FOKDIT Buka Puasa Bersama Santri Hidayatullah Baktakte


Sergap NTT -> Ketua FOKDIT (Forum Kepedulian Kaum Dhu’afa Indonesia Timur), Siti Sauda’h Mustafa dalam safari ramadannya ke Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (14/8/11) melakukan kegiatan buka puasa bersama di Pondok Pesantren Hidayatullah Baktakte, Kupang. Selain buka puasa, Siti juga memberikan santunan berupa uang kepada 153 santri dan 20 pengasuh Hidayatullah.  

Dalam sambutannya, Siti mengatakan, kehadirannya di Pondok Pesantren Hidayatullah merupakan bentuk kepedulian FOKDIT terhadap para santri, pengsuh, pengurus dan keluarga besar Hiadatullah Kupang.
“Saya tidak punya apa-apa. Saya hanya punya kepedulian. Moga-moga kedepan saya bisa membantu lebih banyak lagi,” ujarnya.
Kepada para santri, Siti mengingatkan agar selalu bekali hidup dengan takwa. Jauhi apa pun yang dilarang Tuhan.
“Untuk itu pendidikan harus menjadi tujuan utama. Sekolah baik-baik. Sebab dengan pendidikan yang mapan, semua kebaikan bisa dicapai,” imbuhnya.
Menurut Siti, para santri Hidayatullah dihuni oleh kaum yatim piatu. Karena itu, sudah semestinya mendapat perlakuan dan perhatian yang lebih, baik oleh orang-orang yang mapan secara ekonomi dan spiritual maupun pemerintah.  
“Di Kupang ini,,, banyak orang kaya. Tapi hanya sedikit yang punya kepedulian. Termasuk para Anggota DPR RI asal NTT. Suatu waktu saya pernah menemui para Anggota DPR RI untuk meminta dukungan mereka terhadap pendidikan dan pemberdayaan ekonomi bagi kaum dhu’afa dan anak yatim di NTT. Namun hanya ibu Anita Gah yang merespon. Lewat partisipasinya pula, sejumlah depertemen akhirnya mengucurkan dana ke NTT. Yang lain,,,? Hm,,,,,” paparnya.
Sementara itu, pimpinan Pondok Pesantren Hidayatullah, Ustad Usman Mamang mengatakan penghuni pesantren Hidayatullah berjumlah 153 santri yang terdiri dari laki-laki 55 orang dan perempuan 78 orang. Santri kebanyakan berasal dari Alor, So’e, Adonara, Lembata, Solor dan Kupang. Para santri ini juga merupakan siswa-siswi SMP dan SMA Hidayatullah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada ibu Siti yang sudah mau berkunjung ke Pondok Pesantren Hidayatullah. Semoga hubungan baik ini terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya,” ucapnya.
FOKDIT
Sejak 11 tahun lalu, FOKDIT mencurahkan perhatiannya bagi kaum dhu’afa, pendidikan anak yatim piatu dan masalah kesehatan di wilayah pedalaman dan pesisir di seluruh Indonesia bagian Timur.
Khusus untuk NTT, FOKDIT telah membangun sarana Mandi, Cuci, Kakus (MCK) di Kabupaten Ende dan menyalurkan bantuan Makanan Pengganti Air Susu Ibu (MP-ASI) bagi warga Kabupaten Manggarai Barat, Ende dan Kupang.
Setidaknya, kehadiran FOKDIT telah banyak membantu pemerintah, terutama dalam upaya meminimalisir angka kiemiskinan, kebodohan, kerusakan lingkungan dan buruknya kesehatan.
Bagi Siti, terjadinya kemiskinan dan kerusakan lingkungan lebih dipicu oleh tingginya tingkat pertumbuhan penduduk, rendahnya pendapatan per kapita masyarakat, rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM), lambatnya perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat, serta buruknya sanitasi lingkungan permukiman.
“Selain memberi penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya kesehatan, kita juga membangun MCK bagi warga miskin di pesisir. Fasilitasi ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara baik demi kesehatan dan lingkungan mereka,” papar Siti.
Kata Siti, program Fokdit merupakan bagian dari upaya mensukseskan program Desa Siaga yang dicetuskan oleh pemerintah Pusat, yakni; menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih dengan cara membantu keluarga miskin di daerah pesisir dan pedalaman yang belum memiliki fasilitas MCK.
Selain di daerah pemukiman warga miskin, sasaran pembangun MCK juga di fokuskan di tempat-tempat umum, seperti di pasar tradisional, terminal, lapangan olahraga, kantor desa, sekolah dan tempat – tempat ibadah. (by.chris parera)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.