NTT JADI TARGET BANK-BANK NASIONAL



Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon L. Foenay, M.Si menilai posisi Provinsi NTT yang berada di gerbang selatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan berbatasan langsung dengan Negara Democratic Timor Leste (RDTL) dan Australia, sangat terbuka peluang bisnis dan investasi bagi masyarakat NTT dan dunia perbankan nasional.
“Bank Pundi Indonesia Cabang Kupang harus membangun kepercayaan bagi Pemerintah Daerah serta masyarakat NTT umumnya, yang harus bersaiang secara sehat dengan perbankan lain dalam pelayanannya,” tandas Wagub saat meresmikan Kantor Bank Pundi Cabang Kupang dan Businuess Gathering, Kamis malam di Hotel Oriental Kupang.
Menurut Wagub, manajemen Bank Pundi harus berupaya meningkatkan kualitas SDM perbankan secara profesional agar dapat mengelola dan mengembangkan bank dengan pelayanan prima dan didukung dengan perkembangan teknologi sistem informasi sehingga dapat menjadi bank yang sehat, dinamis dan kompetitif yang pada gilirannya dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah serta kesejahteraan masyarakat NTT.
Prospek pembangunan usaha jasa bank di NTT kata Wagub, cukup cerah. “Karena hampir sebagian besar masyarakat NTT terdiri dari kaum petani, nelayan, peternak, pengrajin dan lain sebagainya. Masyarakat NTT sangat membutuhkan dukungan modal sebagai penunjang utama kegiatan-kegiatan usahanya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Saya percaya Bank Pundi mampu membaca peluang-peluang yang ada di NTT dan selanjutnya membuat terobosan-terobosan untuk memperluas jangkauan pelayanan jasa bank sampai ke tingkat masyarakat yang paling bawah,” pinta Wagub sembari berharap agar dengan kehadiran Bank Pundi di Kupang dapat membuka lapangan kerja baru di NTT dan dapat memanfaatkan SDM yang ada di daerah ini.”
Di tempat yang sama Kepala BI Cabang Kupang, Lukdir Gultom dalam sambutannya mengatakan, perkembangan perbankan di NTT saat ini menunjukan akselerasi yang signifikan setelah tahun 2005 sejalan dengan meningkatnya aktivitas perekonomian di NTT. “Hadirnya Bank Pundi di Kota Kupang, maka masyarakat NTT akan memiliki alternatif tambahan dalam menikmati layanan jasa perbankan,” kata Lukdir.
Ikut hadir dalam acara tersebut, Ketua Komisi D DPRD NTT, Jimy Sianto, SE, Direktur Bank Pundi, Teguh Wiyono, Pimpinan Bank Pundi Cabang Kupang. Agus Wibowo, para pengusaha dan sejumlah nasabah Bank Pundi yang ada di Kota Kupang.
Lukdir Gultom menilai kehadirdan dan keberadaan Bank Pundi di wilayah Provinsi NTT semakin menambah tingkat persaingan bisnis keuangan di NTT.
”Saya memandang hal ini merupakan sesuatu yang positif. Persaingan yang semakin kompetitif akan mengakibatkan peningkatan kualitas terutama pelayanan kepada masyarakat,” kata Lukdir dalam sambutannya pada acara peresmian Bank Pundi di Kupang, Kamis malam di Hotel Oriental Kupang.
Menurut dia, kehadiran Bank Pundi di Kota Kupang memberi penilaian kepada masyarakat Kota Kupang dan masyarakat Kota Kupang akan memiliki tambahan alternatif dalam menikmati layanan jasa perbankan, karena setiap bank akan saling berlomba untuk selalu memberikan yang terbaik. Tentu kata dia, dengan tetap memperhatikan pelaksanaan good governance sesuai dengan aturan perbankan yang berlaku. ”Berbagai pengalaman yang terjadi dalam perjalanan industri perbankan nasional, tentunya harus menjadi pelajaran bagi kita semua. Sehingga ke depan bersama-sama kita selalu berkembang menuju arah yang lebih baik,” kata Lukdir.
Dijelaskan, kinerja perbankan di NTT sampai akhir Juni 2011 relatif tetap menunjukkan sentimen positif, baik bagi kondisi makro ekonomi di wilayah NTT maupu secara khusus dari aspek internal perbankan sendiri. Dari total 16 bank umum dan 9 bank perkreditan rakyat lanjut Lukdir, total aset yang dimiliki mencapai Rp 14,96 triliun, meningkat 22,35 %. Jumlah tersebut relatif tinggi, hampir setara dengan 50 % dari kapasitas perekonomian di NTT dalam setahun. ”Kami melihat bahwa peran perbankan di dalam menopang kegiatan perekonomian di NTT sangat signifikan. Terutama dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga intermediasi,” katanya.
Posisi akhir Juni 2011 sebut Lukdir, kredit yang disalurkan telah mencapai Rp 8,97 triliun, meningkat 16,85 % dibanding tahun 2010. Sedangkan dana masyarakat yang dihimpun untuk posisi periode yang sama, tercatat sebesar Rp 11,42 triliun, tumbuh 16.95 %. ”Ini menunjukkan bahwa lebih dari 78 % dana masyarakat yang terhimpun telah disalurkan kembali dalam bentuk kredit untuk menggerakan perekonomian. Pencapaian tersebut didukung dengan jaringan kantor sebanyak 47 kantor cabang bank umum dan 10 BPR,” jelas Lukdir.
Karena itu dengan kehadiran Bank Pundi, Lukdir berharap dapat meningkatkan akselerasi pertumbuhan ekonomi di wilayah NTT, yang pada tahun 2010 lalu tumbuh 5,13 % dibanding tahun 2009. ”Kami juga mengimbau agar insan perbankan terus meningkatkan perhatian kepada sektor ekonomi yang produktif,” ucap Lukdir dan menambahkan, ”Tren pembiayaan di sektor ekonomi produktif oleh perbankan relatif mulai menunjukan perbaikan. Kalau awal tahun 2010 lalu share kredit produktif di NTT sebesar 28 %, maka akhir Juni 2011 naik dikisaran 31 %.” +++verry guru+++

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.