SERGAP NTT -> Kecamatan Riung mulai mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngada. Miliaran rupiah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Ngada serta dana pusat yang menjadi jatah Kabupaten Ngada dialirkan ke Riung untuk membangun sarana jalan dan jembatan.
Semangat menjadikan Riung sebagai barometer pariwisata Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai ditunjukan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Ngada, Marianus Sae dan Drs. Paulus Soliwoa. Pelan tapi pasti Riung mulai dirias. Jalan-jalan lingkungan yang ada dalam kota Riung di hotmix, sejumlah jembatan diperbaiki, gerakan kebersihan lingkungan dihidupkan, hewan piaraan ditertibkan, pasokan air bersih disiagakan 1×24 jam.
Pihak swasta pun tak mau ketinggalan berinvestasi. Sejumlah hotel, restorant dan cafe dibangun. Ini semata-mata agar bisa menjerat para pelancong dari dalam negeri maupun luar negeri yang berbuah tambahan pendapatan bagi masyarakat Riung dan Ngada umumnya.
Pantauan Berita 7 pada Minggu (13/2/11) menyebutkan, jalan-jalan lingkungan dalam kota Riung telah selesai di hotmix. Yang tersisa hanya tinggal ruas jalan lingkar luar kota Riung.
Menurut Erik Kila (Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kabupaten Ngada), peningkatan jalan dalam kota Riung menggunakan Dana Penguatan Desentralisasi Fiskal dan Percepatan Pembangunan Daerah (DPDF-PPD) Tahun Anggaran (TA). 2010 sebesar Rp. 4.500.246.000. Proyek ini dikerjakan oleh PT. Pesona Permai Indah.
Selesainya pengerjaan jalan lingkungan di Riung diakui juga oleh Direktur Utama (Dirut) PT. Pesona Indah Permai, Iwan Cendawan alias Ho’i.
“Jalan lingkungan sudah selesai semua. Sekarang tinggal jalan lingkar luarnya saja,” ucapnya.
Selain DPDF – PPD, pengerjaan jalan di Riung juga mengggunakan Dana Penguatan Infrastruktur dan Pembangunan Daerah (DPIPD) TA 2010, yakni jalan Pore – Boaende Rp. 1.708.706.000 dikerjakan oleh PT. Pesona Permai Indah, jalan Soronggalung – Ranging – Alorongga – Alokolong Rp. 3.022.196.000 dikerjakan PT. Selera, Jembatan Tombok Rabeng I Rp. 1.158.466.000 dikerjakan PT. Sumber Griya Permai, Jembatan Tombok Rabeng II Rp. 1.546.982.000 dikerjakan PT. Bumi Cakra Persada dan jembatan Alolonggo Rp. 2.339.557.000 dikerjakan PT. Pesona Permai Indah KSO PT. Pesona Karya Bersama.
Sementara itu, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PU Kabupaten Ngada, Carles Wago, ST mengatakan, untuk lima tahun kedepan, Riung akan tetap menjadi sasaran prioritas pembangunan. Sebab Riung mempunyai potensi pariwisata yang layak untuk “dijual” guna mendatangkan untung bagi masyarakat Ngada.
Selain memiliki taman laut seluas 11 ribu hektar dengan kedalaman 4 meter, Riung juga memiliki Mbou (hewan sejenis komodo, hanya ukuranya lebih kecil), budaya dan tarian adat yang mampu menggugah para pelacong alias wisatawan asing maupun lokal.
“Karena itulah kita akan fokus bangun Riung. Bukan berarti kita lupa daerah yang lain. Selain di Riung, kita juga akan melakukan peningkatan jalan Soa – Boawae sepanjang 1,5 KM dan So’a – Rowa 1,5 KM. Dua ruas jalan ini akan tuntas pada tahun 2012 nanti,” paparnya.
Toh begitu, Camat Riung, Alfian S.Sos mengaku, pembangunan yang terjadi di Riung masih menyisahkan masalah. Antara lain masyarakat pesisir terutama yang tinggal di sekitar dermaga pariwisata Riung belum semua memiliki WC, kesadaran masyarakat tentang kebersihan masih rendah dan masih banyak ternak piaraan yang berkeliaran bebas karena sengaja dilepas oleh yang empunya.
“Karena itu, sekarang ini kami sedang gencar kordinasi dengan semua desa dan kelurahan agar bersama-sama menyelesaikan masalah ini dalam waktu dekat. Karena ini akan sangat mengganggu posisi Riung sebagai kota wisata,” ujarnya.
Selain itu, Alfian juga tengah berkoordinasi dengan PT. PLN untuk segera menyalakan lampu jalan dan lampu dermaga pariwisata. Sebab menurut pengakuan warga, sudah dua tahun ini lampu-lampu tersebut tidak menyala.
“Kalau lampu sudah menyala, saya berencana akan buka pasar wisata di sepanjang jalan masuk dermaga. Untuk awalnya pasar akan digelar pada setiap malam minggu. Biar lokasi pasar ini bisa dijadikan juga sebagai tempat tongkrongan muda-mudi,” imbuhnya.
Tapi secara keseluruhan, lanjut Alfian, Riung telah siap menjadi daerah tujuan wisata yang menjanjiikan kenikmatan berwisata. Selain taman laut yang penuh dengan biota laut, pengunjung juga bisa menikmati dan menyinggahi pulau-pulau yang terdapat di dalam kawasan taman laut seperti pulau kelelawar, pasir putih dan lain sebagainya. Jika ingin menginap maka di Riung tersedia penginapan dan rumah makan yang memadai.
Di Riung terdapat delapan buah tempat penginapan, yakni Hotel Nur Ikhlas, Hotel Tamrin, Hotel Riung Pesona, Hotel Madona, Hotel Nirwana, Hotel Bintang Wisata, Hotel Florida, Hotel Liberty dan satu buah Liquieen Cafe/ Resto serta tiga rumah makan, yakni, rumah makan “Murah Meriah”, rumah makan “Ujung Pandang”, dan rumah makan “Slamet Riyadi”.
Jika ingin mengelilingi taman laut, di Riung telah tersedia kapal laut sewaan. Salah satunya disediakan oleh Feri Lasar. Kapal dengan nama “KM Grasela” yang dinahkodai Ramdan Lima (42) itu punya bobot 10 ton.
“Khusus mengelilingi taman laut Riung terhitung sejak pukul 06.00 pagi hingga pukul 16.00 sore kami kasi harga Rp. 300 ribu. Di dalam kapal tersedia juga Mini Bar. Selain disini (Riung-Red), kapal bisa juga dicarter ke Labuan Bajo atau Maumere. Kapal ini sudah sering dipakai oleh wisatawan asing maupun lokal,” paparnya. (by. chris parera)
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar