Kaban Infokom Kabupaten Kupang “Garap” Istri Orang


sergapntt.com [Kota Kupang] -> HATI Ady Bu —nama samaran—- bagai di iris sembilu ketika mendengar istrinya ada afair dengan dengan Kepala Badan Infokom Kabupaten Kupang, Thom Sonbait. Namun ia tak mau langsung percaya. Bak intelejen CIA, Ady Bu mulai membuntuti gerak-gerik istrinya. Benar saja, sekitar pukul 22.00 Wita, tanggal 5 Januari 2010 lalu, Ady Bu memergoki Istrinya sedang berdua-duaan dengan Thom Sonbait di dalam mobil sedan cat hitam milik Thom Sonbait.
Ady Bu sebenarnya tak tega membeberkan aib ini ke publik lewat media massa. Hanya saja perilaku Tom Sonbait sudah sangat keterlaluan. Janji untuk menyelesaikan persoalan asusila ini secara kekeluargaan, tak pernah dipenuhi hingga hari ini. Padahal akibat perbuatannya, rumah tangga yang dibangun Ady Bu bersama istrinya —sebut saja Yola— hancur berantakan. Kini Ady Bu dan Yola telah pisah ranjang. Yola kembali ke rumah orang tuanya. Sementara Ady Bu memilih hengkang ke rumah keluarganya.
Tak ada yang tahu pasti apakah setelah pisah ranjang, Yola masih berhubungan dengan Thom Sonbait atau tidak. Tapi yang pasti, 5 Januari 2010 lalu, Ady Bu mendapati istrinya sedang berduaan dengan Thom Sonbait di tempat parkir Ramayana Mall Kupang.
Kepada wartawan, Ady Bu bercerita; 5 Januari 2010, sekitar pukul 19.00, saat ia hendak berangkat kerja di sebuah perusahaan jasa penerbangan, dia melihat istrinya keluar rumah. Hatinya mulai tak enak. Perasaan curiga merasuk pikirannya.
“Waktu itu saya sudah keluar dari rumah mau berangkat kerja. Dari kejauhan ketika mata saya tak sengaja menatap kaca spion, saya lihat istri saya keluar dari rumah. Saya stopkan motor. Selang lima menit saya lihat istri saya naik motor ojek yang biasa mangkal di jalan Nangka (Kupang). Saya buntuti. Eh ternyata mereka menuju Ramayana Mall. Sampai disana, istri saya turun. Sedangkan si tukang ojek yang juga teman saya itu balik kembali. Begitu berpapasan, saya tanya si tukang ojek, tadi lu antar ma Yola ko, iya, ma Yola bilang mau belanja. Terus saya bilang makasih ya… Dari situ, saya masuk ke areal Ramayana. Sampai di pintu karcis masuk, saya lihat istri saya sedang bongkar-bangkir pakaian di salah satu stand jualan Ramayana. Sedangkan di belakang saya muncul sedan warna hitam. Dalam benak saya, kayaknya ini mobil saya kenal pemiliknya. Kecurigaan saya bertambah. Tapi karena antrian terlalu lama, saya putuskan keluar kembali. Saya tunggu di pintu keluar Ramayana. Sedangkan mobil sedan hitam itu terus meransek masuk ke dalam parkiran Ramayana, tepatnya di depan KFC. Dari kejauhan saya ikuti gerak-gerik mereka. Benar saja. Tidak lama kemudian istri saya terlihat menerima telepon via HP-nya. Saat bersamaan Thom Sonbait keluar dari mobilnya sambil menenteng HP di telinganya. Setelah itu dia masuk kembali ke dalam mobil. Kira-kira 10 menit kemudian, istri saya datang dan langsung masuk ke mobil itu. Mereka berdua duduk di jok mobil bagian belakang. Selama 15 menit saya berusaha sabar dan terus mengamati mereka. Tapi setelah itu, saya benar-benar tak tahan lagi. Saya sampari mereka. Saya gedor kaca mobil. Berulang-ulang saya gedor. Tapi mereka tidak mau buka pintu juga. Terus saya ancam, mau buka pintu atau saya lapor polisi. Karena itu, Thom Sonbait langsung buka pintu dan keluar. Lalu dia bilang, aduh… om Ady jangan marah, beta datang ke sini bukan untuk maksud mau ketemu ibu Yola, beta mau jemput beta pung istri, kebetulan ibu Yola ada sini jadi kami ketemu. Terus saya bilang, sonde bisa pak Thom, masa ketemu beta pung bini di dalam mobil, terus dalam keadaan gelap-gelap lagi. Kenapa lampu dalam mobil mesti dimatikan.
Tak lama berselang, Thom Sonbait hadrik istri saya, he lu keluar dari dalam mobil, lu jangan bikin masalah di sini, beta sonde mau ada masalah. Mendengar itu istri saya keluar dari mobil dan langsung jalan menjauhi kami. Saya ikuti dia. Oh jadi begini lu pung cara, jadi selama ini lu buat seperti ini. Terus dia bilang, lu sembarang sa, lu tuduh orang yang sonde-sonde, terus beta bilang, beta ni su dapat laporan begini-begini, jadi beta buntuti lu. Puas mengomel, saya kembali lagi ke tempat Thom Sonbait. Saya bilang ke dia, pak Thom pokoknya ini masalah kita harus bereskan malam ini juga. Tapi dia berusaha menghindar. Dia masuk ke dalam mobil dan beralasan mau jemput istrinya.
Karena begitu, saya minta tolong teman saya, teman tolong tahan mobil ini, jangan ijin dia keluar areal Ramayana, dia ada masalah dengan saya. Teman saya itu langsung bertindak. Dari depan KFC, Thom Sonbait arahkan mobilnya parkir di belakang Ramayana. 10 menit kemudian saya ikut dia di parkiran. Sampai disana ternyata dia sudah tidak ada. Yang ada hanya mobilnya saja. Saya cari dia. Saya keliling Ramayana sampai tiga kali, tapi tidak ketemu. Akhirnya saya telepon dia. Pak Thom dimana? Pak Thom jawab, sebentar om Ady, beta masih dengan beta pung istri ni, kermana kalau besok, baru kita selesaikan masalah ini. Saya tidak mau. Saya bilang dia, sonde bisa pak, mesti malam ini. Saya bermasalah dengan bapak, bukan dengan istri bapak. Sekitar 20 menit kemudian, pak Thom datang bersama seseorang yang saya tidak kenal. Kata Thom Sonbait, itu temannya. Saya tidak tanya namanya siapa. Tapi saya omong ke temannya itu, maaf pak, saya ada masalah dengan pak Thom, saya baru grebek pak Thom dengan istri saya di tempat parkir. Lalu dia bilang, ya sudah! Lanjutkan. Saya tidak ikut campur.
Yang buat saya jengkel, Thom Sonbait terus mencari 1001 alasan untuk menghindar. Pertama dia mengaku mau jemput istri. Kedua dia mengaku mau ketemu dokter di Ramayana, entah dokter siapa, katanya ada urusan penting. Karena begitu, sedikit memaksa, saya ajak dia ke rumah. Tapi Thom Sonbait keberatan. Dia minta urusan ini diselesaikan di tempat netral. Dia takut ke rumah saya. Tapi saya yakinkan dia, bapak tidak diapa-apakan, saya jadi jaminannya pak. Setelah itu dia bilang, oke! Karena sudah sepakat, saya langsung bergerak menuju rumah duluan. Tak lama berselang pak Thom muncul dikawal dua polisi dan seorang temannya tadi. Setelah duduk di dalam rumah, orang tua saya tanya, pak Thom ada hubungan apa dengan Yola, dia bilang, oh,,,, kami sonde ada hubungan yang khusus. Yola kebetulan pernah jadi staf saya, ketika saya masih bertugas di Dinas Infokom Kota Kupang. Orang tua saya desak dia lagi, jujur saja pak Thom, kalian berdua ada hubungan apa? Tapi Thom Sonbait terus mengelak. Dia mengaku, memang dia dengan Yola sudah berteman selama tiga tahun. Tapi itu hanya sebatas atasan dan bawahan.
Terus saya sela dia, pak Thom minta maaf, pak Thom kan pernah datang ke rumah mertua saya, ajak istri saya ke Jakarta dengan alasan mau ikut pelatihan, karena pegawai dari Infokom Kabupaten Kupang tidak bisa berangkat. Waktu itu saya iya saja, karena saya benar-benar tidak mengerti sistem kerja pemerintah. Setelah ke Jakarta, baru saya sadar, ah… koq bisa ya, pak Thom ajak istri saya ke Jakarta. Istri saya kan honorer di Kota Kupang. Sedangkan pak Thom kan pegawai di Kabupaten Kupang. Masa… bisa begitu. Saya tanya ke orang tua saya, kebetulan mereka itu mantan PNS dan pernah memangku jabatan. Mereka jelaskan ke saya. Baru saya tahu. Oh ternyata honorer belum bisa melakukan perjalanan dinas menggunakan biaya SPPD. Kalau seperti itu adanya, suami siapa yang tidak curiga. Ah… pasti pak Thom “ada apa-apa” dengan istri saya. Setelah saya omong begitu, pak Thom tidak bisa berkutik lagi. Dia hanya tunduk saja. Untuk memastikan apa yang saya beberkan tadi benar atau tidak, orang tua saya tanya dia lagi, apa benar pak Thom? Tapi pak Thom hanya diam dan tertunduk lesu. Dari situ baru Thom Sonbait mengaku, kalau dia dengan Yola sudah tiga tahun terakhir ini menjalin hubungan khusus layaknya suami istri.
Karena jawaban mengejutkan itu muncul, orang tua saya langsung minta paman saya untuk segera memanggil Yola. Maksudnya biar masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan. Sampai di rumah Yola, paman saya bertemu dengan mamanya Yola. Mamanya tanya, ada apa? Paman saya bilang, ada perlu dengan Yola. Tidak lama kemudian muncul polisi. Mertua saya bingung, ada apa ini, kok pakai bawa-bawa polisi segala. Tiba-tiba bruuuuk, mertua saya itu pingsan. Dari dalam rumah Yola keluar sambil ngamuk-ngamuk,,,, kalau sampai mama saya ada apa-apa, saya bunuh itu Ady. Karena Yola begitu, akhirnya paman saya pulang. Kami akhirnya sepakat untuk laporkan masalah ini ke Polresta Kupang. Tapi disana polisi kembali menganjurkan agar persoalan ini diselesaikan secara kekeluargaan. Saya tanya Thom Sonbait, gimana? Dia bilang oke. Akhirnya kami pulang. Tapi sebelum itu pak Thom berjanji, keesokan harinya dia akan memediasi Yola dan keluarganya untuk bertemu saya dan keluarga saya. Ternyata omong kosong. Buktinya sampai hari ini Thom Sonbait tidak pernah muncul. Saya sempat telpon pak Thom, gimana pak janjinya tu? Pak Thom bilang, iya,,,, saya sudah ketemu Yola dan keluarganya, tapi karena keluarganya Yola ada yang mau ke Denpasar, jadi kita tunggu mereka pulang dulu. Tapi apa? Sampai Yola punya keluarga pulang dari Denpasar, apa yang dia janjikan itu tidak pernah terealisasi.
Setelah aib ini terungkap, baru saya sadar, oh,,,, ternyata ini alasannya kenapa Yola tidak mau tidur dengan saya lagi.
Saya sebenarnya tidak mau masalah ini diekspos oleh media massa. Karena saya jaga, pak Thom itu kan pejabat publik. Kan malu. Tapi mau bagaimana lagi, kalau dia bersikap seperti itu terus”, papar Ady Bu.
Sementara itu Thom Sonbait mengaku dirinya dan Yola hanya teman biasa.
“Saya dengan Yola hanya teman biasa saja. tidak lebih,” ujar Thom Sonbait ketika dihubungi via handphone pada Jumat (22/01/10). (*)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.