SERGAP NTT -> Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon L. Foenay, M.Si mengatakan, gereja memiliki makna apabila selalu berada dalam simpul persekutuan dan pelayanan untuk meningkatkan iman umatnya.
“Gereja ini akan bermakna apabila berada dalam simpul persekutuan dan pelayanan dalam meningkatkan iman. Dalam pelayanan iman, kasih dan pengharapan; kita semua bersatu hati, satu suara, bekerja sama, bekerja keras membangun harmonisasi kerukunan umat,” ujar Foenay dalam sambutannya usai Kebaktian dan Peletakan Batu Pertama Gereja Betesda Buraen, Jumat (5/8/11).
Menurut dia, setiap pembangunan gereja harus disesuaikan dengan kemauan dan kemampuan jemaat.
“Bangunlah secara bertahap. Tuhan pasti buka jalan bagi anak-anakNYA,” imbuhnya.
Gereja Betesda Buraen, kata Foenay, merupakan simbol dan simpul dari pilar-pilar rohani yang telah diletakan secara fundamental dari tahun 1928.
“Saya kira kita semua tahu sejarah atoin meto. Tahun 1928 banyak dari keluarga atoin meto yang belum bergereja, masih banyak yang hidup dengan nitu alaut makmolo,” paparnya lantas disambut gelak tawa dan tepuk tangan hadirin.
Tetapi lanjut Foenay, inilah dinamika dari perkembangan iman umat. Sehingga dalam perkembangannya, umat Kristiani di NTT menjadi yang terbesar di Indonesia.
“Dibandingkan dengan jumlah penduduk NTT yang 4,6 juta; prosentase tertinggi ada di Provinsi NTT yakni 87,50 % mayoritas beragama Kristiani dan ini merupakan pilar dan mercusuarnya umat Kristiani yang ada di 33 Provinsi, 554 kabupaten, 12 ribu lebih kecamatan dan 21 ribu lebih desa/kelurahan yang ada di Indonesia. Ini tentu jadi satu kebanggaan tetapi sekaligus menjadi tantangan yang cukup berat,” jelas Wagub.
Dijelaskan, hampir seluruh gereja yang ada di lingkungan GMIT yang berjumlah kurang lebih 2016 buah, pendapatan jemaatnya masih relatif rendah. “Meski pendapatannya masih rendah tetapi untuk membangun rumah Tuhan, dengan talenta masing-masing mereka dahulukan pembangunan rumah Tuhan dari pada rumahnya sendiri. Ini suatu kemuliaan bagi nama Tuhan,” ucap orang nomor 2 di NTT yang juga dikukuhkan menjadi Ketua Umum Pembangunan Gereja Betesda Buraen itu.
Foenay berharap, gereja Betesda menjadi simbol dan saksi hidup tentang keagungan dan kemuliaan Tuhan.
“Pada 5 Agustus 2004 silam, saya ada di Gunung Horeb. Di sana masih terpelihara dengan baik puing-puing reruntuhan bangunan dan di bangun sebuah mesbah. Gunung Horeb menjadi obyek pariwisata religius yang sungguh mendunia. Begitu banyak pesiarah yang datang ke gunung Horeb untuk memuliakan Tuhan. Saya harap Gereja Betesda Buraen pun suatu waktu harus menjadi tempat wisata religius yang mendunia,” pintanya. +++verry guru+++
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar