Sergap NTT Online -> SETARA Instute meminta agar proses pengawalan M.Nazaruddin dilakukan secara terbuka. Keterbukaan tersebut merupakan kunci untuk mencegah intervensi pihak-pihak yang berpotensi mengarahkan kesaksian mantan Bendahara Umum Partai Demokrat.
Ketua Badan Pengurus SETARA Institute, Hendardi mengatakan Keterbukaan ini juga penting untuk menjawab keraguan publik atas potensi intervensi terhadap Nazaruddin.
“Keterlibatan pihak independen, jurnalis, atau pengacara publik dalam pengawalan ini bisa dipertimbangkan. KPK dan Polri dua institusi yang memonopoli akses pada tersangka, jelas tidak cukup untuk menjawab kecurigaan publik atas potensi intervensi,” kata Hendardi dalam rilisnya, Jumat (12/8/2011).
Hendardi juga mengharapkan agar publik mencermati secara tajam gerakan pihak-pihak yang diduga potensial mengarahkan kesaksian M. Nazaruddin. Pihak tersebut antara lain Badan Anggaran DPR, Partai Demokrat, KPK maupun Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.
Menurut Hendardi, Nazaruddin tidak bisa dipandang hanya upaya penyelesaian kisruh di Partai Demokrat tapi harus dilihat sebagai momentum membongkar mafia anggaran.
“Selain itu juga sebagai momentum penataan politik penganggaran yang transparan, akuntabel, dan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat,” pungkasnya. +++chris parera+++
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar