sergapntt.com [KUPANG] -> Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya meminta jajaran Badan Perpustakaan Daerah Provinsi NTT agar pencanangan bulan gemar membaca dan hari kunjungan perpustakaan tidak sekadar slogan tetapi mempunyai makna adanya tanggungjawab bagi setiap lembaga perpustakaan, akan adanya perubahan baik dalam konsep, tujuan, peranan maupun cara pengelolaan perpustakaan agar dapat menggerakan masyarakat menjadi makin sadar informasi.
Permintaan tersebut disampaikan Gubernur saat membuka dengan resmi pameran buku, lomba kepustakaan dan bimbingan teknis perpustakaan desa/kelurahan tahun 2011 di Badan Perpustkaan Daerah Provinsi NTT, Senin (12/9/11).
Dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi, lanjut Gubernur, sangat berpengaruh dalam perkembangan perpustakaan dan telah merubah konsep dasar maupun peran administrasi akan berubah menjadi partner aktif dalam dunia pendidikan dan peningkatakan pengetahuan, yang berperan mendidik masyarakat untuk dapat memperoleh dan menyeleksi informasi yang semakin banyak tersedia, baik dalam jumlah maupun medianya. Dengan adanya teknologi informasi yang selalu berkembang dengan kecepatan tinggi, kata Gubernur, telah menyediakan peluang bagi perpustakaan dalam menghimpun, menyimpan, mengolah dan menciptakan informasi dengan cara baru.
Gubernur juga meminta agar Badan Perpustakaan NTT melakukan terobosan-terobosan dan menciptakan inovasi-inovasi baru dalam produk dan layanan kepada masyarakat. ”Kerjasama dengan pelbagai pihak harus ditingkatkan karena dengan kemampuan dan keberanian untuk berkomunikasi, bekerjasama dan saling berbagi informasi akan menuju ke arah perbaikan dan perkembangan,” kata Gubernur seraya menambahkan, kegiatan seperti ini merupakan ajang untuk memperkenalkan perpustakaan dan mitranya yang memotivasi masyarakat untuk membaca dan menjadikannya sebagai budaya.
Di tempat yang sama Kepala Badan Perpustakaan Provinsi NTT, Drs. Nahor Talan dalam laporannya mengatakan, tujuan dari kegiatan pameran buku, lomba kepustakaan dan bimbingan teknis perpustakaan desa/kelurahan tahun 2011 adalah membantu masyarakat untuk memperoleh informasi dengan mudah; mengajak masyarakat agar gemar membaca; meningkatkan pemahaman dan pengungkapan informasi tentang perpustakaan secara lengkap, jelas dan terinci yang diperoleh dari bahan bacaan; menumbuhkan kecintaan menulis di kalangan anak dan remaja serta meningkatkan pengetahuan pengelola perpustakaan dalam mengembangkan perpustakaan umum desa/kelurahan.
Menurut Nahor, pameran buku berlangsung selama lima hari dari tanggal 12 hingga 16 September, pemilihan duta baca anak pada 13 September, dan kegiatan bimbingan teknis perpustakaan bagi pengelola perpustakaan desa/kelurahan 14 sampai 16 September 2011. (by. ferry guru)
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar