Wisata “Hobbit” di Gua Liang Bua


SERGAP NTT -> Pada 2003, peneliti menemukan kerangka manusia berukuran satu meter di Gua Liang Bua, Rampasasa, di Kabupaten Manggarai. Sejak itu kabar ada perkampungan manusia kerdil hidup di daerah itu tersebar ke mana-mana.

Kabar itu kemudian dikait-kaitkan dengan keberadaan suku Hobbit, suku yang menjadi tokoh utama di film Lord of The Ring. Di film itu digambarkan suku ini sangat pemalu, namun memiliki kemampuan menjelajah yang jauh. Mereka menggunakan bebatuan sebagai senjata.

“Jika ingin melihat Hobbit, cukup dengan menyediakan Rp 500 ribu,” kata kuncen Gua Liang Bua kepada Michael Casey dari AP (9/3). Tapi tak perlu merasa mahal. Karena jika sabar, anda akan menemukan pemandu yang mau dibayar dengan upah Rp 150 ribu.

Agar laku, cerita lain pun diembuskan. Manusia kerdil penghuni di sekitar gua ini punya leluhur bernama Ebu Gogo, yang suka memakan segalanya termasuk manusia. Sejak saat itu, wisata Hobbit pun di mulai.

Casey lalu dibawa ke perkampungan yang tak jauh dari gua. Titik pertemuan dilakukan di kamar sebuah rumah yang dipenuhi lukisan orang-orang kerdil. Ia dipertemukan dengan Viktor Jehabut, 80 tahun, warga kampung itu.

Viktor memiliki tinggi badan hanya sekitar 1,2 meter. Tapi secara keseluruhan bentuk tubuhnya sama seperti manusia biasa. Kakinya tidak berukuran dua kali lipat kaki orang biasa, seperti yang ada di film. “Dia hanya pendek, tak ada yang aneh,” kata Casey.

Sengan menggunakan bahasa Suku Manggarai, Viktor menceritakan legenda di kampungnya. Bahwa di masa lalu, orang seperti dia di kampungnya bisa menghilang bila dikejar. Dan tidak akan berdarah meski kulitnya disayat. “Cerita kami yang suka makan manusia, tidak benar,” kata Viktor

Viktor dan hidup bersama sekitar 170 orang warga sekampungnya. Penduduk di perkampungan ini semuanya miskin, dan anak-anak kebanyakan tidak bersekolah. Letaknya yang terpencil, sekitar 10 kilometer dari Ruteng, ibukota Manggarai, menjadi penyebab. Kini mereka cukup puas hanya dengan menjadi objek penelitian karena ukuran tubuh mereka, dan dikunjungi para turis yang penasaran ingin melihat “Hobbit” dari dekat. (by. chris parera/web)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.