Anggota Pol PP Babak Belur Dikeroyok “Gank WAJU”


SERGAP NTT -> Badan tegap dibalut selimut negara ternyata tak membuat anak SMA ciut terhadap Polisi Pamong Praja (Pol PP). Buktinya, Kamis (24/3/11) lalu, Andris Parera (38), Anggota Pol PP Pemkab Ngada babak belur dikeroyok sekelompok anak SMA yang tergabung dalam kelompok Gank “Waju”.
Kehadiran Gank Waju di Bajawa, ibukota Kabupaten Ngada akhir-akhir ini sangat meresahkan warga. Selain doyan berantam, kelompok ini juga suka melakukan balapan liar di ruas jalan utama Kota Bajawa. Ujungnya, Kamis (24/3/11) malam lalu, Gank Waju yang terdiri dari anak-anak Sekolah Menengah Atas (SMA) itu mengeroyok Andris Parera hingga babak belur.
Kejadian ini bermula ketika sekitar pukul 22.00 Wita, Andris yang sedang bertugas di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati, oleh teman–temannya, ia diminta untuk memantau Kantor Bupati Ngada yang jaraknya kurang lebih 2 KM dari Rujab Bupati. Dalam perjalanan, persis di ruas jalan Soekarno Hatta, Andris bertemu sekelompok Gank Waju (Waju dalam bahasa Bajawa artinya tumbuk) yang akan melakukan balapan motor liar.
Takut terjadi apa-apa, Adris pun mendatangi para anak muda yang berjumlah 7-8 orang itu. Ia pun meminta agar balapan dihentikan. Namun bukan tanggapan positif yang diterima, justru bogem mentah bertubi-tubi menghujam wajah dan tubuhnya. Andris tak bisa berbuat banyak. Saat itu ia masih duduk diatas motornya. Aksi brutal itu sempat terhenti sesaat. Peluang ini dimanfaatkan Andris untuk memarkirkan sepeda motornya. Tapi setelah itu, lagi-lagi Andris dihajar. Melihat Andris telah sempoyongan, kelompok Gank Waju itu pun serempak lari menjauh. 
Tak puas diperlakukan seperti sansak, Andris pun mengejar Gank Waju. Maksudnya ingin menanyakan kenapa dirinya dipukuli. Tapi apes. Tidak jauh dati TKP pertama, Andris kembali diganyang bak para Jenderal dihabisi PKI di Lubang Buaya.  Disini, ayah dua anak itu dilumpukan Gank Waju dengan menggunakan kayu, balok dan roti kalong (gir sepeda motor yang dibentuk menyerupai sabit terbalik yang dapat digenggam dan dipakai sebagai senjata). Akibatnya, Andris terkapar tak berdaya. Darah segar membasahi seluruh tubuhnya. Wajahnya tak terlihat normal lagi. Setelah puas, gerombolan Gank Waju pun kabur. 
Beruntung! Ketika Andris bersimbah darah tak berdaya, seorang ibu yang sedang melintas melihatnya. Si ibu itu pun berteriak minta tolong. Sontak warga sekitar terbangun dan keluar rumah menolong Andris. Pol PP asal Sikka itu akhirnya dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bajawa. Akibat ulah Gank Waju, Andris mengalami luka robek pada dahi kanan, mata kiri lebam, dan kaki serta tangannya lebam hitam terkena hantaman benda tumpul.
Beberapa hari kemudian saat ditemui B7, kondisi Andris tampak mulai berangsur pulih. Ia sudah berkumpul lagi dengan istri dan anaknya. Namun luka lebam masih nampak. Di dahinya tertancap balutan luka. Menurut Andris dahinya dijahit sebanyak 5 kali.
Kasus tersebut kini ditangani Polres Ngada. Sebanyak 5 anggota Gank Waju telah ditangkap dan ditahan polisi.
Sudah Berulang-Ulang
Kekerasan terhadap Andris bukan yang pertama kali dilakukan kelompok Gank Waju. Aksi yang sama sudah berulang-ulang  kali. Korbannya, ada yang patah hidung, bahkan gigi rontok. Kelompok Gank Waju sering nongkrong di ruas jalan Soekarno – Hatta Bajawa dan di beberapa tempat tongkrongan strategis di dalam Kota Bajawa.
Suatu waktu seorang pemuda, sebut saja namanya Hendrik, melintas di depan kerumunan Gank Waju di bilangan jalan Soekarno – Hatta. Tiba-tiba Hendrik dihadang dan dipalak. Karena tak menuruti perintah, Hendrik pun dihajar.
Keresahan warga Bajawa semakin lengkap seiring ulah Gank Waju yang gemar melakukan balapan motor liar. Selain rentan terhadap kecelakaan, balapan ini juga sangat mengganggu rutinitas para pekerja malam. Sebut saja Noken Wea. Pegawai Telkom ini   merasa risih dengan aksi balapan Gank Waju.    
“Sudah berulang kali polisi razia. Tapi anak-anak itu belum kapok juga. Kami juga sudah berusaha untuk menyadarkan mereka, tapi semua sia-sia. Untuk itu polisi mesti bersikap tegas. Tangkap dan bina. Bila belum kapok juga, penjarakan saja. Karena ini sangat mengganggu kenyamanan orang banyak,” pinta Wea.
Sejumlah orang tua yang anaknya menjadi anggota Gank Waju dan telah ditetapkan polisi sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan Andris, mengaku pasrah. Mereka tak tahu lagi harus  berbuat apa. Sebab, nasehat mereka sebagai orang tua sudah tak didengar lagi.
Sebut saja Romeo. Ayah salah satu anggota Gank Waju itu mengaku sudah kehabisan akal mengatasi tingkah laku anaknya. Terlalu banyak perkara yang dibuat anaknya. Satu belum selesai, muncul satu lagi. Hampir setiap hari kehidupan keluarga Romeo selalu dirundung masalah anaknya. Semua cara telah ditempuh. Termasuk sedikit keras mendidik. Tapi yang didapat justru si anak makin liar. Bahkan si anak berani balik menyerang sang ayah dengan sebilah parang terhunus. Astaga! (by. sherif goa)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.