
Polisi tak henti-hentinya merazia lokalisasi Dolly, Surabaya, Jawa Timur. Setelah Selasa dinihari lalu menggelar razia, jajaran Polres Surabaya Selatan dan Polsek Sawahan kembali merazia lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara ini.
Dalam razia kali ini, polisi lebih berani dengan merazia para pelacur dan pria hidung belang. Bila sebelumnya hanya merazia pengunjung kafe dan karaoke, kali ini polisi berani masuk wisma dan memeriksa identitas para pelacur.
Razia yang dilakukan Polres Surabaya Selatan, kali ini berhasil mengamankan 28 pelacur dan 24 pria hidung belang. Dua di antara pria hidung belang diketahui warga Negara Srilanka.
Dari identitasnya kedua WNA asal Srilanka tersebut bernama Thudawe Hewage Ananda,34, dan Ruvinath Priyo Darashana,36. Kedua WNA yang sama-sama berprofesi sebagai pelaut ini diamankan karena tak membawa identitas.
“Kedua WNA asal Srilanka itu kita amankan karena tidak membawa identitas lengkap seperti paspor dan visa,” ujar Kasat Reskrim Polres Surabaya Selatan AKP Leonard Sinambela, di Mapolres, Kamis (18/3).
Leonard mengungkapkan bahwa saat dirazia, kedua WNA tersebut sedang berada di dalam wisma bersama pelacur. Saat polisi datang, kedua WNA ini sedang memilih pelacur yang hendak diboking.
“Tapi belum sempat boking, kedua WNA tersebut langsung kita periksa identitasnya. Kedua WNA ini memang pelaut dan kedatangannya ke lokalisasi Dolly karena kapalnya sandar di pelabuhan Tanjung Perak,” terang Leonard.
Karena kapal sandar, maka kedua WNA ini memilih bersenang-senang dengan pelacur di lokalisasi Dolly. Namun sial, belum sempat ngeseks, sudah kejaring polisi. Tapi kedua WNA ini akhirnya dibebaskan setelah Anak Buah Kapal (ABK) datang ke Mapolres dengan membawa passport dan visa. (*)
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.

Tinggalkan komentar