sergapntt.com [JAKARTA] – Potensi pariwisata di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih sangat membutuhkan sentuhan pemerintah terhadap morat-maritnya infrastuktur pariwisata, termasuk masalah perhotelan di NTT. Jika masalah tersebut bisa diatasi, maka mungkin saja dalam waktu dekat NTT mampu menyusul Bali sebagai daerah pariwisata yang menjanjikan.
Selain komodo, NTT memiliki segudang potensi pariwisata yang aduhai. Sebut saja, taman laut 17 pulau riung. Dengan luas 11.000 hektar yang dihiasi biota laut yang unik, potensi ini sayang jika tak dikunjungi. Selain itu, ada pula danau tiga warna kelimutu, taman laut maumere, taman laut alor, deretan rumah adat bena, pasola di sumba dan lain sebagainya. Persolannya adalah selama ini pemerintah kurang memperhatikan potensi tersebut sebagai jualan utama demi kemajuan ekonomi rakyat NTT.
Toh begitu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu sangat optimis pariwisata NTT bakal menyusul Bali sebagai tujuan wisata lokal dan manca negara. Sebab, NTT memiliki pariwisata yang khas dan tidak ditemui di tempat lain.
“Menurut saya bisa, apa yang menjadi nilai tambah NTT diferensiasi pariwisata yang banyak, misalnya komodo tidak ada di tempat lain,” ungkap Mari ketika ditemui di sela acara Nusa Tenggara Investment Day, di Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, Selasa (25/10/2011).
Namun demikian, menurut Elka, hal ini tidak bisa lepas dari peranan daerah dan pemerintah dalam mengemasnya. Selain itu, infrastruktur masih menjadi suatu kendala yang harus diperbaiki.
“Kita harus bisaa mengemasnya dengan baik. Konektivitas mendukung infrastruktur, hotel mendukung,” jelasnya
Dijadikannya Nusa Tenggara ini menjadi gerbang pariwisata sebenarnya sudah menjadi rencana pemerintah dalam MP3EI 2011-2025, di mana Nusa Tenggara akan menjadi gerbang pariwisata bersama Bali. Oleh karena itu, Elka juga mengingatkan agar Nusa Tenggara menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM).
“Karena bagian dari MP3EI, SDM dibidang pariwisata harus bisa melayani, bahasa dan lainnya,” pungkasnya. (by. jid)
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar