sergapntt.com [Madrid] – Di atas kertas, Real Madrid lebih diunggulkan atas Ajax Amsterdam. Apalagi di matchday II kali ini, Rabu (28/9/2011) dinihari WITENG, Madrid bakal bertindak sebagai tuan rumah. Namun, Los Blancos diperingatkan untuk tidak lengah.
Musim kemarin, kedua klub juga sama-sama berhadapan di fase grup. Hasilnya? Madrid menang mutlak pada dua pertemuan; 2-0 dan 4-0. Ajax pun gagal melaju ke fase berikutnya lantaran hanya finis di urutan tiga grup tersebut.
Tapi, musim ini, Ajax diprediksi bakal sedikit menyulitkan Madrid. Skuad arahan Frank de Boer tersebut memang masih tertahan di posisi tiga klasemen sementara Eredivisie, tapi daya gedor mereka adalah salah satu yang terbaik di liga domestik sejauh ini.
Dari tujuh laga, Ajax sukses menggelontorkan 21 gol. Modal ini disebut Johan Cruyff bisa menjadi bahan untuk mengeksploitasi bek tengah Madrid, yang disebutnya merupakan titik lemah tim.
“Mereka (Madrid) sangat inkonsisten dalam pekan-pekan pembuka musim ini dan Anda bisa melihat bahwa itu mengganggu mereka,” tulis legenda sepakbola Belanda itu dalam kolomnya di De Telegraaf.
“Ajax harus bermain teratur. Saya bisa melihat mereka mendapatkan beberapa kesempatan. Bek-bek tengah Madrid memang sangat hebat dalam duel, tapi penempatan posisi mereka sangat lemah. Saya menilai, itu adalah kelemahan mereka dan Ajax bisa memanfaatkannya,” lanjut Cruyff.
Meski demikian, hal serupa bisa saja berbalik kepada Ajax. Ingat, Madrid bermain di kandang sendiri dan catatan mereka dalam membobol gawang lawan pun tak bisa dibilang jelek. Skuad arahan Jose Mourinho itu sudah mencetak 16 gol dalam lima laga di La Liga, catatan yang hanya kalah dari Barcelona. Akhir pekan lalu pun mereka menang dengan skor telak 6-2 atas Rayo Vallecano.
Ketajaman Madrid itu menjadi ancaman jika melihat catatan kebobolan Ajax di liga domestik. Miralem Sulejmani dkk. sudah kebobolan 10 gol, yang mana membuat mereka, bersama PSV, memiliki catatan kebobolan terburuk di antara penghuni lima besar lainnya.
Tapi, musim ini, Ajax diprediksi bakal sedikit menyulitkan Madrid. Skuad arahan Frank de Boer tersebut memang masih tertahan di posisi tiga klasemen sementara Eredivisie, tapi daya gedor mereka adalah salah satu yang terbaik di liga domestik sejauh ini.
Dari tujuh laga, Ajax sukses menggelontorkan 21 gol. Modal ini disebut Johan Cruyff bisa menjadi bahan untuk mengeksploitasi bek tengah Madrid, yang disebutnya merupakan titik lemah tim.
“Mereka (Madrid) sangat inkonsisten dalam pekan-pekan pembuka musim ini dan Anda bisa melihat bahwa itu mengganggu mereka,” tulis legenda sepakbola Belanda itu dalam kolomnya di De Telegraaf.
“Ajax harus bermain teratur. Saya bisa melihat mereka mendapatkan beberapa kesempatan. Bek-bek tengah Madrid memang sangat hebat dalam duel, tapi penempatan posisi mereka sangat lemah. Saya menilai, itu adalah kelemahan mereka dan Ajax bisa memanfaatkannya,” lanjut Cruyff.
Meski demikian, hal serupa bisa saja berbalik kepada Ajax. Ingat, Madrid bermain di kandang sendiri dan catatan mereka dalam membobol gawang lawan pun tak bisa dibilang jelek. Skuad arahan Jose Mourinho itu sudah mencetak 16 gol dalam lima laga di La Liga, catatan yang hanya kalah dari Barcelona. Akhir pekan lalu pun mereka menang dengan skor telak 6-2 atas Rayo Vallecano.
Ketajaman Madrid itu menjadi ancaman jika melihat catatan kebobolan Ajax di liga domestik. Miralem Sulejmani dkk. sudah kebobolan 10 gol, yang mana membuat mereka, bersama PSV, memiliki catatan kebobolan terburuk di antara penghuni lima besar lainnya.
Inilah pertemuan para langganan juara. Bagaimana tidak, jika jumlah trofi juara Liga Champions ditotal, Real Madrid dan Ajax menghasilkan 13 trofi. Madrid sudah mengoleksi sembilan trofi, Ajax empat kali juara. Kedua tim pernah punya masa jaya pada waktu yang berbeda. Tapi, saat ini, harus diakui Madrid berada di depan Ajax.
Hasil pertemuan musim lalu menjadi buktinya. Dalam dua pertemuan di fase grup, Madrid mencetak enam gol ke gawang Ajax tanpa mampu dibalas. Musim ini, Madrid masih diyakini mampu mengulang sukses musim lalu.
Meski menghadapi jadwal padat dalam dua pekan ke depan, skuad Madrid tetap yakin bisa meraih hasil positif di setiap pertandingan. Kekalahan 0-1 dari Levante di liga domestik telah dijadikan pelajaran agar tidak lagi terulang dalam laga-laga berikutnya.
“Aku yakin kami sudah terbiasa bertanding setiap tiga hari dan kami seharusnya tidak merasa lelah. Pelatih akan memilih pemain yang paling pas di posisi inti pada setiap laga. Menjadi hak pelatih akan menggunakan sistem rotasi atau tidak. Aku yakin kami semua siap dengan semua putusannya,” kata gelandang Madrid, Xabi Alonso.
Sayang, Ajax rasanya tidak akan melakukan taktik yang diperagakan Levante untuk menaklukkan Madrid. Sebagai tim bernama besar di Liga Champions tak sepatutnya mereka bermain bertahan. Namun, bermain terbuka juga melahirkan risiko kebobolan yang besar. Kondisi ini menyulitkan Ajax yang ingin mengembalikan kejayaan di Eropa. (by. eko/adwi)
Prediksi Line-up
Madrid (4-2-3-1) : Casillas; Ramos, Varane, Albiol, Arbeloa; Khedira, Xabi Alonso; Di Maria, Oezil, Ronaldo; Benzema
Ajax (4-3-3) : Vermeer; Van der Wiel, Alderweireld, Vertonghen, Anita; S. de Jong, Erikssen, Janssen; Sulejmani, Boerrigter, Sigthorsson
Madrid (4-2-3-1) : Casillas; Ramos, Varane, Albiol, Arbeloa; Khedira, Xabi Alonso; Di Maria, Oezil, Ronaldo; Benzema
Ajax (4-3-3) : Vermeer; Van der Wiel, Alderweireld, Vertonghen, Anita; S. de Jong, Erikssen, Janssen; Sulejmani, Boerrigter, Sigthorsson
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar