukan secara swakelola oleh sejumlah sekolah, disusul berturut-turut oleh Dinas Kimpraswil Rote Ndao sebanyak enam pekerjaan, Bagian Umum Setda Rote Ndao dengan tiga pekerjaan , Dinas Perhubungan dengan dua pekerjaan, Dinas Pariwisata dan Dinas Kesehatan masing-masing satu pekerjaan dan dinas Kimpraswil Propinsi NTT dengan satu pekerjaan 
Untuk tahun 2006 tunggakan terbesar terjadi pada dinas Kimpraswil Rote Ndao yaitu sebanyak 12 pekerjaan menyusul Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (PPK) sebanyak tiga pekerjaan, Dinas Kesehatan, Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben), Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) masing-masing satu pekerjaan.
Dengan demikian penunggakan pembayaran pajak galian C terbanyak sejak tahun 2003 hingga tahun 2006 terjadi pada dinas Pendidikan yaitu sebanyak 22 pekerjaan, diikuti Dinas Kimpraswil sebanyak 21 pekerjaan dan disususl oleh PLTD Rote Ndao sebanyak sepuluh pekerjaan, Dinas Kesehatan lima pekerjaan, Bagian Umum Setda Rote Ndao dan Dinas PPK masing-masing sebanyak tiga pekerjaan, Dinas Perhubungan dua pekerjaan, Distamben dan DKP masing-masing satu pekerjaan. (by. usu)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.