sergapntt.com [BAJAWA] – Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya mengatakan, program Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah tahun 2011 yang mengalokir dana Rp 250 juta di 287 desa/kelurahan miskin yang ada di Provinsi NTT diharapkan mampu memperkuat proses pemberdayaan masyarakat yang ada di desa.
”Dengan adanya program Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah (DEMAM), saya berharap akan semakin memperkuat proses pemberdayaan terutama pada masyarakat desa kita yang belum tersentuh program atau kegiatan pembangunan selama ini baik melalui Program Desa Mandiri Pangan (DMP), Program Desa Mandiri Pangan Menuju Desa Sejahtera (DMP-DS), Program Pengembangan Agribisnis Pedesaan (PUAP) dan program-program pemberdayaan masyarakat lainnya,” tegas Gubernur saat memimpin puncak perayaan Hari Pangan Sedunia Nasional (HPS) tingkat Provinsi NTT tahun 2011 di Bajawa Kabupaten Ngada-Flores Provinsi NTT, Jumat (14/10).
Merayakan Hari Pangan Sedunia, kata Gubernur, merupakan bentuk kepedulian terhadap betapa pentingnya kebutuhan pangan bagi kehidupan manusia. ”Perayaan ini mengingatkan dan menyadarkan kita semua sebagai unsur yang membutuhkan pangan demi kelangsungan hidup dan kehidupan, agar selalu berpikir dan bertindak bagaimana dapat memperoleh pangan yang cukup secara kontinue baik jumlah maupun mutunya,” ucap Gubernur.
Dikatakan, secara faktual menunjukkan bahwa Provinsi NTT masih terus dihadapkan pada masalah kekeringan dan gagal panen yang berdampak pada adanya risiko kerawanan pangan di tingkat masyarakat. Akibat lanjutnya, sebut Gubernur dari kondisi kerawanan pangan tersebut telah menyebabkan adanya kondisi gizi buruk, busung lapar serta gangguan pertumbuhan fisik lainnya.
Hari Pangan Sedunia tahun 2011 kali ini thema internasional adalah ”Food Princes from Crisis to Stability”, pada tingkat nasional mengangkat thema ”Menjaga Stabilitas Harga dan Akses Pangan Menuju Ketahanan Pangan Nasional” dan untuk tingkat NTT thema yang diusung adalah ”Dengan Pemanfaatan dan Pengembangan Pangan Lokal Kita Mewujudkan Stabilitas Harga dan Akses Pangan Menuju Kemandirian Pangan di NTT.”
Thema ini menurut Gubernur, senantiasa mendorong kita untuk senantiasa berkomitmen mengembangkan sekaligus memanfaatkan potensi pangan lokal, meningkatkan kemampuan untuk menyediakan pangan secara mandiri serta meningkatkan pendapatan untuk menunjang kemampuan masyarakat dalam mengakses kebutuhan pangannya sekaligus terus menjaga stabilitas harga pangan sehingga dapat dijangkau oleh daya beli masyarakat.
Di sisi lain lanjut Gubernur, terus digerakan pemanfaatan secara optimal semua potensi sumber daya alam yang dimiliki dengan menanam dan mengembangkan beranekaragam jenis pangan seperti padi-padian, palawija, ubi-ubian, sayur-sayuran, buah-buahan, ternak besar, ternak kecil, ternak unggas dan ikan sebagai sumber gizi keluarga sekaligus dapat menunjang ketersediaan dan cadangan pangan masyarakat secara mandiri dengan memanfaatkan pekarangan dan lahan-lahan ptensial yang ada.
”Saya mengajak kita sekalian untuk menjabarkan lebih lanjut spirit pembangunan Pemerintah NTT yaitu Anggaran Untuk Rakyat Menuju Sejahtera (Anggur Merah) melalui suatu gerakan dan program atau kegiatan yang nyata di tingkat masyarakat sehingga dampak dan warna yang diberikan mempunyai arti dan manfaat yang sangat besar bagi kemajuan pembangunan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di NTT,” kata Gubernur. (by. ferry guru)
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar