sergapntt.com [KUPANG] – Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon L. Foenay, M.Si meminta kepada Komunitas Perempuan Lintas Batas (KOMPASS) agar bisa bersinergi dengan Kelompok Umat Basis (KUB) dalam menjalankan berbagai program khususnya pemberdayaan ekonomi perempuan dan anak.
”Saya menyambut baik kehadiran KOMPASS. Karena dengar nama saja orang sudah berpikir bahwa KOMPASS punya reputasi global. Berpikir global tapi bertindak lokal. Saya juga minta agar KOMPASS dapat bersinergi dengan KUB,” tandas Wagub saat bertatap muka dengan jajaran pengurus KOMPASS Provinsi NTT yang dipimpin Margaretha Bhubhu, S.Pd.
Menurut Wagub, sinergitas KOMPASS dengan KUB penting karena di dalam KUB ada pendekatan kultural dan religi. Selain itu, Wagub juga meminta agar KOMPASS segera mendaftarkan diri agar organisasi ini mendapat legitimasi formal sehingga memiliki payung hukum dan bisa diterima baik oleh masyarakat.
Wagub berharap agar KOMPASS juga dapat mengenal dengan baik kultur, kebiasaan dan adat masyarakat tempat di mana KOMPASS berkiprah. ”Saya minta juga KOMPASS dapat mengenal kultur dan sejarah masyarakat tempo dulu. Ini bagian dari refleksi budaya,” pinta Wagub seraya mencontohkan dan menyebutkan nama-nama kampung yang ada di wilayah Oepura dan sekitarnya.
”Di situ ada kampung Kadalamea, Pola, Kompleks Mangga Tua atau Kompleks Sosial, Kampung Oepura, Kampuang Oepura Mata Air, Kampung Islam, Oebufulai dan Konfau. Saya harap KOMPASS kenal dan tahu kultur masyarakat dengan baik. Ini hanya salah satu contoh,” sebut Wagub, bersemangat.
Di tempat yang sama, Karo Pemberdayaan Perempuan Setda NTT, dr. Yovita Mitak menjelaskan, perjuangan kaum perempuan selama ini masih belum sampai ke tingkat akar rumput. ”Karena itu kami pikir perlu membuka jaringan dan akses perjuangan kaum perempuan hingga ke tingkat basis,” tegas dia dan mengaku, berdasarkan hasil evaluasi kaum perempuan perjuangan kaum perempuan selama ini belum maksimal. (by. verry guru)
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar