10 Persen Anak SD Di NTT Mengakses Video Porno Via Handphone


sergapntt.com [KUPANG] – Ini peringatan bagi para orang tua agar lebih seksama memperhatikan anak, terutama terhadap bahaya internet. Pasalnya, 10 persen anak Sekolah Dasar (SD) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan mengakses video porno via handphone.   

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) NTT, Mutiara Mauboy mengatakan, sesuai hasil penelitian KPI NTT terhadap perilaku anak, ditemukan ada anak yang mengakses situs porno.
“Data ini luar biasa dan membahayakan masa depan anak,” papar Mauboy kepada wartawan di Kupang, Kamis, 6 Oktober 2011.
Anak-anak, menurut dia, mengakses situs porno usai jam sekolah. Penelitian yang dilakukan sejak April 2011 itu mengambil 300 sampel anak usia di bawah 13 tahun di berbagai sekolah di Kota Kupang.
“Kita mengambil 10 persen dari populasi jumlah anak di Kota Kupang sebanyak 300 ribu orang,” katanya.
Dia mengatakan, anak-anak usia sekolah yang mengakses situs porno ini harus segera diselamatkan. Karena itu, hasil penelitian KPI harus menjadi rujukan bagi pemerintah dan orang tua untuk memberikan perhatian serius kepada anak.
Anak-anak itu harus dipantau aktivitasnya di sekolah maupun di luar sekolah. Di sisi lain, upaya pemerintah untuk memblokir situs porno belum secara maksimal sehingga masih ada situs porno yang bisa dibuka anak.
Kelompok anak-anak yang mengakses situs porno dan luput dari perhatian orang tua, antara lain pekerja anak, anak putus sekolah, anak orang kaya, serta anak-anak di panti asuhan. Penelitian ini, tambah Mutiara, merupakan bentuk kepedulian KPI terhadap anak karena hampir seluruh waktu anak dihabiskan di warung internet (warnet) atau melalui handphone.
Sementara itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai peredaran video porno memberikan dampak negatif sangat besar. Video porno telah menimbulkan kejahatan perkosaan terhadap anak-anak usia 12-14 tahun oleh para pelaku yang berusia sekitar 16-18 tahu. fenomena tersebut merupakan salah satu penyakit Remaja dan Pornografi Internet.
Bagi orang tua, hal yang dikhawatirkan bagi anak-anaknya saat mengakses internet adalah untuk mengakses hal-hal yang tidak benar, seperti video atau gambar-gambar jorok.  Orang tua sebaiknya aktif membentengi anaknya dari hal-hal yang tidak baik sejak dini.
1)        Mengenalkan pendidikan seks kepada anak. Sekarang ini sudah banyak buku tentang seks buat anak-anak yang penuh gambar, seperti komik dan buku-buku yang lain. Dengan cara ini orang tua dapat membentengi anak dari pengaruh pornografi, terutama ketika lima anaknya mulai beranjak remaja.
2)        Orang tua sudah selayaknya memberikan pengertian bahwa mengakses video  atau gambar  tidak pantas merupakan hal yang dilarang oleh agama, apalagi melakukan sendiri perbuatan tersebut.
3)        Memberikan pengarahan bahwa melakukan perbuatan asulisa atau berhubungan suami istri diluar nikah dapat mengakibatkan penyebaran penyakit yang berbahaya seperti HIV atau aids, bahkan merusak harga diri.
4)        Memberikan pengertian kepada anak untuk tidak mencontoh hal buruk seperti yang pernah dilihat meskipun itu dilakukan oleh artis idolanya. Mencontohlah hal yang baik, bukan mencontoh hal yang buruk.
5)        Sebaiknya orang tua juga membentengi anak dengan ilmu agama yang kuat sejak dini.

Menurut psikolog sekaligus direktur Lembaga Psikologi Daya Insani ini, orangtua dan lingkungan harus turut mengawasi supaya anak-anak tidak mengakses konten pornografi. Salah satu cara yang harus dilakukan ialah, membangun komunikasi dengan buah hatinya. Dengan membuka dialog komunikasi dengan anak. Kalau anak sudah sempat melihat video mesum, maka orangtua dan anak harus berdialog mencari kesimpulannya. Yaitu dengan membahas apa sisi jeleknya, dan efeknya. Kalau anak belum sempat menyaksikan konten pornografi, orangtua harus memberikan edukasi tentang pornografi itu tidak bagus. (by. andi adoe)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.