SERGAP NTT -> Koperasi Kredit (Kopdit) Swasti Sari Kupang kini telah menjadi lembaga keuangan lokal yang kompetitif dan profesional. Dampaknya? Dari tahun ke tahun jumlah anggotanya terus bertambah. Deviden yang dibagikan ke setiap anggota dalam bentuk Sisa Hasil Usaha (SHU) pun tiap tahun meningkat.
Total deviden yang dibagikan kepada anggota pada RAT tahun buku kali ini kurang lebih 5 miliar, meningkat 56,15% dari tahun sebelumya. Karena itu Kopdit Swastisari mendapat predikat sebagai salah satu koperasi sehat dengan skor 8,2. Kehadiran Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Kupang, Dra. Nova A Bessy pada acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang diselenggarakan di Restoran Teluk Kupang pada Minggu (13/2/11) menunjukkan Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang memberikan apresiasi kepada Kopdit Swasti Sari. Dalam sambutannya ketika didaulat membawakan sepatah kata, ada pesan penting yang disampaikan oleh Nova Bessy kepada para anggota Swasti Sari, “Rencanakanlah secara cermat, pinjamlah secara bijaksana, dan cicillah secara teratur…”
Pesan Nova itu sekaligus menopang ajakan Ketua Kopdit Swasti Sari, Cornelis Kuma Opun agar semua anggota punya semangat meraih mimpi bersama Kopdit Swasti Sari.
“Melalui koperasi, kita bersama membangun mimpi untuk mewujudkan kesejahteraan anggota,” ujar Opun disambut tepuk tangan meriah seluruh peserta RAT
Pendidikan dan Pelatihan
Salah satu pilar utama dari keberhasilan Kopdit Swasti Sari adalah pendidikan dan pelatihan. Kongkretisasi dari pendidikan dan pelatihan ini antara lain, menyosialisasikan tentang esensi dan urgensi berkoperasi, memotivasi anggota, lokakarya tematik yang melibatkan pengurus, pengawas, dan personalia manajemen. Hasilnya menggembirakan. Jumlah anggota mengalami peningkatan dari 7.011orang menjadi 9247 orang-32,28%, selain itu, wakil ketua I, Hilarius Kaha dan Manejer, Yohanes Sason Helan, mendapat sertifikasi sebagai fasilitator koperasi jasa keuangan dari Lembaga Sertifikasi Nasional Jakarta.
Terkait hal ini, Kaha dan Helan, menegaskan, “Koperasi kredit harus dimulai dengan pendidikan, berkembang karena pendidikan, dan dikontrol oleh pendidikan.” Dalam nuansa ini, Kaha yang merupakan nahkoda yang membidangi aspek pendidikan –pelatihan, Helan yang juga menjadi motor bagi berputarnya roda manajemen, serta Kuma Opun, ketua yang visioner, yakin, “Jika pendidikan dan pelatihan dilakukan secara terus-menerus, maka anggota Kopdit Swasti Sari akan mempunyai pemahaman yang sama tentang nilai, prinsip, serta jati diri dari koperasi kredit.” Karena itu, anggota diharapkan, jadilah anggota Kopdit Swati Sari yang berethos kewirausahaan demi meningkatkan harkat dan martabat. Jangan menjadi anggota yang berorientasi konsumtif.
Ingat, banyak orang melakoni perannya, tapi tidak tahu arah hidup yang ingin ditujunya. Mereka-reka hidup adalah apa yang kemudian dilakukannya. Bila ada hal buruk terjadi, mereka akan berdalih, nasib tak berpihak padanya. Wujudkanlah impianmu melalui dan bersama Kopdit Swasti Sari.
Sukses adalah sebuah proses menuju keberhasilan yang lebih besar. Songsonglah kesuksesan itu dengan mulai membangun impian. Impian yang kuat tumbuh dari dan oleh cinta, baik cinta terhadap diri maupun keluarga. Impian menimbulkan komitmen: sebuah antusiasme dan keteguhan hati terhadap apa yang kita mau. Semakin besar harapan untuk menggapai apa yang kita mau, harus semakin besar juga antusiasme sehingga menimbulkan obsesi. Yakinlah bahwa bersama Kopdit Swastisar, Anda sedang menuju ke sana. Sentilan pertanyaan-pertanyaan berikut kiranya memperteguh motivasi Anda untuk mewujudkan impian. Apa yang menjadi prioritas utama Anda? Mengapa Anda memilih hal tersebut? Mengapa hal tersebut penting bagi Anda? Apa yang terjadi dengan Anda jika jika hal tersebut tidak terwujud? Apakah Anda siap melakukan segala seseuatu untuk mewujudkannya? Jadikanlah impian Anda modal dan sumber energi bersama swatisari. Tidak seorang pemenang pun yang percaya pada kebetulan, keberhasilan tidak selalu terletak dalam kemenangan, tetapi sudah dalam kemauan untuk menang. … (by. yos boli sura)
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar