Anda Agen Perubahan?


SERGAP NTT -> Revolusi selalu digerakan oleh kaum muda. Sebab, jiwa pemuda cenderung ingin ada perubahan yang cepat. Itu sebabnya Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo, Thomas Tiba Owa, S.Ag alias Toti selalu mewanti-wanti para pengurus dan anggota Perhimpunan Mahasiswa Nagekeo (Permasna) agar bisa menjadi agen perubahan yang selalu berpikir orisinil, berbobot dan brilian bagi  kehidupan masyarakat Nagekeo yang adil dan makmur. 
Dalam gerakan pembangunan, peranan generasi muda akan lebih ampuh memberikan perubahan bagi masyarakat. Sebab, kaum muda lebih mampu bergerak cepat.
Kaum muda merupakan generasi masa depan bangsa dan daerah. Pemuda merupakan agen perubahan (agen of change). Apakah anda (yang baca ini) juga agen perubahan? Spirit ini mesti didahului oleh kemauan, semangat dan kualitas. Sehingga perjuangan akan berakhir sesuai dengan cita-cita,” ujar Toti dalam sambutannya saat membuka kegiatan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Jurnalistik yang diselenggarakan dan diikuti 335 anggota Perhimpunan Mahasiswa Nagekeo (Permasna) Kupang di Hotel Sasando Kupang belum lama ini. 
Menurut Toti, posisi tawar pemuda yang tinggi di dunia pembangunan menunjukan betapa pentingnya peran yang harus diemban oleh kaum muda demi kemajuan peradaban. Untuk itu potensi positif yang dimiliki harus terus diberdayakan.
“Diklat kepemimpinan ini merupakan ekspresi perubahan. Ini hendaknya dimaknai sebagai upaya untuk lebih mengasah kualitas diri dan lebih kreatif sebagai modal untuk ikut terlibat aktif dalam membangun masyarakat dan daerah,” ucapnya.
Selain itu,  lanjut Toti, rangkaian kegiatan diklat kepemimpinan  merupakan sarana untuk membangun diri, membangun komunikasi dan menyamakan persepsi. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat dimanfaatkan jajaran Permasna untuk lebih matang dan mantap menempatkan sikap dan mental. Sehingga kedepan menjadi lebih peka dan tanggap menghadapi berbagai persoalan hidup yang terjadi di tengah-tengah masyarakat Nagekeo.
Sekecil apapun yang dibuat setidaknya ada manfaat bagi masyarakat banyak. Membangun daerah otonom baru seperti Nagekeo, haruslah dimulai dari hal-hal kecil. Kita harus mulai membenah diri, membangun, mengembangkan dan meningkatkan segala apa yang kita miliki.
Kita tidak boleh berpangku tangan. Mari kita bergandengan tangan membangun Nagekeo menuju kabupaten yang maju, mandiri dan sejahtera.
Terbentuknya Nagekeo merupakan perjuangan bersama seluruh komponen masyarakat, baik tua-muda maupun laki perempuan. Nagekeo lahir dari rahim aspirasi masyarakat dan hidup demi kepentingan dan keberlanjutan hidup masyarakat Nagekeo.
Saya perlu tegaskan bahwa, salah satu tujuan pembentukkan Kabupaten Nagekeo adalah terwujudnya masyarakat Nagekeo yang cerdas, memiliki karakter bermitra, mandiri, menolak semua bentuk kekerasan dan membina sikap saling menghormati. 
Selama tiga tahun lebih perjalanan penyelenggaraan kegiatan  pemerintahan ada banyak hal dan menjadi tugas-tugas yang telah dilaksanakan, namun kita perlu merefleksikan bersama apabila terdapat hal-hal yang belum terselesaikan, yang kurang berkenan atau telah terjadi kekeliruan hendaklah dengan sikap bijak untuk segera malakukan perbaikan sedini mungkin.
Kita semua memahami bahwa kabupaten kita ini baru, kita dihadapkan dengan berbagai tantangan dan keterbatasan sarana dan prasarana maupun Sumber Daya Manusia (SDM), tetapi hendaklah keterbatasan ini memacu kreatifitas dan semangat juang kita untuk terus beraktif  melakukan hal-hal yang terbaik bagi masyrakat.
Kita harus melihat peran kita masing-masing bahwa kepentingan masyarakatlah yang harus menjadi primadona perjuangan kita. Sejenak kita menoleh kebelakang untuk kita berbenah diri, sehingga perjalanan kita kedepan labih baik dan berarti dari hari-hari sebelumnya. Tuhan pasti selalu bersama kita asalkan kita mau berpaling padaNya.
Landasan kualitas moral yang tangguh dan terpercaya perlu dimiliki oleh setiap generasi muda. Dengan demikian setiap peribadi orang muda sangat memerlukan keseimbangan dan keserasihan antara pengetahuan, keberanian dan etika. Jika kita mengabaikan salah satu dari ketiga faktor tersebut maka kita akan kehilangan kepercayaan diri dalam bergaul dan berkomunkasi.
Jangan menjadikan orang muda sebagai manusia yang miskin arti dan bertentangan arti, tetapi jadilah manusia yang kaya arti. Manusia miskin arti sama dengan manusia yang tidak memiliki makna bagi lingkungan sosialnya, dia bekerja namun tidak mencintai pekerjaanya dan sering menghindari tanggung jawab. Manusia bertentangan arti sama dengan manusia yang tidak saja miskin arti tetapi juga miskin norma dan nilai. Dia lebih banyak menuntut hak dari pada kewajibannya. Jadilah manusia kaya arti yang artinya manusia yang mampu melaksanakan semua tugas dan kewajiban karena dia mencintai pekerjaan dan karyanya, serta memberikan nilai tambah bagi lingkungan sosialnya.
Hindari berpikir negatif tentang orang lain. Berpikirlah selalu tentang kebaikan orang lain, karena jika kita selalu berpikir negatif tentang orang lain, maka akan semakin tersiksa tentang diri kita.
Bila hati kita bersih, maka wajah pun akan terlihat cerah, perilaku santun, kata – kata terjaga dan sikap kasih sayang akan terpancar dari diri peribadi orang muda. Bila kita mampu membersihkan jasmani dan rohani kita maka kita akan menjadi peribadi yang indah yang disukai Allah dan sesama. Biar wajah kita tidak tampan dan menarik, tapi peribadi kita menawan bagi semua orang.

“Saya ajak kepada semua orang muda untuk terus membekali diri dengan wawasan kebangsaan yang memadai sehingga tidak terjebak dalam kotak-kotak primordial. Kaum muda harus mampu memposisikan diri sebagai potensi yang proporsional, lintas kepentingan, dan menempatkan diri di atas segala lintas suku, agama, ras dan golongan,” pinta Tiba Owa, mengingatkan. (by. chris parera)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.