Hadapi Teroris, Presiden AS Ingatkan Seluruh Dunia Tetap Waspada


sergapntt.com [NEW YORK] -> Pemerintah Amerika Serikat (AS) memperingati 10 tahun serangan 11 September di New York, Washington dan Pennsylvania. Tiga lokasi tersebut dipilih karena ketiganya menjadi tempat terjadinya empat insiden pembajakan pesawat yang berujung pada tewasnya hampir 3000 orang.
Pusat acara peringatan ini sendiri akan dilakukan di World Trade Center, New York, dimana dua menara kembar yang pernah berdiri di sana hancur saat serangan teroris terjadi.
Peringatan kali ini akan diwarnai dengan aksi mengheningkan cipta di waktu yang bertepatan dengan serentetan kejadian pembajakan pesawat oleh para teroris, yaitu saat dua pesawat yang dibajak oleh para teroris menyerang menara kembar, kemudian saat pesawat menghantam Pentagon dan satu pesawat lainnya jatuh di kawasan perladangan di Pennsylvania setelah penumpang menggagalkan aksi para pembajak.
Peringatan di New York akan berlangsung pada siang hari waktu setempat dan akan diwarnai dengan peringatan dengan menempatkan sejumlah nama korban di tepian kolam yang berada di bekas lokasi dua menara kembar.
Saat berbicara pada hari Sabtu waktu setempat, Obama mengatakan Amerika akan tetap kuat meski serangan kerap ditujukan kepada negara itu.
“Sebagai bangsa yang kuat, kita akan dapat terus berjalan,” kata Obama dalam pidato rutin akhir minggunya.
“Terima kasih untuk usaha tidak kenal lelah yang dilakukan oleh para personel militer kita, petugas intelijen, penegak hukum, dan petugas keamanan dalam negeri, tidak ada keraguan, hari ini Amerika menjadi lebih kuat dan al-Qaeda saat ini sedang menuju jalur kekalahannya. Mereka memang akan terus berusaha menyerang kita. Tapi seperti yang kita tunjukan akhir pekan ini kita akan terus waspada,” tambahnya.
Pihak keamanan memperketat pengawasan di New York dan Washington setelah mereka menerima peringatan bahwa al-Qaeda mungkin akan mengirim sejumlah penyerangnya.
Beberapa diantara mereka kemungkinan adalah warga AS dan berencana melakukan pengeboman di salah satu kota tersebut.
Laporan itu sendiri diterima oleh informan CIA akhir pekan lalu, mereka mengatakan informasi itu sebagai informasi “yang kredible namun tidak bisa dikonfirmasi.”
Dalam peringatan yang akan berlangsung hari ini di New York, Obama akan ditemani oleh mantan Presiden George W Bush.
“Amerika tidak akan pernah lupa,” kata Bush dalam acara peringatan di Shanksville hari Sabtu waktu setempat.
“Saya yang semula menjadi presiden dan terfokus pada isu domestik berubah menjadi presiden di waktu perang. Sesuatu yang tidak pernah saya antisipasi dan tidak pernah saya harapkan sebelumnya.”
Obama juga menyerukan agar seluruh negara untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiagaan terhadap teroris.
Obama membuat pernyataan itu dalam pertemuan Sabtu pagi dengan tim keamanan nasional. Menurut pernyataan resmi Gedung Putih, Obama juga mempelajari upaya berkelanjutan untuk mengurangi ancaman potensial teroris. Dia juga mempertimbangkan langkah-langkah yang diambil untuk meningkatkan keamanan negara.
Pertemuan dihadiri Sekretaris Keamanan Dalam Negeri Janet Napolitano, Penasihat Keamanan Nasional Tom Donilon, Asisten Presiden untuk Keamanan Negara dan Terorisme John Brennan, Direktur Badan Intelijen Pusat David Petraeus, Direktur Biro Investigasi Federal Robert Mueller dan pejabat senior lainnya.
Saat ini, AS dalam situasi siaga tinggi, mengingat adanya info ancaman teror selama hari peringatan 9/11. Ancaman itu pertama kali terungkap Kamis lalu oleh pejabat AS bahwa setidaknya tiga orang berencana meluncurkan serangan bom mobil di kawasan Washington DC atau New York selama peringatan.
“Obama mengarahkan timnya untuk mengejar semua informasi ancaman dan untuk memastikan keadaan tinggi kewaspadaan dan kesiapsiagaan saat kita memperingati serangan 9/11,” bunyi pernyataan itu.
Meski begitu, Obama tak mengubah jadwalnya untuk berpartisipasi dalam berbagai acara peringatan di New York City, Pentagon dan Shanksville, Pennsylvania, yang berada di tengah serangan teroris satu dekade lalu. Tragedi itu menewaskan hampir 3.000 orang.
Menlu AS Hillary Clinton juga mengatakan ancaman teror untuk sementara masih belum jelas. Pihak intelijen sudah menunjuk elemen Al Qaeda berada di belakang plot. Pejabat intelijen sejauh ini sudah membuat sedikit kemajuan dalam mengidentifikasi calon penyerang.
Jeritan Menyayat Hati
Pada umumnya ribuan korban serangan 11 September 2001 tewas mengenaskan tanpa sempat memberi pesan terakhir. Namun, dengan perkembangan teknologi dunia melalui radio, ponsel, telepon-telepon kantor di Twin Towers dan bahkan telepon di dalam pesawat yang dibajak, sejumlah korban sempat terekam saat menjerit, berteriak atau dalam menyampaikan pesan terakhirnya. Pesan terakhir itu sangat menyentuh dan menyayat hati bagi yang mendengarnya.
Alice Hoagland, ibu dari Mark Bingham, penumpang pesawat United Airlines dengan nomor penerbangan 93, mencoba menelepon putranya setelah melihat berita mengejutkan tentang pembajak pesawat. Mark tidak menjawab, maka Alice mengatakan kepadanya, suaranya sangat tenang dan layaknya seorang ibu, “Cobalah mengambil alih pesawat…. Kumpulkan sejumlah orang dan lakukan yang terbaik yang dapat kamu lakukan untuk mendapatkan kontrol (atas pesawat itu).”
Telepon ke layanan darurat adalah telepon terakhir dari broker asuransi Kevin Cosgrove ketika kantornya di Lantai 99 di Menara Selatan mulai ambruk. “Oh, Tuhan …. Aaaaarrggggghhhh!” Cosgrove, wakil presiden perusahaan pialang Aon Corp, terdengar berteriak pada pukul 09.58. Suaranya lalu menghilang di tengah suara tabrakan dari menara yang runtuh.
Para penumpang dan awak dari empat pesawat yang dibajak juga sempat membuat upaya terakhir agar tetap hidup. Pramugari pemberani Betty Ong, dalam pesawat American Airlines dari Boston dengan nomor penerbangan 11, menelepon menara kontrol. Ia dengan tenang menjelaskan bagaimana dua rekannya telah ditusuk. “Kokpit tidak menjawab telepon. Saya pikir kami sudah dibajak,” katanya pada pukul 08.19. Kurang dari setengah jam kemudian, Ong dan semua penumpang pesawat itu lenyap dalam bola api di Menara Utara World Trade Center.
Melissa Doi, seorang manajer berumur 32 tahun di IQ Financial Systems yang berkantor di Lantai 83 Menara Selatan World Trade Center, sempat menelepon layanan darurat selama setidaknya empat menit. Doi, dengan suara yang sangat ketakutan, kontras dengan nada tanpa emosi operator, menggambarkan betapa panas suhu di tempatnya berada dan itu membuatnya sulit bernapas.
“Saya akan mati, ya, kan?” jeritnya. “Tidak, tidak, tidak, tidak,” jawab operator. “Saya akan mati,” kata Doi lagi. “Bu, bu… panjatkan doamu,” kata operator yang mencoba menenangkannya. “Tolong Tuhan,” kata Doi. Percakapan itu berakhir tak lama setelah Doi menjerit dengan suara keras, “Tolong!”
Mark Bingham, yang Alice Hoagland panggil “sweetie” dalam pesan itu, diyakini telah membantu dalam memimpin sebuah perlawanan terhadap para pembajak yang menyebabkan pesawat yang mereka tumpangi akhirnya jatuh di sebidang lahan di Pennsylvania. Para pembajak semula ingin mengarahkan pesawat itu ke Washington.
Penumpang pesawat United dengan nomor penerbangan 175, Brian Sweeney, juga meninggalkan pesan untuk istrinya, Julie, hanya beberapa menit sebelum pesawat itu menabrak Menara Selatan. Setelah mendengar suara otomatis pada mesin penjawab, Sweeney meninggalkan pesannya dengan kata-kata sederhana, tetapi menyentuh. “Dengar, saya berada di pesawat terbang yang telah dibajak,” katanya. “Saya hanya ingin kamu tahu saya benar-benar mencintaimu. Saya ingin kamu berbuat baik, berbahagialah. Sama juga buat orangtua saya dan semua orang. Saya benar-benar mencintaimu.”
Sebagian besar keluarga korban tidak sempat  mengucapkan kata perpisahan. Korban yang tewas di World Trade Center bahkan banyak yang tidak teridentifikasi jenazahnya.
Ada sejumlah korban yang sempat melakukan obrolan terakhir dengan keluarga mereka. Beverly Eckert ingat betapa senangnya ia ketika menerima telepon dari suaminya, Sean Rooney, pada sekitar pukul 09.30. Ia menduga suaminya berhasil meloloskan diri dari kantornya di Twin Towers.
Namun, ia bilang sama saya, dia berada di lantai 105 dan saya langsung tahu bahwa Sean tidak akan pernah pulang. Setelah berbicara beberapa menit, ia berbisik, “‘Saya mencintaimu.” Itu dikatakan berulang. Lalu, tiba-tiba saya mendengar ledakan keras,” tulis Eckert di majalah New York minggu ini. Setelah suara itu, suaminya masih hidup, tetapi mereka berdua tahu itu adalah suara gedung yang mulai runtuh. “Saya menyebut namanya berulang-ulang di telepon. Lalu saya hanya duduk meringkuk di lantai sambil memegang telepon.”
Serangan 11 September 2001 adalah empat serangan terorisme yang terjadi pada tanggal 11 September 2001 atau biasanya dikenal Peristiwa 9/11. Para teroris membawa empat pesawat dan menabrakkan ketiganya ke bangunan di Amerika Serikat. Sebenarnya targetnya ada empat bangunan, namun pada kasus terakhir, para teroris gagal.
Kronologis peristiwa 11 September
§  American Airlines Penerbangan 11, yang menabrak menara World Trade Center utara
§  United Airlines Penerbangan 175, yang menabrak menara World Trade Center selatan
§  American Airlines Penerbangan 77, yang menabrak The Pentagon.
§  United Airlines Penerbangan 93, yang menabrak ke tanah.
§  Para teroris itu ingin menabrakkan pesawat ke U.S. Capitol Building atau Gedung Putih. Penumpang di pesawat itu mencoba mengambil alih pesawat, dan para teroris menabrakkan pesawat cepat saat pesawat jatuh.
§  Tiap orang dari keempat pesawat tewas, termasuk seluruh penabraknya. Ribuan jiwa di World Trade Center dan Pentagon juga tewas, dan kedua menara World Trade Center jatuh dan hancur. Inilah serangan terbesar oleh orang non-Amerika pada AS sejak 1814.
Korban serangan 11 September 2001 selain merenggut 2.646 jiwa warganegara Amerika Serikat juga 327 orang warganegara asing, yakni Britania Raya 67 orang. Korea Selatan 28, Kanada dan Jepang 24. Kolombia 17 orang, Jamaika, Meksiko dan Filipina 16. Australia dan Jerman 11 orang. Italia 10 orang dan 1 orang Indonesia (by. heru)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.