Masalah Ketahanan Pangan Harus “Dikeroyok” Lintas Sektor


sergapntt.com [BAJAWA] – Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya mengatakan, masalah ketahanan pangan di Provinsi NTT harus “dikeroyok” secara lintas sektor. “Ketahanan pangan merupakan suatu sistem yang kompleks yang mencakup sub sistem ketersediaan, distribusi dan konsumsi pangan. Karena itu harus dikerjakan secara lintas sektor, lintas pelaku dan lintas daerah,” tandas Gubernur saat membuka dengan resmi Workshop Tindak Lanjut NTT Food Summit tahun 2011 di Aula Jontom Paroki Santu Yosep Bajawa, Kamis (13/10).
Menurut Gubernur, dengan bekerja secara lintas sektoral, koordinasi dan harmonisasi kebijakan menjadi kata kunci keberhasilan pembangunan  ketahanan pangan nasional dan daerah. “Sepanjang semua pemangku kepentingan belum duduk bersama mulai dari merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi serta merumuskan langkah tindak lanjut maka sebagus apapun program atau kegiatan yang dilaksanakan dan berapapun uang yang disalurkan kepada masyarakat akan tetap saja habis tak berbekas,” kata Gubernur.
Gubernur mengajak seluruh komponen masyarakat NTT untuk menyatukan gerak dan langkah memerangi kelaparan sekaligus kemiskinan di NTT. “Jangan karena kita kurang beras kemudian kita dicap rawan pangan, padahal kita memiliki potensi pangan lokal non beras serta pada setiap momentum rapat atau pertemuan selalu menyajikan pangan lokal. Mari mulai dari diri dan keluarga kita, terus kita kampanyekan kepada masyarakat agar merasa bangga dalam mengkonsumsi pangan lokal,” pinta Gubernur.
Gubernur juga meminta untuk dilakukan evaluasi secara menyeluruh manfaat program atau kegiatan yang telah dilaksanakan terhadap perkembangan rawan pangan dan kemiskinan di NTT. “Saya juga minta untuk samakan persepsi dan langkah operasional tentang cakupan serta indikator kerawanan dan kemiskinan di NTT sehingga kita semua mempunyai pandangan yang sama terhadap kondisi dan penanganannya di NTT,” tegas Gubernur seraya menambahkan, agar ada rumusan pola penanganan kerawanan pangan dan kemiskinan yang lebih terkoordinasi dan terpadu.”
Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua DPRD NTT, Anselmus Tallo, SE, Ketua Komisi B DPRD NTT, Drs. John Umbu Deta, Anggota DPRD NTT, Kornelis Soi, SH, Bupati Ngada, Marianus Sae, Wakil Bupati Sikka, dr. Wara Damianus, Wakil Bupati Alor, M.Jusman Taher, sejumlah pimpinan SKPD lingkup Pemerintah Provinsi NTT dan sejumlah aktivis LSM yang peduli terhadap masalah ketahanan pangan. (by. ferry guru)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.