Golkar dan Demokrat “Berkelahi”


SERGAP NTT -> Saling klaim mulai terjadi. Anggota DPRD NTT besutan PDIP, Drs. Kristo Blasin bak artis yang diidolakan banyak orang. Politisi dengan jam terbang tinggi ini mulai jadi rebutan sejumlah kandidat Calon Walikota Kupang periode 2012-2017. Ia digadang-gadang sebagai Calon Wakil Walikota paling populer. Itu sebabnya Drs. Daniel Adoe dikabarkan ingin berpasangan dengan Kristo Blasin. Tapi rumor beredar, Kristo Blasin lebih sreg apabila berpasangan dengan Anggota DPR RI asal Partai Demokrat, Dr. Jefri Riwu Kore (JRK). Bahkan pasangan ini telah direstui oleh Partai Demokrat dan PDIP. Ah,,,,?
Hampir empat pekan antara Maret – April 2011, santer terdengar kalau JRK akan berpasangan dengan Kristo Blasin. Kabar ini melecut setelah JRK dan Kristo Blasin bertemu di Jakarta. Keduanya telah sepakat untuk maju bersama. Bahkan Ketua DPD PDIP NTT, Drs. Frans Lebu Raya dan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum disebut-sebut telah merestui mereka. Namun pasangan ini masih “malu-malu” untuk diketahui publik. Itu karena Demokrat dan PDIP punya mekanisme penetapan Calon Walikota dan Wakil Walikota yang mesti dihormati.
“PDIP akan menetapkan Calon Walikota dan Wakil Walikota melalui penjaringan dan survei,” ujar Wakil Ketua DPD PDIP NTT, Kornelis So’I, SH saat bincang-bincang dengan B7 di Kantor DPRD NTT, akhir pekan lalu.
Mekanisme PDIP hampir sama dengan Demokrat. Menyongsong Pemilukada Kota Kupang, DPD Partai Demokrat NTT akan membentuk Tim 9 yang terdiri dari DPP 3 orang, DPD 3 orang dan DPC 3 orang. Kinerja Tim 9 akan dilatari semangat “Melanjutkan bakti untuk negeri, Demokrat untuk semua”
“Demokrat well came bagi siapa saja. Baik itu kader partai atau non partai. Siapa saja boleh mendaftar. Setelah pendaftaran, Tim 9 akan melakukan penyaringan dan penetapan. Hasil penetapan Tim 9 kemudian disurvei. Hasil survei ini lalu dikirim ke Jakarta untuk ditetapkan oleh DPP,” ujar Ketua DPD Partai Demokrat NTT, Jhon Kaunang saat ditemui B7 di Sekretarian Partai Demokrat NTT di Kupang, Selasa (19/4/11).
Namun untuk langgeng ke Pemilukada Kota Kupang, Partai Demokrat mesti berkoalisi. Sebab kursi yang dimiliki Demokrat di DPRD Kota Kupang hanya 3.
“Ya, Demokrat mesti berkoalisi dengan partai lain. Tapi,,, itu tugas calon. Dia mau cari siapa itu tugas dia. Termasuk koalisi. Itu tanggungjawab calon yang ditetapkan oleh Demokrat. Dia harus bisa mengarsiteki gabungan koalisi,” tegas Kaunang seraya menambahkan, “Kader Partai Demokrat yang telah berkomunikasi dengan saya bahwa mereka akan maju sebagai Calon Walikota antara lain Jefri Riwu Kore, Rikardus Wawo dan Eki Madi. Tapi keinginan mereka itu tergantung hasil survei nanti”.
Kepastian bahwa JRK akan berpasangan dengan Kristo Blasin disampaikan juga oleh JRK. Kepada B7, JRK mengaku telah membangun komunikasi dengan Kristo Blasin. Namun semua itu masih akan disurvei lagi oleh Demokrat dan PDIP.
“Ya, kami sudah bertemu. Tapi semuanya tergantung hasil survei,” ucap JRK.
