Bantu AS Sergap Bin Laden, Seorang Dokter Pakistan Dituduh Sebagai Pengkhianat


sergapntt.com [ABOTTABAD] – Seorang dokter asal Pakistan yang membantu CIA dan Pasukan Komando AS melacak dan menembak mati Osama bin Laden dituduh oleh Komisi Penyelidikan Pakistan sebagai pengkhianat. Ia diancam pasal pengkhianatan tingkat tinggi terhadap negaranya.

Komisi itu bertugas menyelidiki serangan Amerika Serikat terhadap Bin Laden di Abottabad, Pakistan, Mei lalu.

Media Pakistan, Dawn, melaporkan, dr Shakil Afridi dituduh berusaha membantu CIA mengumpulkan sampel DNA Bin Laden dan anggota keluarganya dengan cara menggelar vaksinasi di Abottabad.

Afridi ditahan tak lama setelah penyerbuan yang dipimpin pasukan komando AS pada 2 Mei 2012.

Komisi itu memutuskan, seperti dikutip BBC, catatan dan bukti cukup untuk mendakwa Afridi dengan alasan “konspirasi melawan Negara Pakistan dan pengkhianatan tingkat tinggi”.

Komisi pimpinan mantan hakim agung itu dibentuk untuk menyelidiki bagaimana AS bisa memasuki Pakistan dan menyelesaikan misi (membunuh Bin Laden) di luar pengetahuan Pakistan.

Komisi itu juga bertugas menyelidiki bagaimana Bin Laden bisa tinggal di Abottabad selama beberapa tahun.

Pakistan menyebut serbuan AS itu sebagai pelanggaran atas kedaulatan Pakistan. Penangkapan Afridi diduga bakal memperuncing hubungan antara CIA dan badan intelijen Pakistan, ISI.

BBC melaporkan, Washington mendesak dokter itu dibebaskan dan dikirim untuk tinggal di AS.

Jika terbukti melakukan pengkhianatan terhadap negara, maka Afridi berhadapan dengan hukuman mati.
Komisi yang sama juga mengiterogasi janda-janda dan putri-putri Osama Bin Laden pada Rabu (5/10/2011) untuk mengetahui bagaimana bin Laden tinggal tanpa diketahui selama bertahun-tahun di Pakistan.
“Wawancara yang mendalam” dengan tiga janda dan dua putri bin Laden itu terjadi Selasa (4/10/2011), kata komisi tersebut dalam sebuah pernyataan singkat. Para pejabat menolak memberikan keterangan yang lebih terperinci.
Pakistan menahan tiga janda Osama bin Laden. Dua di antaranya warga Arab Saudi dan satu orang Yaman, serta sekitar 10 anak mereka, setelah pasukan khusus AS Navy SEAL membunuh bin Laden lalu membawa jenazahnya dari Abbottabad pada 2 Mei lalu.
Insiden di Abbottabad itu telah menciptakan ketegangan dalam hubungan AS-Pakistan.
Upaya awal untuk memulangkan para wanita dan anak-anak itu kandas ketika komisi tersebut pada Juli memerintahkan mereka untuk tetap di Pakistan hingga pemberitahuan lebih lanjut. Hal itu mengindikasikan bahwa komisi itu ingin memeriksa mereka berkaitan dengan penyelidikan tersebut.
Komisi itu juga telah mewawancarai kepala badan intelijen militer Pakistan ISI, Ahmad Shuja Pasha, Rabu, dan akan menanyainya lagi Kamis (6/10/2011), katanya.
Tanya jawab dengan seorang kepala ISI yang masih menjabat oleh sebuah panel sipil adalah sangat jarang terjadi di negara itu. Sebab, intelijen militer Pakistan sangat ditakuti dan sekaligus dihormati, dan kekuasannya melebihi kekuasaan pemimpin sipil.
Penemuan bahwa bin Laden telah tinggal di Abbottabad, tampaknya selama lima tahun, dan serangan sepihak Amerika telah dilukiskan oleh para pengkritik di Pakistan sebagai bencana terburuk militer sejak Bangladesh memisahkan diri dari negara itu pada 1971.
Pada Selasa, anggota-anggota komisi itu telah mewawancarai dr Shakil Afridi, seorang ahli bedah pemerintah yang ditanya mengenai kampanye vaksinasi gratis yang menurut laporan dia lancarkan pada Maret-April di lingkungan tempat tinggal bin Laden.
Beberapa pejabat keamanan di wilayah itu yakin dokter tersebut mungkin tahu mengenai kehadiran bin Laden dan membagi informasi dengan agen-agen intelijen AS.
Komisi itu, yang pemerintah bentuk di bawah tekanan dari oposisi politik di tengah kecaman atas penyelidikan militer internal sebagai tidak akan obyektif, memiliki kekuasaan untuk memanggil para pejabat militer dan sipil.
Komisi itu, yang dipimpin oleh hakim Javed Iqbal, beranggotakan antara lain Abbas Khan, seorang bekas komandan polisi, Ashraf Jehangir Qazi, mantan diplomat PBB dan jenderal purnawirawan Nadeem Ahmed, yang dulu kepala atoritas bencana nasional.
Komisi itu mengatakan mereka ditugasi untuk menyelidiki “fakta sepenuhnya” mengenai kehadiran bin Laden di Pakistan, keadaan sekitar serangan Amerika yang menewaskannya dan kehilangan “jika ada” pejabat Pakistan. (by. daw)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.