sergapntt.com [JAKARTA] -> Informasi yang menyebutkan Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe membawa satu koper uang sebanyak Rp 3 miliar ketika terbang dari Bandara El Tari Kupang ke Jakarta pada Kamis (15/9/11) pagi, dibantah oleh Kabag Humas dan Protokoler Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Noce Nus Loa pada Kamis (15/9/11) malam.
Menurut Noce, kabar miring ini diduga disebarkan oleh oknum-oknum yang ingin mencoreng citra Daniel Adoe sebagai pribadi maupun Walikota Kupang.
Saat ke bandara, Daniel Adoe didampingi Noce yang mengatur keberangkatannya sejak dari rumah hingga sampai ke tangga pesawat. Noce mengaku, saat chek in di bandara, rombongan walikota berada di barisan terakhir setelah semua penumpang masuk ke ruang boarding. Persoalan muncul ketika koper istri walikota masuk ke x-ray (mesin deteksi).
Saat ke bandara, Daniel Adoe didampingi Noce yang mengatur keberangkatannya sejak dari rumah hingga sampai ke tangga pesawat. Noce mengaku, saat chek in di bandara, rombongan walikota berada di barisan terakhir setelah semua penumpang masuk ke ruang boarding. Persoalan muncul ketika koper istri walikota masuk ke x-ray (mesin deteksi).
“Jadi bukan koper milik Bapak Walikota,” kata Noce di Kantor Suara Pembaruan, Jakarta.
Saat koper Ny Daniel Adoe masuk ke x-ray, petugas menduga ada semacam gunting. Koper itu harus dibuka. Tampaknya ajudan walikota yang bertugas membawa koper, keberatan karena istri walikota atau si pemilik koper sudah ada di pesawat. Terjadilah perang muluit antara sang ajudan dengan petugas bandara.
“Saat itu , Bapak Walikota dan ibu sudah naik ke pesawat, sedangkan saya ada di bawah tangga pesawat dan baru tahu ada ribut-ribut di belakang,” papar Noce.
Belakangan Noce mengetahui bahwa adu mulut membuat ajudan walikota tak diperbolehkan ikut terbang. Walikota yang sudah ada di dalam pesawat bahkan sempat turun mempertanyakan ke mana gerangan sang ajudan.
“Masalah kemudian dapat diselesaikan. Koper sempat dibuka dan memang tidak ditemukan barang yang membahayakan penerbangan. Isi koper itu adalah pakaian Ibu (istri walikota) dan perlengkapan perempuan,” tambah Noce.
Ditambahkan, tidak masuk akal seorang walikota memiliki atau mengambil uang Rp 3 miliar dari bank kemudian memasukkannya ke koper dan menentengnya ke Jakarta.
Saat koper Ny Daniel Adoe masuk ke x-ray, petugas menduga ada semacam gunting. Koper itu harus dibuka. Tampaknya ajudan walikota yang bertugas membawa koper, keberatan karena istri walikota atau si pemilik koper sudah ada di pesawat. Terjadilah perang muluit antara sang ajudan dengan petugas bandara.
“Saat itu , Bapak Walikota dan ibu sudah naik ke pesawat, sedangkan saya ada di bawah tangga pesawat dan baru tahu ada ribut-ribut di belakang,” papar Noce.
Belakangan Noce mengetahui bahwa adu mulut membuat ajudan walikota tak diperbolehkan ikut terbang. Walikota yang sudah ada di dalam pesawat bahkan sempat turun mempertanyakan ke mana gerangan sang ajudan.
“Masalah kemudian dapat diselesaikan. Koper sempat dibuka dan memang tidak ditemukan barang yang membahayakan penerbangan. Isi koper itu adalah pakaian Ibu (istri walikota) dan perlengkapan perempuan,” tambah Noce.
Ditambahkan, tidak masuk akal seorang walikota memiliki atau mengambil uang Rp 3 miliar dari bank kemudian memasukkannya ke koper dan menentengnya ke Jakarta.
“ Untuk mengambil uang sebanyak itu tentu sudah harus tanda tangan ini-itu, dan sebagai pejabat publik tentu sudah dipantau pihak berwenang,” tambah Noce.
Kecurigaan adanya kesengajaan mengembuskan berita bohong untuk mencoreng citra Daniel Adoe beralasan. Pada Kamis malam, kabar soal Walikota Kupang sudah berkembang begitu rupa. “Bapak Walikota dikabarkan ditangkap di Bandara Cengkareng Jakarta karena lolos dari Bandara El Tari Kupang dengan membawa uang Rp 3 miliar,’ kata Noce.
Pihak Walikota Kupang, menurut Noce, akan mengambil langkah hukum terhadap oknum-oknum yang mengebuskan berita tidak benar ini.
Sebelumnya diberitakan, uang yang diperkirakan berjumlah Rp 3 miliar terdeteksi ketika koper yang dibawa ajudan walikota melewati alat pemeriksaan barang. Koper ditahan untuk diperiksa petugas, namun ajudan walikota berkeras dan sempat bersitegang dengan petugas. Insiden itu menyebabkan pilot Lion Air enggan menerbangkan pesawat sampai koper itu diperiksa petugas. Setelah diperiksa, ternyata koper itu penuh berisi uang kertas pecahan Rp 100 ribuan sehingga walikota terpaksa turun dari pesawat dan berbicara dengan petugas. Setelah itu barulah koper itu diperbolehkan naik ke pesawat bersama walikota Daniel Adoe. Insiden itulah yang dipertanyakan Ketua DPRD Kota Kupang Victor Lerik. Viktor menilai insiden itu sangat memalukan. (by. sp)
Kecurigaan adanya kesengajaan mengembuskan berita bohong untuk mencoreng citra Daniel Adoe beralasan. Pada Kamis malam, kabar soal Walikota Kupang sudah berkembang begitu rupa. “Bapak Walikota dikabarkan ditangkap di Bandara Cengkareng Jakarta karena lolos dari Bandara El Tari Kupang dengan membawa uang Rp 3 miliar,’ kata Noce.
Pihak Walikota Kupang, menurut Noce, akan mengambil langkah hukum terhadap oknum-oknum yang mengebuskan berita tidak benar ini.
Sebelumnya diberitakan, uang yang diperkirakan berjumlah Rp 3 miliar terdeteksi ketika koper yang dibawa ajudan walikota melewati alat pemeriksaan barang. Koper ditahan untuk diperiksa petugas, namun ajudan walikota berkeras dan sempat bersitegang dengan petugas. Insiden itu menyebabkan pilot Lion Air enggan menerbangkan pesawat sampai koper itu diperiksa petugas. Setelah diperiksa, ternyata koper itu penuh berisi uang kertas pecahan Rp 100 ribuan sehingga walikota terpaksa turun dari pesawat dan berbicara dengan petugas. Setelah itu barulah koper itu diperbolehkan naik ke pesawat bersama walikota Daniel Adoe. Insiden itulah yang dipertanyakan Ketua DPRD Kota Kupang Victor Lerik. Viktor menilai insiden itu sangat memalukan. (by. sp)
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar