SERGAP NTT -> Panti Susteran Alma yang terletak di Kota Bajawa, Kabupaten Ngada kini benar-benar sedang membutuhkan bantuan pemerintah. Sebab daya tampung panti anak cacat yang berdiri sejak tahun 1998 itu sudah tidak memadai lagi.
“Sekarang ini kami memiliki 40 anak cacat yang terdiri dari tuna wicara, tuna netra, tuna grafita (mental) dan tuna ganda. Jumlah anak ini tidak sebanding dengan fasilitas kamar yang tersedia. Kami hanya memiliki 11 kamar. Satu kamar dihuni oleh 6 – 7 anak. Ini kami siasati pakai tempat tidur tingkat. Oleh karena itu melalui media ini kami minta bantuan pemerintah. Karena kami sangat membutuhkan perluasan lahan dan peningkatan sarana tidur dan sarana bermain bagi anak-anak,” ujar Kepala Panti Susteran Alma, Suster Cory Karya.
Menurut Suster Cory, luas lahan Panti Alma hanya 615 meter persegi. Kondisi ini menyulitkan pengurus panti untuk memperluas bangunan.
“Jangankan untuk tempat bermain, bangun tambah kamar tidur saja sudah tidak bisa. Karena itu kalau bisa pemerintah membantu memperluas lokasi panti ini. Karena anak-anak cacat ini akan kami damping hingga mereka berumur 25 tahun. Setidaknya sampai mereka mandiri,” pintanya. (by. chris parera)
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar