Muscab Partai Demokrat Syarat Rekayasa?


sergapntt.com [Ba’a) – Tujuh PAC Partai Demokrat dari jumlah delapan PAC yang ada membuat surat dukungan tertulis kepada Leonard Haning ditambah DPP dan DPD partai demokrat propinsi yang berpeluang memberi dukungan yang sama membuat mantan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Rote Ndao tidak dapat berbicara banyak. Secara mengejutkan, Drs Lens Haning, MM yang kemungkinan belum mencapai lima tahun menjadi anggota partai demokrat terpilih secara aklamasi menjadi ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Rote Ndao periode lima tahun (2011-2016) dalam musyawarah cabang (muscab) DPC Partai Demokrat Kabupaten Rote Ndao yang digelar di aula Hotel Grace Ba’a, Senin (18/7/2011) siang.

Kemampuan Drs Lens Haning, MM meraih dukungan para pimpinan PAC partai demokrat sehingga secara mudah dan tiba-tiba merebut posisi ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Rote Ndao dari tangan mantan ketua DPC Partai Demokrat Rote Ndao, Nur Ndu Ufi yang saat itu juga tampil mencalonkan diri menimbulkan tanggapan beragam dikalangan masyarakat. Tidak sedikit pula yang terkejut dan bertanya-tanya mengapa bisa seperti itu?
Apakah Drs Lens Haning, MM dipilih dan dipercaya memimpin DPC Partai Demokrat Rote Ndao karena yang bersangkutan saat ini sedang berkuasa dan menjadi Bupati Kabupaten Rote Ndao sehingga diyakini bisa membuat partai politik ini menjadi lebih besar? Apakah selama kepemimpinan sebelumnya, Nur Ndu Ufi kurang bekerja keras membangun partai dan dinilai kurang berjasa terhadap partai? Ataukah, ada dugaan ‘angpao berjalan’ dalam pemilihan ketua DPC Partai Demokrat itu sehingga dengan mudahnya para pimpinan PAC berpaling dari Nur Ndu Ufi dan mendekat pada Drs Lens Haning, MM?
Semua dugaan dan pertanyaan boleh saja dilontarkan, tapi kenyataannya Drs Lens Haning, MM kini telah terpilih secara aklamasi menjadi Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Rote Ndao. Itulah politik. Semua bisa berubah dalam hitungan detik sekalipun jika para politisi piawai dan punya strategi politik yang tepat.
Mantan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Rote Ndao, Nur Ndu Ufi ketika ditemui di kediamannya di Busalangga-Kecamatan Rote Barat Laut (RBL), Selasa (19/7/2011) siang, tersenyum ketika ditanya perihal muscab Partai Demokrat Rote Ndao dan mekanisme pemilihan ketua DPC Partai Demokrat pada muscab tersebut yang mengejutkan, tiba-tiba dan menimbulkan pertanyaan itu.
“Mekanisme yang terjadi dalam muscab Partai Demokrat Rote Ndao memang sudah begitu. Saya tidak bisa berbuat banyak karena forum saat itu termasuk tujuh PAC menyatakan mendukung pak Lens Haning,” kata Nur.
Menyinggung soal keanggotaan Drs Lens Haning, MM yang mungkin belum sampai lima tahun sehingga diduga menyalahi AD/ART partai demokrat, Nur mengatakan, mengenai syarat keanggotaan dan pengurus partai demokrat memang diatur dalam AD/ART. Untuk memiliki kartu tanda anggota (KTA) partai demokrat, seseorang harus mengisi formulir yang ditandatangani DPP, DPD dan DPC dan setahu saya memang pak Lens Haning tidak pernah menandatangani formulir sebagai anggota.
“Tapi pihak DPD Partai Demokrat Propinsi NTT saat itu menjelaskan bahwa mengenai keanggotaan itu kewenangan DPP pusat. Harapan saya hanyalah, agar kedepan Partai Demokrat semakin lebih baik dan lebih menngkat perolehan suaranya dalam pemilu,” kata Nur.
Sementara itu, Yunus Julius Feoh yang mengaku pernah menjadi anggota DPD Partai Demokrat Propinsi NTT, ketika ditemui di tempat yang sama di rumah Nur Ndu Ufi, Selasa (19/7/2011) siang, berkomentar, terpilihnya Drs Lens Haning, MM sebagai ketua DPC Partai Demokrat Rote Ndao merupakan sesuatu  yang tiba-tiba dan mengejutkan.
“Ada apa ni..? Kok tiba-tiba kepemimpinan DPC Partai Golkar Rote Ndao diserahkan secara mudah dengan cara aklamasi kepada Drs Lens Haning, MM yang baru saja bergabung dengan partai ini. Kenapa orang-orang yang selama ini berjuang untukpartai dibuang dan ditinggalkan begitu saja?,” kata Yunus.
Menurut Yunus, dirinya menduga pemilihan ketua DPC Partai Demokrat Rote Ndao tidak murni dan sudah diatur sebelumnya. Bahkan, kepada Nur Ndu Ufi selaku mantan Ketua DPC Partai Demokrat Rote Ndao, Yunus bahkan langsung bertanya apakah Nur Ndu Ufi juga diiming-imingi atau dijanjikan sesuatu untuk bersedia melepas kepemiminannya di partai demokrat. Terhadap pertanyaan Yunus ini, langsung dibantah Nur Ndu Ufi selaku mantan ketua DPC.
Dalam pantauan dan isnvestigasi wartawan, juga terlihat peluang menang Drs Leonard Haning, MM sudah tercium wartawan sejak sebelum dimulainya muscab DPC Partai Demokrat Rote Ndao di aula Hotel Grace-Ba’a. Begitupun ketika muscab selesai, pendapat beragam juga muncul di berbagai kalangan perihal terpilihnya Drs Lens Haning, MM sebagai ketua DPC partai Demokrat Rote Ndao yang baru.
Apapun pendapat umum, baik pro maupun kontra dengan hasil muscab tersebut, hal itu boleh-boleh saja terjadi. Benarkah muscab Demokrat itu syarat rekayasa? Jawabannya: hanya para pihak yang terkait dengan pelaksanaan muscab yang tahu. (Danny Panie)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.