sergapntt.com [Jakarta] -> Pemain Timnas Indonesia diingatkan tidak melakukan kesalahan yang sama seperti ketika melawan Iran beberapa hari lalu, saat menghadapi Bahrain di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Selasa (6/9/11) hari ini.
Pemain Timnas Indonesia harus konsisten bermain dan menjaga konsentrasi selama sembilan puluh menit pertandingan. Pemain Timnas juga diingatkan tidak ceroboh melakukan pelanggaran di area pertahanan. Peringatan itu disampaikan pelatih Timnas Wim Rijsbergen di Jakarta, Senin (5/9/11).
Selain kurang konsentrasi selama 90 menit, menurut Wim Rijsbergen, pemain Timnas dianggap lemah lantaran kebobolan dua gol dari situasi bola mati ketika melawan Iran. Hal itu terjadi lantaran para pemain Indonesia ceroboh dalam membuat pelanggaran di area sendiri.
Rijsbergen menilai, situasi set-piece seperti kemarin menguntungkan Iran lantaran memiliki pemain-pemain berpostur tinggi besar. Oleh karena itu, meminimalisasi pelanggaran di daerah sendiri adalah cara paling efektif supaya hal yang sama tidak berulang lagi pada laga melawan Bahrain.
“Jika kehilangan konsentrasi, kita akan kebobolan gol seperti kemarin. Memang secara fisik pemain Iran lebih tinggi, apalagi Javad Nekounam pemain di Liga Spanyol, levelnya berbeda,” ujarnya.
“Perbedaan tinggi badan adalah realitas yang ada. Karena itu, kami tidak boleh kehilangan konsentrasi selama sembilan puluh menit bermain, itu kuncinya. Maka saya katakan kepada para pemain untuk tidak melakukan kesalahan seperti itu lagi (yang menyebabkan free kick di daerah pertahanan sendiri),” tuturnya.
Rijsbergen mengatakan, laga melawan Bahrain bakal berbeda dibanding ketika melawan Iran. Faktor bermain di kandang sendiri, Stadion Utama Gelora Bung Karno, disebutnya bakal menjadi keuntungan besar bagi Firman Utina dkk.
Pada pertandingan nanti, Indonesia akan kehilangan Muhammad Ilham dan Zulkifli Syukur. Kedua pemain Timnas itu tidak bisa diturunkan karena terkena akumulasi kartu kuning. Dengan absennya mereka, maka posisi gelandang kanan dan bek kanan besar kemungkinan diisi oleh Irfan Bachdim dan Supardi.
Sementara itu, Boaz Solossa dan Bustomi dikabarkan sudah siap bergabung lagi ke Timnas. Sebelumnya, mereka berdua tidak bisa ikut terbang ke Iran karena alasan berbeda. Boaz tengah menyelesaikan masalah keluarga di Papua, sementara Bustomi cedera.
Selain Boaz dan Bustomi, Muhammad Nasuha juga sudah bisa diturunkan. Nasuha sebelumnya absen karena akumulasi kartu kuning.
Laga Indonesia kontra Bahrain akan dipimpin oleh wasit dari Korea Selatan, Lee Min-hu. Dia akan dibantu dua asisten wasit, Choi Min-byuong dan Young Ha-kim, serta wasit cadangan, Jo Hyung-jin.
SBY di GBK
Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berencana akan menyaksikan langsung partai Indonesia melawan Bahrain. SBY dan rombongan dijadwalkan duduk di kursi VIP yang tiketnya dibeli sebagaimana para calon penonton lainnya.
“Presiden dan Ibu Negara, insya Allah, akan hadir untuk memberikan dukungan ke Timnas kita,” kata Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha kepada wartawan di gedung Bina Graha, Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/9/11).
SBY beserta Ibu Ani Yudhoyono didampingi sejumlah anggota keluarga Presiden serta staf kepresidenan. Mereka akan duduk di kursi VVIP yang tiketnya masing-masing dibanderol Rp 500 ribu. (sumber: suara karya)
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar