SERGAP NTT -> Berto (30), baru pulang dari bekerja pukul 21.00 malam. Seperti hari-hari sebelumnya, hari itu sangat melelahkan baginya. Sesampainya di rumah, ia mendapati anaknya Irma yang berusia 8 tahun yang sedang duduk di kelas 2 SD sudah menunggunya di depan pintu rumah. “Kok belum tidur?” sapa Berto pada anaknya.
Biasanya si anak sudah lelap ketika ia pulang kerja, dan baru bangun ketika ia akan bersiap berangkat ke kantor di pagi hari. “Saya menunggu Papa pulang, karena saya mau tanya berapa sih gaji Papa?”
“Lho,,, tumben, koq nanya gaji Papa segala? Kamu mau minta uang lagi ya?”
“Ah, nggak pa, saya sekedar,,, pengin tahu aja…”
“Oke, kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp.400.000. Setiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja. Jadi gaji Papa satu bulan berapa, hayo?!”
Si anak kemudian berlari mengambil kertas dari meja belajar sementara Ayahnya melepas sepatu dan mengambil minuman. Ketika sang Ayah ke kamar untuk berganti pakaian, sang anak mengikutinya.
Si anak kemudian berlari mengambil kertas dari meja belajar sementara Ayahnya melepas sepatu dan mengambil minuman. Ketika sang Ayah ke kamar untuk berganti pakaian, sang anak mengikutinya.
“Jadi kalau satu hari Papa dibayar Rp 400.000 utuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp 40.000 dong!”
“Kamu pinter, sekarang tidur ya..sudah malam!” tapi sang anak tidak mau beranjak.
“Papa, aku boleh pinjam uang Rp 10.000 nggak?”
“Papa, aku boleh pinjam uang Rp 10.000 nggak?”
“Sudah malam nak, buat apa minta uang malam-malam begini. Sudah,,,! Besok pagi saja. Sekarang kamu tidur…”
“Tapi papa…” “Sudah, sekarang tidur…” suara sang Ayah mulai meninggi.
Anak kecil itu berbalik menuju kamarnya. Sang Ayah tampak menyesali ucapannya. Tak lama kemudian ia menghampiri anaknya di kamar. Anak itu sedang-terisak-isak sambil memegang uang Rp 30.000.
Sambil mengelus kepala sang anak, Papanya berkata”Maafin Papa ya! kenapa kamu minta uang malam-malam begini..besok kan masih bisa. Jangankan Rp.10.000, lebih dari itu juga boleh. Kamu mau pakai buat beli mainan khan?….”
“Papa, saya ngga minta uang. Saya pinjam…, nanti saya kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan.”
“Iya..iya..tapi buat apa??” Tanya sang Papa.
“Saya menunggu Papa pulang hari ini dari jam 8. Saya hanya mau ajak Papa main ular tangga. Satu jam saja pa, saya mohon. Mama sering bilang, kalau waktu Papa itu sangat berharga. Jadi saya mau beli waktu Papa. Saya buka tabungan, tapi cuma ada uang Rp 30.000. Tapi Papa bilang, untuk satu jam Papa dibayar Rp 40.000.. Karena uang tabungan saya hanya Rp.30.000,- dan itu tidak cukup, makanya saya mau pinjam Rp 10.000 dari Papa…”
Sang Papa cuma terdiam. Ia kehilangan kata-kata. Ia pun memeluk erat anaknya sambil menangis.
Mendengar perkataan anaknya, sang Papa langsung terdiam, ia seketika terenyuh, kehilangan kata-kata dan menangis.. ia lalu segera merangkul sang anak yang disayanginya itu sambil menangis dan minta maaf pada sang anak..
“Maafkan Papa sayang…” ujar sang Papa.
“Maafkan Papa sayang…” ujar sang Papa.
“Papa telah khilaf, selama ini Papa lupa untuk apa Papa bekerja keras…maafkan Papa anakku…” kata sang Papa ditengah suara tangisnya. Si anak hanya diam membisu dalam dekapan sang Papa… (*)
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar