Gong Belajar, Upaya Pemerintah Tingkatkan Mutu Pendidikan di NTT


sergapntt.com [KUPANG] – Pencanangan Gong Belajar merupakan suatu gerakan moral untuk menggugah hati seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) agar selalau mau meperhatikan soal belajar. “Tanggung jawab terhadap pendidikan anak-anak bukan merupakan tanggung jawab pemerintah sepenuhnya tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama,” tegas Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, pada acara Pencanangan Gong Belajar dan Musyawarah Besar Guru Tingkat Provinsi NTT, di Alun-alun Dinas PPO Provinsi NTT, Selasa, (27/9).
Lebih lanjut Gubernur mengatakan, kita membutuhkan pembenahan bersama agar berbagai upaya pembenahan berlangsung sinergis. Dari keluarga ditanamkan karakter dasar anak seperti budi pekerti, kemauan dan tekad untuk berusaha, disiplin, tekun dan sabar. Karakter dasar ini dibenahi dan dikembangkan di sekolah sebagai karakter personal dan akhirnya menjadi karakter sosial. Dalam proses ini, pemerintah terlibat memfasilitasi berbagai hal agar dinamika keluarga dan sekolah boleh berlangsung secara tertib dan berkelanjutan.
 “Aktualisasi Gerakan Gong Belajar ini berkiblat pada tiga hal yakni, pengendalian jam belajar pada jam 07.00 sampai 13.00 oleh para guru dan jam 17.00-19.00 oleh orang tua di rumah, pemondokan siswa siap ujian nasional terutama pada saat menjelang pelaksanaan ujian nasional serta pemberian reward kepada guru yang berprestasi istimewa dengan indikator antara lain siswa didik di bidang studi mendapat prestasi istimewa,” lanjut Gubernur Lebu Raya.
Gubernur Lebu Raya menambahkan, hari ini kita menyelenggarakan Musyawarh Besar (Mubes) guru yang baru pertama kali diselenggarakan di NTT, karena itu mubes para guru setidaknya harus memberi ruang refleksi terhadap evaluasi kinerja guru yang telah dicapai selama ini, klarifikasi persoalan atau kendala yang dihadapi serta apa strategi untuk mengembangkan kompetensi dan kesejahteraan para guru. Guru harus merasa besar sehingga membuat anak-anak juga merasa besar karena itu diperlukan mimpi besar, cita-cita besar untuk membuat bangsa juga menjadi besar agar dapat melahirkan anak-anak yang berkualitas, berdaya saing untuk menghadapi situasi global, katanya.
Gubernur berharap, pertemuan besar ini bisa menanamkan obsesi besar, menegakkan komitmen, punya idealism, merumuskan langkah besar, menghasilkan keputusan besar dan mesti memberi hasil besar sebagai dedikasi guru bagi pendidikan di daerah ini. berbagai persoalan yang masih mengganjal, mesti didiskusikan dan dibahas secara transparan, dimusyawarahkan untuk disepakati sebagai keputusan dan rekomendasi bersama.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT,              Drs. Clemens Meba, MM, mengatakan Gong Belajar merupakan suatu gerakan atau upaya untuk memotivasi siswa serta menyadarkan orangtua/keluarga dan masyarakat agar lebih aktif melibatkan diri bersama sekolah dan pemerintah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di NTT. (by heri lay)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.