Hm,,, Kristo Blasin bagaikan bidadari yang sedang diperebutkan banyak orang. Maklum,,,! Pria asal Kabupaten Sikka ini dikenal sebagai politisi berwibawa, tenang, elegan dan disenangi banyak orang. Itu sebabnya hasil penjaringan Komisariat Kelurahan (Kumlur) Partai Golkar se Kota Kupang juga menempatkan Kristo Blasin sebagai Calon Wakil Walikota yang paling diminati masyarakat Kota Kupang.
Diatas kertas, paket JRK – Kristo Blasin atau Daniel Adoe – Kristo Blasin berpeluang menang. Itu sebabnya kenapa Golkar dan Demokrat ‘berkelahi’ merebut Kristro Blasin. Selain Kristo Blasin, penjaringan Kumlur Golkar juga menempatkan Daniel Adoe diurutan pertama sebagai Calon Walikota Kupang.
“Dari 32  nama Bakal  Calon Walikota dan 36 Bakal Calon Wakil Walikota yang dijaring Kumlur Partai Golkar, saya dan Kristo Blasin berada di urutan teratas,” ujar Daniel Adoe kepada wartawan di Kupang,(18/4/11).
Menurut Ketua DPD II Partai Golkar Kota Kupang yang kini sedang menjabat sebagai Walikota Kupang itu, hasil penjaringan Kumlur tersebut akan diteruskan ke DPD I Partai Golkar NTT dan DPP Partai Golkar untuk disurvei oleh lembaga survei yang ditunjuk oleh DPP.
Dari 32 nama Balon Walikota yang dijaring Kumlur Partai Golkar diantaranya terdapat  Viktor Lerik, SE (Ketua DPRD Kota Kupang), Jefri Riwu Kore, Jonas Salean (Mantan Sekda Kota KUpang), Hari Teofilus (mantan Kadis Perhubungan NTT), Fredik Ndolu (Mantan Wartawan RRI), dan Drs. Daniel Hurek (Wakil Walikota Kupang).
Bagi Daniel Adoe, hasil penjaringan Kumlur telah memberi sinyal akan terjadinya koalisi antara Golkar dan PDIP. Itu artinya peluang sudah tertutup bagi Wakil Walikota, Drs. Daniel Hurek untuk kedua kalinya mendampingi Daniel Adoe menuju arena suksesi Pemilukada. Sebab, jauh sebelum penjaringan Kumlur Golkar diumumkan, Dan-Dan (Daniel Adoe-Daniel Hurek) digembar-gembor akan membuka jilid 2 kepemimpinan mereka.   
“Tidak benar kalau ada yang mengatakan bahwa saya sudah punya calon pendamping. Sebagai kader Golkar, saya tahu bahwa untuk menentukan Calon Wakil Walikota harus melalui tahap  penjaringan dari bawah. Nah, hasil penjaringan telah menempatkan Kristo Blasin di urutan pertama, maka tidak tertutup kemungkinan terjadi koalisi antara Partai Golkar dan PDIP di Pemilukada Kota Kupang. Tapi kita lihat saja perkembangan kedepan. Karena politik sewaktu-waktu bisa berubah,” tandasnya.
Namun sejumlah analis menyebut, penjaringan Kumlur Golkar merupakan upaya mematahkan jembatan politik yang telah dibangun JRK dan Kristo Blasin. Bisa dibilang Kristo Blasin sedang digeret oleh Partai Golkar untuk tinggalkan JRK dan “bermadu kasih” bersama Daniel Adeo menuju Kupang Campionsip 2012-2017. Bisa benar-bisa juga tidak. Namun yang pasti Kristo Blasin diminati JRK dan sayup-sayup terdengar sedang dibidik Partai Golkar untuk berpasangan dengan Daniel Adoe.
