sergapntt.com [NEW YORK] – Warga Amerika, Israel dan Uni Eropa mengutuk keras aksi pemboman terhadap Gereja Protestan di Solo pada Minggu 25 September 2011. Karena itu mereka mendukung pemerintah Indonesia untuk bersikap tegas terhadap para pelaku dan otak pemboman.
“Itu perbuatan terkutuk,” ujar Andre Tomsak, warga Amerika yang bermukim di Nevada. Komentar yang sama juga dilecutkan sejumlah warga Israel usai mendengar kejadian tragis di Solo.
“Kami tidak menyangka, Indonesia yang begitu tenang dan damai, tiba-tiba digaduhkan dengan tindakan terkutuk,” ucap Joseph Polisky.
Warga Jerusalem yang pernah mampir di Bali itu meminta pihak kepolisian Indonesia untuk bertindak tegas dan adil.
“Kami berharap, Indonesia bisa kembali ke keadaan semua, aman dan damai,” pintanya.
Perwakilan Uni Eropa juga turut memberi tanggapan atas aksi peledakan Solo. Selain mengutuk, Uni Eropa juga mendukung pemerintah Indonesia untuk menindak tegas pihak-pihak yang bertanggungjawab.
“Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia mengutuk dan mengecam keras aksi peledakan bom di gereja Protestan di Solo pada hari Minggu, 25 September dan menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada para korban dan keluarga mereka,” demikian pernyataan Kantor Delegasi Uni Eropa, yang beranggotakan 27 negara Eropa.
“Mengingat pentingnya melindungi para penganut keyakinan minoritas sesuai hukum yang berlaku, Delegasi Uni Eropa menyambut baik tekad pemerintah Indonesia menindak tegas para pelaku penyerangan,” lanjut pernyataan Delegasi Uni Eropa, bersama para Duta Besar Negara-Negara Anggota Uni Eropa di Indonesia.
Menurut penyelidikan polisi, pelaku bom bunuh diri Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton, Solo, Jawa Tengah sudah dipastikan bernama Pino Damayanto alias Ahmad Yosepa alias Hayat. Dia merupakan satu dari lima orang yang masuk daftar pencarian (DPO) karena tergabung dalam jaringan teroris Cirebon.
Sebelumnya, Pemerintah Inggris mengeluarkan anjuran khusus (travel advice) bagi warganya yang hendak mengunjungi Indonesia, terutama daerah-daerah yang rawan serangan teroris. Peringatan ini dikeluarkan menyusul insiden ledakan bom Solo.
Dalam halaman Indonesia pada situs Kementerian Luar Negeri Inggris, yang diperbarui 25 September 2011, London memperingatkan warganya untuk berhati-hati ketika mengunjungi Indonesia. Mereka menuliskan bahwa seluruh wilayah di Indonesia rawan serangan teroris.
Sementara itu, pengamat Crime Analyst Forum (ICAF) asal Indoneia, Mustofa B Nahrawardaya, di Jakarta mengatakan bom bunuh diri di Solo merupakan upaya adu domba.
“Peledakan ini adalah upaya adu domba dan penyudutan terhadap kelompok tertentu, atau bahkan mengarah ke agama tertentu ke agama lain, dalam hal ini jemaat Kristen. Tujuannya agar terjadi pergesekan-pergesekan horizontal antaragama atau kelompok,” katanya.
Dia berharap, polisi menyelidiki kejadian ini secara profesional di tempat kejadian dan harus bisa mencari bukti akurat, tanpa dipengaruhi opini yang berkembang sebelumnya. Polisi harus obyektif dan meneliti semua barang bukti, tanpa ditunggangi kepentingan lain, selain mengungkap jaringannya.
Dalam kondisi politik yang belakangan memanas di Tanah Air, sangat terbuka kemungkinan adanya kelompok tertentu untuk mengacaukan perhatian pemerintah dan masyarakat dengan peristiwa semacam ini. Bahkan, sangat mungkin kelompok itu mengacaukan barang bukti di tempat kejadian perkara agar terkesan melibatkan keterlibatan kelompok agama lain.
“Biarlah polisi yang bekerja mengungkap kasus ini. Namun, baik juga jika ada sebagian kelompok masyarakat atau lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang turut memantau dan mengawasi peristiwa ini. Itu penting agar selama penyelidikan tidak dibelokkan ke arah kepentingan sesaat,” katanya.
Agar peristiwa bom semacam itu tidak terulang, lanjut dia, masyarakat jangan mudah mempercayai ajakan untuk melanggar hukum. Harus diakui, teroris tentu menggunakan akal dan cara yang tidak terdeteksi dengan mudah.
Namun, apabila masyarakat berhati-hati atas ajakan, hasutan, atau gosokan dari siapa pun, semoga peristiwa itu bisa dihindari. “Masyarakat jangan mudah terprovokasi,” katanya.
Mabes Polri memastikan pelaku bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh, Kepunton, Solo adalah Ahmad Yosepa Hayat alias Ahmad Abu Daud alias Raharjo alias Hayat.
Di tempat terpisah, Ketua RT 19/07 Kelurahan Plumbon, Desa Plumbon, Kabupaten Cirebon Elly Ermawati mengatakan bahwa Achmad Yosepa Hayat alias Hayat pernah tinggal selama dua tahun disana. Saat itu, menurutnya, Hayat sudah memiliki bayi perempuan berusia 2,5 bulan.
“Sepertinya istrinya juga sudah mengajukan cerai sejak Hayat masuk dalam DPO. Istrinya juga pernah bekerja menjaga apotek, dan kemudian keluar kerja setelah Hayat masuk dalam DPO. Istrinya cantik, tidak mengenakan cadar,” kata Elly. (by team)
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.



Tinggalkan komentar