Teror Bom Menghantui Gereja


sergapntt.com [SOLO] – Aksi terorisme di Indonesia belum juga padam. Kali ini Gereja Betel Ijil Sepenuh (GBIS), Solo jadi sasaran. Minggu pagi sekitar 10.05 WIB bom meledak di dalam gereja hingga mengakibatkan korban luka 14 orang, dan dua tewas. Satu di antaranya diduga adalah pelaku bom bunuh diri.

“Dua korban tewas. Satu masih dievakuasi. satu lagi sudah dibawa ke rumah sakit,” ujar Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, saat menggelar konfrensi pers, Minggu (25/9/2011) siang.
Ledakan bom terjadi ketika umat selesai melakukan ibadah. Tiba-tiba seseorang yang tak dikenal menghampiri para jemaat.
Menurut Yolanda, salah satu saksi yang berada pada saat bom meledak, beberapa saat setelah umat keluar dari gereja sempat terjadi teriakan. Kemudian disusul dengan ledakan.
Saat ini polisi masih mengevakuasi para korban luka, termasuk jasad yang diduga pelaku di depan gereja.
Walikota Solo, Joko Widodo menghimbau agar warga tetap menjaga kewaspadaan.
“Mari kita kita jaga kenyamanan dan toleransi, namun tetap waspada. Demi keamanan warga solo dan negeri ini,” katanya.
Menurut seorang petugas jaga gereja yang menyaksikan kejadian itu, Erik, orang yang diduga pelaku mengenakan baju atasan hitam dan celana putih. Dia berbaur dengan jemaat lain.
“Jadi, tidak ada yang menduga, tahu-tahu terdengar suara duer!” kisahnya dengan terbata-bata dan masih tampak panik.
Beberapa saat kemudian, seorang warga melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian. Sejumlah korban yang mengalami luka-luka terkena paku yang diduga terdapat dalam bom tersebut.
Pasca meledaknya bom bunuh diri Gereja GBIS, para pengurus 3 gereja besar di Kota Pamekasan, Madura, menutup rapat pintu gerbang gereja masing-masing.
Pantauan pukul 14.00 Minggu (25/9/2011) menunjukkan, meski situasi arus lalu lintas di depan ke-3 gereja dalam kondisi sepi, namun pintu gereja dikunci dari dalam. Tidak tampak ada kegiatan. Termasuk tukang sapu yang biasa ikut membantu kebersihan gereja. Halaman ke-3 gereja itu tampak lengang.
Ke-3 gereja tersebut adalah, Gereja Bethel Apostolik “Jemaat bunga Bakung” di Jalan Trunojoyo, Gereja “Maria Ratu Para Rasul” di Jalan Jokotole 1 dan GPIB “Jemaat Mahkota Hayat” di Jalan Jokotole 85.
Sejauh ini sulit menghubungi pengurus gereja. Rumah tinggal pendeta yang berada dalam satu halaman dengan GPIB Jemaat Mahkota Hayat, tampak tertutup rapat. Kaca depan dan samping rumah terhalang kain gorden warna pekat.
Kapolres Pamekasan, AKBP Anjar Gunadi, mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pengurus gereja untuk melaksanakan pengamanan maksimal 24 jam.
“Jika diperlukan, saya akan meminta personel Brimob Kompi Madura ikut membantu pengamanan,” ujar Anjar Gunadi.
Sementara itu, polisi terus meningkatkan pengamanan di sejumlah gereja, termasuk gereja-gereja di Ambon. Tindakan ini diambil lantaran teror bom masih menghantui gereja-gereja lain di Indonesia (by adam)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.