SERGAP NTT -> Kepedulian terhadap masyarakat miskin terus ditunjukan Yayasan Puteri Indonesia Timur (YAPIT). Dibawa pimpinan Mariam Wilhelmina Siska, YAPIT mengarahkan perhatian ke daerah-daerah pesisir dan pedalaman. Taman baca dan MCK (Mandi, Cuci, Kakus) dibangun. Diantaranya di Desa Kebirangga, Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende.
“Di beberapa tempat di NTT telah kami bangun MCK. Misalnya di Desa Ile Mandiri, Kecamatan Bolok, Kabupaten Kupang. Ini adalah Program Bantuan Sosial yang sudah dilakukan oleh yayasan Kami”, ujar Mariam Wilhelmina Siska.
Menurut ibu beranak 3 yang beperawakan hitam manis ini, kendati YAPIT baru berdiri pada tahun 2008, namun YAPIT telah berbuat banyak untuk masyarakat NTT. Itu karena kepedulian terhadap sesama.
“Sebagai putri daerah, saya merasa wajib untuk berbuat sesuatu guna mendukung dan membangun NTT. Ada beberapa bidang kegiatan sosial yang kami programkan, yaitu di bidang kesehatan, pertanian, perikanan, dan bidang pendidkan,” paparnya.
Program bidang pendidikan yang saat ini tengah dijalankan yakni, pembangunan fasilitas taman bacaan untuk daerah pesisir dan pedalaman, tepatnya di Desa Kebirangga, Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende. Bangunannya sendiri sudah dilengkapi dengan MCKnya.
“Di Kebirangga, lahan disediakan oleh Pemerintah Desa (Pemdes). Tanah itu luasnya 40 x 30 m2. 4 x 6 m2, kami bangun taman bacaan. Rencananya kami akan bangun lagi di desa-desa terpencil sedaratan Flores. Untuk itu, bagi Pemdes di daerah pesisir atau pedalaman yang memiliki lahan kosong untuk dibangun fasilitas umum, dapat mengajukan proposal atau permintaan bantuan kepada YAPIT. Setelah itu kami akan melakukan survei. Jika layak, maka kami akan bantu,” imbuhnya.
Yayasan YAPIT berkedudukan di Jakarta. Sekretariatnya berada di Jalan Bangka Raya No. 80. Peca Raya- Jakarta Selatan. Di dalam YAPIT, Anggota DPR RI Komisi V asal Partai Golkar, Yoseph Nai So’I berperan sebagai Penasehat Umum yang juga membidangi masalah infrastruktur.
Berkat perjuangan Yoseph Nai So’I cs, sejumlah program pusat masuk sampai ke desa-desa. Diantaranya Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPIP) senilai Rp. 250 juta yang diterima setiap desa di NTT.
“Pada kesempatan ini juga, saya sampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh donatur yang telah bersama YAPIT membangun NTT tercinta. Kita sama-sama tahu bahwa desa-desa di NTT adalah bagian dari 36 ribu desa tertinggal di Indonesia. Kami akan terus berjuang agar desa-desa di pesisir dan pedalaman NTT seluruhnya ikut merasakan hasil program YAPIT. Kami juga berterimakasih kepada Bapak Kepala Desa Kebirangga, Abraham Kelana, mosalaki dan masyarakat Desa Kebirangga yang telah menyerahkan tanah desa untuk kami bangun taman baca,” ucap Mariam, tulus. (by. chris parera)
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar