Hasil UN 2011: SDK Waepana 100 Persen


Hasil sempurna kembali diraih siswa-siswi SDK Waepana. Setelah 2010 lalu sukses mendulang 100 persen hasil Ujian Nasional (UN), kini di tahun 2011, 36 orang anak Desa Waepana, Kecamatan So’a, Kabupaten Ngada itu kembali dinyatakan lulus 100 persen.
Keberhasilan anak-anak SDK Waepana tak terlepas dari kiat menggapai angka kelulusan yang dilakukan para guru dan orang tua. Jauh sebelum ujian berlangsung, para anak diasramakan. Beberapa ruang kelas dirubah menjadi ruang tidur.
“Saat di asrama, anak-anak hanya tau belajar, belajar dan belajar. Semua kebutuhan disiapkan oleh para orang tua. Hasilnya luar biasa. Anak-anak lulus semua. Kami bangga,” ujar Ketua Panitia Asrama Anak SDK Waepana Tahun 2011, Danus Lada saat dihubungi B7 pertelepon Senin(20/6/11) lalu.
Selama di asrama, lanjut Danus, semua biaya hidup, termasuk makan dan minum ditanggung oleh orang tua murid. Bahkan setiap hari para orang tua dibagi per kelompok untuk memasak buat anak-anak.
“Anak-anak tidak diperbolehkan pulang ke rumah, kecuali pada hari Sabtu dan Minggu. Makan, mandi dan tidur semuanya dilakukan di sekolah. Sedangkan para guru wajib mendampingi anak saat berdiskusi dan belajar dari pagi hingga malam hari. Sikap ini kami lakukan karena hasilnya ampuh. Sebab tahun 2010 lalu anak-anak di sekolah ini lulus semua,” imbuh Danus, promosi.
Upaya Danus dan warga Desa Waepana bisa dibilang sebagai wujud tanggung jawab terhadap pendidikan. Bagi sang ketua asrama yang biasa disapa Yordan itu, pendidikan tidak terlepas dari tanggung jawab orang tua. Kalau orang tua punya kepedulian yang sungguh-sungguh terhadap pendidikan anak, lalu guru profesional menjalankan tugasnya, serta pemerintah bijak memanage kebijakannya, maka hasilnya pasti memuaskan.
“Gerakan kami ini memang kecil, tapi hasilnya maksimal. Buktinya, anak-anak kami lulus 100 persen,” tegasnya.
Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon Foenay, M.Si mengatakan, manajemen sekolah yang baik dan peran orang tua yang aktif akan menghasilkan hasil UN yang diharapkan.
“Setidaknya prosentase kelulusan tahun ini lebih baik dari tahuin kemarin,” ujar Foenay saat mengunjung sejumlah SD di Kota Kupang, belum lama ini.
Sementara itu, Wakil Walikota Kupang, Daniel Hurek meminta kepada para orang tua yang akan mendaftarkan anaknya pada Penerimaan Siswa Baru (PSB) tahun Ajaran 2011-2012 agar dapat memilih sekolah sesuai dengan potensi anak, serta beberapa faktor penunjang lainya yang dapat mebuat kenyamanan bagi anak dalam menuntut ilmu.
“Tidak usah memilih sekola-sekolah tertentu, sebab kenyamanan dan beberapa faktor pendukung dalam belajar harus menjadi pertimbangan para orang tua,” ujar Hurek.

Hurek menyarankan, sebelum mendaftarkan anak, sebaiknya para orang tua melihat dulu potensi si anak agar anak dapat mengembangkan potensi sesuai dengan ilmu yang di dapat dari sekolahnya. Selain itu, jarak sekolah dengan rumah juga perlu dipertimbangkan, agar tidak boros biaya transport, sekaligus dapat mengawasi anak dengan baik. +++chris parera+++

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.