SERGAP NTT (Taheran) – Timnas Indonesia masih terus beradaptasi dengan cuaca dingin di Taheran jelang lawatannya di kualifikasi piala dunia 2014 Grup E melawan Iran pada Jumat (2/9/11) besok di Azadi Stadium, Iran.
Media officer timnas Desy Christina melaporkan, selama berada di Teheran, timnas benar-benar harus menaklukkan dinginnya cuaca Ibukota Iran. Saat ini, suhu pada malam hari mencapai 10 hingga 16 derajat celcius.
“Ini jadi tantangan para pemain saat pertandingan. Tapi mereka selama ini latihannyakan sore, jadi belum terlalu dingin, sekitar 20-an derajat,” ujarnya.
Timnas sudah berada di Iran sejak Senin sore (29/8/11). Namun, mereka tidak langsung berlatih pada hari itu. Bambang Pamungkas dkk baru berlatih keesokan harinya (30/811). Sebab, mereka diberikan waktu untuk merayakan Idul Fitri.
Untuk mengantisipasi kondisi cuaca yang memang berbeda dengan Indonesia itu, rencananya saat pertandingan timnas bakal memakai sarung tangan. Desy menjelaskan bahwa perlengkapan tersebut, saat ini sedang disediakan oleh manajemen agar bisa meminimalisir dampak cuaca yang terus menghantui para pemain Timnas Indonesia.
Kondisi cuaca saat ini masih belum se-ekstrem saat pertandingan di Azadi Stadium, Jumat nanti. Suhu pada saat kick off nanti diperkirakan bakal berada dibawah 10 derajat celcius. Sayang, dia tidak menjelaskan apa yang melatarbelakangi perbedaaan cuaca antara latihan dan pertandingan.
Selain berusaha menyesuaikan dengan kondisi cuaca, timnas juga mengantisipasi masalah makanan dengan melibatkan Keduataan Besar Republik Indonesia (KBRI) Iran di kota Teheran.
“Untuk makanan kami dihandle langsung oleh Kedubes di Iran. Agar pemain tidak ada masalah karena menu pasti disesuaikan dengan selera pemain,” paparnya.
Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olah Raga, Andi Mallarangeng menargetkan Firman Utina Cs bisa membawa satu angka dari Teheran. Ini sekaligus kado buat masyarakat Indonesia yang haus akan kemenangan tim merah putih di kancah internasional.
“Untuk pertandingan tanggal 2 September nanti, kita yakin dapat satu angka di Teheran,” kata Andi kepada wartawan di Widya Channdra, Jakarta Selatan, Rabu (31/8/2011).
Setelah pulang dari negeri Ahmadinejad nanti, timnas akan menjamu Bahrain di Senayan pada 6 September 2011. Lagi-lagi, Andi yakin bahwa skuad merah putih akan mengantongi angka penuh untuk bisa masuk ke kualifikasi selanjutnya.
“Untuk tanggal 6 September melawan Bahrain, saya yakin kita bisa menang,” imbuhnya. (by. edo wijaya)
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar