sergapntt.com [KEFA] – Setelah mengunjungi beberapa desa di daratan Flores dan Timor, Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya mengaku stok kebutuhan pangan di Provinsi NTT hingga empat (4) bulan ke depan masih ada. ”Stok beras di NTT masih 180.812 ton. Sedangkan kebutuhan beras per bulan sebanyak 53.180 ton,” jelas Lebu Raya saat kunjungan kerja (Kunker) ke Kefa, Kabupaten TTU, Sabtu (24/9/11).
Saat memberi penjelasan tersebut, Gubernur Lebu Raya didampingi Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt, Wakil Bupati TTU, Aloysius Kobes, S.Sos, Wakil Ketua DPRD TTU, Frengky Saunoah, SE serta dihadiri pimpinan SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten TTU, tokoh agama dan tokoh masyarakat yang ada di Kabupaten TTU.
Selain kebutuhan beras, Gubernur juga merincikan kebutuhan pangan lainnya antara lain stok jagung sebanyak 78.372 ton, umbi-umbian sebanyak 1.474 ton, gula pasir sebanyak 13.821 ton, tepung terigu sebanyak 5.149 ton, minyak goreng sebanyak 2.844 ton, daging sapi sebanyak 3.990 ton, daging ayam sebanyak 2.825 ton, telur ayam sebanyak 2.076 ton dan kedelai sebanyak 494 ton. ”Dari stok kebutuhan pangan yang saya sampaikan itu, saya pastikan bahwa kebutuhan pangan untuk empat bulan ke depan di Provinsi NTT tetap aman,” jelas Gubernur, optimis.
Gubernur mengakui, siklus musim di NTT yang 4 bulan basah dan 8 bulan kering amat berdampak kepada kekeringan yang berlanjut yakni gagal tanam dan gagal panen yang berpengaruh pada kerentanan pangan atau rawan pangan. ”Dampak lanjut dari risiko rawan pangan yang tinggi adalah kelaparan yang juga mengakibatkan adanya gizi buruk,” ungkap Gubernur seraya menambahkan, penyebab gagal tanam atau gagal panen antara lain kekeringan, angin, banjir dan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).
Menurut Gubernur, hingga 5 September 2011 ini, prediksi data analisis risiko rawan pangan bakal terjadi di 159 kecamatan dan 925 desa di 11 kabupaten yang ada di Provinsi NTT. Gubernur menyebut, di Kabupaten Ngada (8 kecamatan dan 57 desa), Kabupaten Nagekeo (6 kecamatan dan 27 desa), Kabupaten Kupang (24 kecamatan dan 167 desa), Kabupaten Sumba Timur (22 kecamatan dan 140 desa), Kabupaten Lembata (6 kecamatan dan 65 desa), Kabupaten TTU (16 kecamatan dan 77 desa), Kabupaten Flores Timur (15 kecamatan dan 147 desa), Kabupaten Belu (13 kecamatan dan 46 desa), Kabupaten Alor (16 kecamatan dan 136 desa), Kabupaten Sabu Raijua (6 kecamatan dan 63 desa) dan Kabupaten TTS (27 kecamatan dan 136 desa).
Upaya penanggulangan rawan pangan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTT, sebut Gubernur Lebu Raya antara lain dengan bantuan pangan (besas) untuk tanggap darurat. ”Penyaluran beras pemberdayaan daerah rawan pangan dengan APBN/TP Provinsi NTT telah disalurkan ke 8 kabupaten yakni Kupang, Kota Kupang, TTS, Rote Ndao, Manggarai Timur, Sumba Tengah, Sabu Raijua, dan Nagekeo dengan total 153,16 ton dan diperuntukan kepada 7.658 kepala keluarga. Sedangkan penyaluran beras pemberdayaan daerah rawan pangan dengan APBN/TP Kabupaten kepada 12 kabupaten antara lain : TTU, Belu, Alor, Lembata, Flotim, Sikka, Ende, Ngada, Manggarai, Sumba Timur, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya dengan alokasi anggaran masing-masing Rp 25 juta per kabupaten,” jelas Guebrnur. (by ferry guru)
Belum ada komentar.
Tinggalkan komentar