Ketua DPRD Nagekeo Dihipnotis, Uang dan Perhiasan Amblas


SERGAP NTT -> Kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat, tapi kesempatan bisa membuat penjahat gelap mata. Waspadalah…. Waspadalah…. Rupanya peringatan Bang Napi presenter berita kriminal di RCTI ini tidak dimaknai oleh Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo, Gaspar Batubata. Sebab, Rabu (12/1/11) lalu, pria berperawakan tinggi besar yang juga Ketua DPC PDIP Nagekeo itu di rampok oleh sekelompok penjahat di bilangan Pasar Baru Jakarta. Uang jutaan rupiah dan perhiasan seperti gelang mas, jam tangan, hand phone Nokia comunikator, bahkan sepatu dan kaus kaki miliknya amblas dibawa kabur oleh perampok.
Saat itu, kata Batubata, jarum jam sedang menunjukan pukul 20.00 WIB. Sehabis memperbaiki hand phone di bilang Pasar Baru, ia menyebrang jalan hendak pulang ke penginapan. Tiba-tiba ia tak sadarkan diri. Ketika bangun dari tidur akibat pengaruh hipnotis ia baru sadar kalau dompet dan barang-barang lain yang dipakainya raib. 
“Biasalah…,” ujar Gaspar Batubata sembari berusaha menutup-nutupi apa yang sebenarnya terjadi ketika ditemui Berita 7 di pelataran kantor DPRD Nagekeo, Senin (17/1/11).
Informasi yang diterima Berita 7 dari Jakarta menyebutkan Batubata bukan dihipnotis di jalan di Pasar Baru dan bukan pula pada pukul 20.00 WIB. Ia terkena hipnotis di hotel Deo Dora, tempat dimana ia menginap di seputaran Mangga Besar Jakarta.  Kejadiannya pada pukul 04.00 dini hari dan bukan pukul 20.00 WIB seperti yang dibeberkan Batubata.
Informasi ini dibenarkan juga oleh sejumlah warga Nagekeo yang berpapasan dan ngobrol dengan Berita 7 di Mbay dan Bajawa. Bahkan Wim de Rosari (wartawan HU. Flores Pos) juga mendengar kabar yang sama dari Jakarta.
“Iya teman. Saya dengar begitu. Katanya dia dihipnotis jam 4 pagi. Saya tidak habis pikir. Kemana dia jam segitu. Koq bisa kena hipnotis. Katanya dia punya uang habis. Gelang lenyap. Jam tangan hilang. Bahkan sepatunya pun katanya dibawa pergi oleh si penghipnotis. Koq bisa,” papar Wim sambil sesekali geleng-geleng kepala saat bincang-bincang sambil ngopi sore dengan Berita 7 di sebuah warung kopi di Danga, Mbay, Senin (17/1/11) sore.
Karena informasi yang simpang siur, kini petaka yang dialami Batubata di Jakarta itu menjadi bahan gunjingan utama warga Mbay, sejumlah politisi dan kebanyakan birokrat Nagekeo. Bahkan dari rekaman Berita 7 di Mbay, ada warga yang memastikan kalau Batubata terkena hipnotis di pub atau diskotiik. Prediksi ini sangat beralasan. Sebab Batubata punya kebiasaan melepas lelah dengan cara refresing ke tempat karoke atau pub. Buktinya, Kamis (28/01/2010) lalu, Batubata dipergoki Berita 7 sedang bertandang ke Pub Bogenvile Kupang. Ia ditemani Marsel Damara (Anggota DPRD Nagekeo) dan Ho’i (kontraktor asal Bajawa) melewati malam sambil karoke dan ditemani cewek “nakal” berpenampilan mini plus di VIP Room “Prambanan” Bogenvile.  Asal tahu saja, kebanyakan gadis-gadis yang terjerembab di arena pub atau diskotik biasanya selalu on alias siap pakai. Mau short time atau long time, terserah…! Bagi mereka yang penting bisa menghasilkan uang. Pria hidung belang yang berumur tua atau muda  tak penting bagi mereka. Yang penting ada uang…uang…uang…!
Ah… tak ada yang tahu pasti. Apa sesungguhnya yang terjadi di Jakarta. Batubata sendiri enggan mengomentari lebih rinci. Dari mulutnya hanya keluar kata, “Biasalah….”. Entah apa maksudnya!
Yang pasti hipnotis mengandung sugesti baik dari orang lain maupun dari diri sendiri. Hipnotis bukanlah keadaan seperti “kesurupan.” Keadaan seorang yang dihipnotis memang seperti orang yang sedang “tidak sadar” bahwa ia sedang mengikuti petunjuk orang lain. Tetapi biasanya orang yang dihipnotis sudah “menyetujui” sugesti yang diucapkan oleh seseorang atau dirinya. Pada praktek yang ditunjukkan di televisi selama ini, hipnotis tidak bisa digunakan untuk melakukan sesuatu yang berlawanan dengan apa yang dipercayai oleh orang yang dihipnotis. (by. chris parera)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.