Seteru JRK dan Daniel Adoe pernah terjadi di Pilkada Kota Kupang 2008-2012. Kalau itu paket Dan-Dan mengungguli JRK – Yohanes Dae dengan skor 40.801 (26,18 %) – 33.086 (21,47 %). Sedangkan suara sisanya diraih paket Al Foenay – Agas Andreas 32.705 (21,22 %), Jonas Salean – Aleksander Ena 24.796 (16,09 %) dan Djidon de Han – Bele Antonius 22.700 (14,73 %).
Kini pertarungan ulang bakal terjadi lagi antara Daniel Adoe dan JRK. Peluang menang pun 50:50. Semua tergantung pilihan warga Kota Kupang. Data Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Presiden 2009 menyebutkan, total pemilih Kota Kupang berjumlah 219.675 orang yang terdiri dari  Kecamatan Kelapa Lima 40.913, Kecamatan Kota Lama 21.911, Kecamatan Oebobo 50.525, Kecamatan Kota Raja 33.904, Kecamatan Alak 31.595 dan Kecamatan Maulafa 40.827.
Kristo Blasin Dukung Rikardus Wawo
Informasi yang berhasil direkam B7 mengatakan, jauh sebelum Penjaringan Kumlur Golkar diumumkan, Kristo Blasin telah nyatakan sikap tidak akan maju sebagai Calon Walikota atau Wakil Walikota Kupang pasca Dan-Dan.
Suatu hari di gedung DPRD NTT bertemulah Kristo Blasin, Rikardus Wawo dan Kornelis So’i. Tiba-tiba Kornelis So’i menghampiri Rikardus Wawo seraya berkata, “Pak Dus (Maksudnya Rikardus Wawo) sebaiknya mundur sudah. Mari kita dukung pak Kristo (Blasin)”. Mendengar itu, Wawo pun membalas dengan tatapan diam sambil tersenyum kecil. Dari sudut yang lain Kristo Blasin nyeletuk, “Jangan,,,,! Jangan halangi Dus. Biarkan dia maju. Dia itu kerja sudah lama. Bahkan semua strategi sudah saya berikan kepada mereka”.
Dukungan kepada Rikardus Wawo juga disampaikan Kristo Blasin saat memberi sambutan pada kegiatan pemancangan tiang Kapel Naimata, di lingkup Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui, di Kecamatan Maulafa, Kota Kupang pada awal 2011. Kepada para hadirin yang terdiri dari pengurus paroki dan tokoh-tokoh umat setempat, Kristo Blasin mengatakan, “Bapak-bapak, ibu-ibu, saudara-saudari sekalin, di tengah kita ini hadir juga pak Rikardus Wawo, Calon Walikota Kupang”. Serta merta para hadirin tepuk tangan sambil menoleh ke arah Rikardus Wawo. Sejenak kemudian Kristo Blasin pun menyela, “Jangan hanya tepuk tangan. Tapi, pilih orang baik ini”. 
Namun seiring berjalannya waktu, konstelasi politik pun berubah. Petinggi DPD PDIP NTT memaksa Kristo Blasin untuk maju bertarung sebagai Calon Wakil Walikota. Dengan berat hati, Kristo Blasin menurutinya. Syarat dengan perhitungan matematika politik, Kristo Blasin kemudian dipertemukan dengan JRK di Jakarta. Alhasil terjadi kesepakatan antara JRK dan Kristo Blasin untuk sehidup semati menuju pelaminan suksesi.
Sepulang dari Jakarta, PDIP langsung rapatkan barisan. Semua seiya sekata “Kali ini PDIP dukung JRK dan Kristo Blasin”. Sayang, komitmen ini tidak bertahan lama. Sebab, ketika pergerakan Partai Golkar terdeteksi oleh PDIP bahwa Daniel Adoe akan maju sebagai Calon Walikota Kupang jilid 2, PDIP pun langsung ‘merapat’ ke kubu Daniel Adoe. Komunikasi yang dimulai PDIP itu menuai respon positif dari Daniel Adoe. Tak heran bila kini bergelinding isu kalau Kristo Blasin akan berpasangan dengan Daniel Adoe. (by. chris parera)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.