sergapntt.com [WAIBAKUL] — Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah mengalokasikan dana senilai Rp 3,7 miliar untuk mendukung program Desa Mandiri Anggur Merah (Demam) di daerah itu.
Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumba Tengah, Ir. Agustinus Umbu Sorung menjelaskan, sejak pekan lalu pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan verifikasi kegiatan kelompok yang dipimpin Kepala Bidang Ekonomi Bappeda Sumba Tengah, Lukas Woli, S.E.
Verifikasi dilakukan untuk memperoleh kepastian kemajuan kelompok tani dalam menyerap dana Demam maupun dana P2ED. Secara teknis, jelas Umbu Sorung, terjadi keterlambatan pelaksanaan program Demam karena keterlambatan pencairan dana. Sedangkan dana P2ED lebih cepat sehingga pelaksanaan usaha kelompok tani di desa-desa lebih cepat.
Meski demikian, Umbu Sorung mengakui, kedua program tersebut sudah berjalan. Baik dana Demam maupun P2ED sudah cair dan sedang digunakan kelompok tani untuk mengembangkan usahanya.
Ia menyarankan, ke depan anggaran sebaiknya ditransfer langsung ke rekening kas daerah (kabupaten) untuk memudahkan koordinasi dan pencairannya. Pengalaman saat ini, pencairan dana terlambat karena koordinasi kurang berjalan lancar.
Ia menyarankan, ke depan anggaran sebaiknya ditransfer langsung ke rekening kas daerah (kabupaten) untuk memudahkan koordinasi dan pencairannya. Pengalaman saat ini, pencairan dana terlambat karena koordinasi kurang berjalan lancar.
Pemkab Sumba Tengah, jelas Umbu Sorung, sangat mendukung program Demam dengan mengalokasikan dana percepatan pembangunan ekonomi desa bagi 15 desa sebesar Rp 3.750.000.000. Setiap desa mendapat kucuran dana Rp 250 juta. Sedangkan lima desa lainnya mendapat alokasi dana DeMAM dari program Gubernur NTT. (by. pk)
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar