Nagekeo Menuju Kompetisi Divisi III Indonesia



Persatuan Sepak Bola Nagekeo (Persena) mulai berbenah membentuk tim profesional menghadapi kompetisi Piala Gubernur NTT dan Liga Indonesia Divisi III. Perekrutan pemaian mulai dilakukan. Kiatnya melalui Open Turnamen Bupati Nagekeo Cup yang bakal digelar pada 27 Maret hingga 17 April 2011.
Perkembangan sepak bola di Nagekeo akhir-akhir ini cukup membanggakan. Setidaknya Persena pernah mencapai babak semifinal El Tari Memorial Cup (ETMC) tahun 2010. Tapi, ini bukan tujuan akhir. Persena ingin menembus Divisi I Indonesia.
“Untuk itu, sekarang ini kami akan menggelar turnamen sepak bola. Tujuannya untuk merekrut pemain-pemain berkualitas baik. Sehingga pada saatnya nanti, Nagekeo tidak dipandang sebelah mata,” ujar Ketua Panitia Turnamen Bupati Nagekeo Cup 2011, Marselinus Ajo Bupu, A.Md saat dihubungi Berita 7 per telepon, Rabu (16/3/11).
Selain mencari bibit pesepak bola handal, turnamen ini juga dijadikan ajang membangkitkan manusia berjiwa fair play, kreatif dan sehat jasmani-rohani.
“Oleh karena itu, turnamen ini punya misi; membina dan menumbuhkembangkan kemampuan, mentalitas dan jiwa besar olahraga masyarakat Nagekeo, agar dapat bersaing secara regional dan nasional,” ucap Seli Ajo —-begitulah Marselinus Ajo Bupu, A.Md akrab disapa—, meyakinkan.
Menurut Seli Ajo, peserta turnamen adalah klub-klub yang berasal dari 7 (tujuh) kecamatan Se Kabupaten Nagekeo dan klub-klub undangan dari luar Kabupaten Nagekeo.
Klasifikasi pemain pada setiap klub yang boleh disertakan dalam turnamen ini berjumlah 25 orang dengan persyaratan; kelahiran 1 Januari 1991 yang keabsahannya dibuktikan dengan foto copy akta kelahiran atau ijasah. Bagi pemain yang menggunakan foto copy ijasah harus sertakan juga ijazah aslinya. Sedangkan bagi yang kelahiran 1 Januari 1986 keabsahannya dibuktikan dengan foto copy KTP. Apabila tidak memiliki KTP, maka ijazah atau akta kelahiran solusinya.
Seli Ajo mengatakan, euforia suporter akan mencapai klimaksnya pada saat final turnamen kali ini. Bagi Anggota DPRD Nagekeo besutan PDI Perjuangan itu, euforia adalah hal yang wajar, apalagi pertandingan ini adalah penentuan prestasi antar klub. Hanya saja ia mengingatkan kepada suporter agar perasaan gembira yang berlebihan jangan dicemari dengan berbagai atraksi negatif yang pada akhirnya akan merugikan perkembangan sepak bola kita.
Teriakan pemberi semangat boleh membahana, tapi dukungan harus digelorakan dengan penuh kreativitas.
Pengalaman empirik menunjukan, gawe sepak bola di Nagekeo seringi diwarnai kerusuhan antara suporter. Termasuk antara pemain dengan pemain. Oleh karena itu, kepada klub-klub yang menjadi tuan rumah, Seli Ajo mengharapkan agar mampu menjadi tuan rumah yang baik, ramah dan santun. Buktikan bahwa kita tetap menjunjung tinggi fair play dan sportivitas, meski bermain di kampung sendiri.
Sikap semacam inilah yang akan membuka mata dunia bahwa kita mengandalkan skil dan kemampuan untuk memenangkan pertandingan. Bukan fisik yang emosional. Kemenangan yang diraih mesti datang dari perwujudan keunggulan taktik yang dilandasi kejujuran, fair play dan kepatuhan atas norma ( rule of the game).
Kalau pun kemudian harapan kandas di pertengahan kompetisi, itu berarti peluang belum memihak kepada kita. Berarti kita harus lebih banyak belajar lagi dari mereka yang Iebih berprestasi di dunia sepakbola.
Saling menyalahkan, saling tuding atau lazimnya mencari kambing hitam tidak zamannya lagi di era sepak bola moderen. Yang perlu dipikirkan adalah bagaimana ke depan, upaya apa yang perlu dibangun agar kebanggaan tim Persena tetap terpelihara sebagai pemberi spirit untuk meningkatkan prestasi sepakbola di NTT.
Sudah teruji, melalui sepakbola dapat dijadikan media interaksi dan sosialisasi kebijakan pemerintah serta alat pemersatu untuk menggelorakan semangat membangun.
Sejauh ini persiapan turnamen telah mencapai 75 persen. Mulai dari sarana lapangan sepak bola, tim dan kelengkapan lain turnamen Bupati Nagekeo Cup.
“Persiapan sudah matang. Sekarang sudah 75 persen. Kita pastikan pembukaan turnamen akan dilaksanakan pada 27 Maret 2011. Final akan diselenggarakan pada 17 April 2011 yang diakhiri dengan acara penutupan turnamen,” tegas Seli Ajo.
Sementara itu, Bendahara Turnamen Bupati Nagekeo Cup, Kornelis Menang mengatakan, biaya turnamen didapat dari partisipasi masyarakat. Keseluruhannya bisa mencapai Rp. 150 juta lebih.
“Dana turnamen ini kami dapat dari partisipasi masyarakat,” katanya. +++chris parera+++

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.