Ada Koruptor di PHBI Ende


SERGAP NTT -> Kas Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Ende mulai dipertanyakan tokoh-tokoh muslim Ende. Itu karena penggunaan dan laporan keuangan tidak pernah disampaikan oleh pengurus PHBI, dari periode ke periode. Padahal setiap tahun puluhan juta rupiah terkumpul dari umat muslim se Kabupaten Ende. Ini jelas bahwa di tubuh PHBI Ende terdapat koruptor berpeci.
“Dari tahun ke tahun PHBI Kabupaten Ende mengumpulkan uang dari kotak amal cukup banyak, tapi anehnya sound system saja, PHBI tidak bisa memiliki. Setiap hari raya, PHBI mesti menyewanya. Kemana uangnya, tandas Kifly Bambang K. Suwetty, ST.
Tokoh muda Muslim Ende ini sangat kecewa dengan kinerja pengurus PHBI. ”Saya sangat kecewa pak. Setiap hari raya di Lapangan Pancasila Ende, jama’ah yang sholat berjubel tumpah ruah sampai ke Jln.Soekarno, dan Saf yang paling terakhir sampai di depan BRI Cabang Ende itu diperkirakan 20 ribu jama’ah. Kita kalikan saja rata – rata Rp 2 ribu itu per jama’ah. Itu berarti sudah Rp 40 juta per hari raya. Dalam setahun dua kali hari raya, jadi Rp 80 juta. Belum lagi hewan kurban sapi dan kambingnya yang pembagiannya tidak merata. Kemana semua itu uang, sergahnya.
Saat disinggung soal kepengurusan PHBI Ende periode 2011 2015, Bambang menjelaskan bahwa untuk kepengurusan yang baru, PHBI diketuai oleh H. Husen H.A. Ka’e Sumby. Hanya saja kepengurusan PHBI 2011-2015 itu tidak mewakili seluruh elemen Muslim di Ende. Sebab pemilihan hanya dilakukan secara sepihak oleh Kantor Depertemen Agama (Depag) Ende. 
Kapan musyawarahnya? Tidak ada! Tiba-tiba ada SK. Para pengurusnya pun diambil dari orang-orang dekatnya saja. Ini berpeluang lagi terjadi KKN,” sergah Bambang.
Saat ditemui B7 pada Rabu (6/4/11) di kediamannya, Ka’e Sumby mengaku ia tak tahu menahu soal kas PHBI. Sebab ia baru dipilih sebagai pengurus PHBI.
“Itu hak umat untuk mengkritisi jika ada yang tidak beres. Tapi, terus terang saya tidak tahu menahu soal uang itu,” ucapnya.
Soal tudingan Bambang bahwa kepengurusan PHBI 2011-2015 tidak sah karena ditunjuk secara sepihak oleh Depag Ende, Ka’e Sumby menjelaskan, “Begini ade… Setelah mendengar dari Depag, saya kumpulkan teman-teman. Kami musyawarah membentuk kepengurusan lalu kami sampaikan ke Depag. Mengenai tudingan bahwa kepengurusan selama ini tidak koorperatif dan sarat KKN, saya secara pribadi sangat menyayangkan; kenapa sih kita saling sikut dan fitnah. Jadi pengurus juga tidak di gaji. Itukan soal amal kita…Coba ade bayangkan setiap hari raya kita mengeluarkan biaya Rp. 4 juta. Berapa sih pemasukan setiap hari raya. Ini sudah dekat Maulid Nabi, mau di rayakan bagaimana? Saya sangat sayangkan, Hari Raya 1 Muharram yaitu Hari Raya Tahun Baru Islam hanya dirayakan dengan gerak jalan saja, sementara ada beberapa kuburan Islam seperti hutan,Tidak ada yang bersihkan. Kenapa dengan moment ini kita tidak gunakan untuk membersihkannya .. Kita toh akan kesana…akan mati juga”. 
Lalu bagaimana dengan uang yang dikumpulkan dari kotak amal setiap hari raya itu? Sambil memelas Ka’e Sumby mengatakan, “Tunggu…tunggu ade, ada SK dulu baru saya komentar. Saya juga heran kemana ya,,, uangnya?”.
Surat Terbuka Buat PHBI Ende Periode 2011 – 2015
Dalam suratnya yang dikirim kepada B7 melalui mail B7, Kifly Bambang K. Suwetty, ST menulis; bersama ini atas nama pribadi , saya mengucapkan provisiat atas terbentuknya kepengurusan baru PHBI Ende periode 2011 -2015. Melalui surat ini, saya ingin sampaikan beberapa kritikan yang bersifat membangun bagi PHBI.
1.       Diharapkan PHBI Periode 2011 – 2015 akan lebih baik dari periode-periode sebelumnya.
2.       Diharapkan adanya keterbukaan, baik dari segi menejemen maupun dari kebijakan – kebijakan yang diambil nantinya. Sehingga umat dapat memahami apa yang dilakukan PHBI. Sehingga Tidak Ada Dusta Diantara Kita.
3.       Kepada Para pengurus yang sudah dipercayakan oleh Depertemen Agama Kabupaten Ende dalam mengurus PHBi Periode 2011 – 2015, yang dianggap mampu (Sesuai dengan SK No. 90 ,Tahun 2011, Menimbang pada Point. C) berdasarkan pertimbangan ataupun kriteria-kriteria tertentu, kami harapkan tanggung jawab dan amanah umat ini “dititipkan Pada Pundakmu”
4.        PHBI 2011 – 2015 menurut pemikiran saya adalah suatu rentan waktu yang cukup lama, diharapkan nantinya dapat ditumbuh kembangkan pendewasaan  baik itu pemikiran ataupun kebijakan yang ditempuh, serta perlu dipersiapkan adanya kaderisasi umat kedepan nantinya.
5.       Perlu adanya Program Kerja , baik itu jangka pendek maupun jangka panjang yang di rancang, serta adanya konsekwensi realisasi program kerja PHBI.
6.       Perlu adanya pendataan dan survei menyangkut masalah kaum dhu’afa, aplikasinya adalah adanya pemerataan di dalam pendistribusian pembagian hewan hurban.
7.       Mengangkut masalah Infaq, sedekah atau apapun bentuknya dari hamba Allah sebaiknya dapat diinforamsikan kepada umat secara Transparan, sehingga  tidak menimbulkan fitnah nantinya. Solusinya menurut saya, perlu di umumkan ataupun dibuat selebaran yang dapat ditempelkan pada majalah dinding pada masjid – masjid yang ada, setiap selesai melaksanakan pelaksanaan hari – hari besar Islam (Sesuai SK No. 90, Memutuskan, Diktum Kedua).
8.       Kepada Seksi Upacara dan Perlengkapan, kalau bisa tolong dipersiapkan Tempat Wudhu di sekitar Areal Pelaksanaan Kegiatan Sholat Idul Fitri ataupun Idul Adha, Hal ini mengantisipasi apabila ada Jama’ah yang belum sempat wudhu dari rumah karena tergesa –gesa.
9.       Khusus bagi adik – adik DKC (Yang biasanya berseragam Pramuka) sebaiknya dalam mengumpulkan Amal Jariyah dari Hamba Allah tidak perlu berjalan mengelilingi Jama’ah. Solusi saya; pada pintu masuk Para Jama’ah Sholat Idul Fitri maupun Sholat Idul Adha disiapkan Kotak Amal yang dipandu oleh Adik – Adik DKC
Demikian Surat Terbuka Ini saya buat sebagai rasa tanggung jawab dan rasa memiliki PHBI, dan wujud kepedulian saya. Diharapkan hal ini dapat berguna dan bermamfaat demi hari esok yang lebih baik. (by.mokhtar wanda)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.