Bupati Baru Lembata Jangan Balas Dendam


SERGAP NTT -> Pasangan bupati dan wakil bupati baru Kabupaten Lembata di Nusa Tenggara Timur, Eliaser Yentji Sunur dan Viktor Mado Watun, diharapkan tidak melakukan aksi balas dendam terhadap kalangan pejabat dan masyarakat yang tidak mendukung ketika pemilihan umum kepala daerah beberapa waktu lalu. Semuanya harus dirangkul demi pelayanan masyarakat serta tugas pemerintahan yang lebih efektif dan maksimal.
Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Lembata, Petrus Atawolo di Kupang, belum lama ini. Petrus yang juga pelaksana tugas Bupati Lembata berada di Kupang dengan agenda khusus berkonsultasi dengan Gubernur NTT Frans Lebu Raya terkait rencana pelantikan pasangan bupati/wakil bupati baru tersebut.
“Kemungkinan ancara pelantikan antara tanggal 25 dan 26 Agustus mendatang,” tuturnya ketika menunggu giliran bertemu Gubernur.
Dalam pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) Lembata putaran kedua dua pekan lalu, pasangan Yentji/Viktor mengalahkan pasangan Herman Wutun/Viktus Murin. Petrus Atawolo berjanji akan menyampaikan berbagai masukan kepada pasangan Yentji dan Viktor sebelum keduanya dilantik dan mulai bertugas.
“Saya mencatat bahwa sejumlah contoh tugas pemerintahan dan pelayanan masyarakat di daerah lain jadi tersendat hingga macet hanya karena pimpinan daerah yang baru sejak awal justru sibuk menggusur para pejabat yang berbeda pilihan politiknya, dan pada saat yang sama seru dengan aksi balas jasa kepada mereka yang diketahui mendukung. Contoh seperti ini jangan sampai terjadi di Lembata,” harapnya.
Dia berharap para pejabat merangkul semua dan memberi kesempatan yang sama menunjukkan kinerjanya. Hukuman atau penghargaan bukan karena beda pilihan politik, melainkan sepenuhnya berpedoman pada kinerja tugas pejabat bersangkutan. (by. kompas)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.