SERGAP NTT -> Bripda Simon Senoken Medo, ponakan Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya yang sehari-hari bertugas sebagai polisi di Polres Manggarai dipastikan mati bunuh diri. Ia dikabarkan menembak kepalanya sendiri dengan senjata jenis C2 milik satuan Sabara di Pos Jaga Mapolres Manggarai di jalan lingkar luar Ruteng, ibukota Kabupaten Manggarai pada Selasa (23/8/11).
Beberapa saat setelah kejadian, jenasahnya langsung dibawa dan disemayamkan ke ruang jenasah RSUD Ruteng. Sedangkan penyebabnya, hingga kini masih dalam penyelidikan aparat Polres Manggarai.
Kasus polisi bunuh diri juga pernah terjadi pada 28 Mei 2011 lalu. Kala itu Bripda Edwin Leihu (23), anggota Brimob Polda NTT yang berugas di kompi IV Ruteng, Kabupaten Manggarai, tewas bunuh diri setelah bertengkar dengan sang pacar.
Edwin bunuh diri dengan menembak dagunya hingga tembus ke kepalanya menggunakan senapan serbu SS1.
“Dia bunuh diri di kamar mandi kamar kosnya setelah terlibat pertengkaran bersama pacarnya bernama Meylina Mariana Parera,” ujar Kabid Humas Polda NTT Komisaris Antonia Pah kepada wartawan di Kupang, Minggu (29/5/1).
Antonia mengatakan, Edwin bunuh diri Sabtu (28/5) siang, setelah apel sebelum diberangkatkan ke Larantuka, Flores Timur untuk mengawal pemungutan suara Pemilukada di daerah itu. Awalnya, Edwin minta izin kembali ke kos untuk mengambil barang yang ketinggalan. Namun, setibanya di kos, ia malah terlibat pertengakaran dengan pacarnya hingga ia nekat mengakhiri hidupnya dengan menembak dagu hingga tembus ke kepala bagian atas.
Jenazahnya kemudian dievakuasi ke rumah sakit Ruteng, setelah itu diberangkatkan ke kampung halamannya di Sumba Barat untuk dimakamkan. (by. che parera)
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar