sergapntt.com [KUPANG] – Amunisi perang mulai digelontorkan. Lawan politik menjadi target. Tak peduli masih saudara apa tidak. Yang penting bisa menang saat melawat ke arena pemilukada. Hm,,, Kota Kupang kini jadi tontonan. Seribu pasang mata tiap detik menerawang update isu paling mutakhir. Rakyat hiruk pikuk dengan geliat ekonomi, sementara politisi sibuk bertamu kesana kemari. Sambil mengemis suara pemilih, sebagian kandidat justru menebar dengki terhadap lawan politik.
Hasil intaian Sergap NTT menyebutkan, figur yang paling disoroti, dibenci, plus paling ditakuti saat ini adalah Jefri Riwu Kore. Sebab, Anggota Komisi IX DPR yang optimis akan keluar via Partai Demokrat itu terus menuai simpati rakyat kota KASIH. Hasil perkiraan tim pengkaji Jeriko Center menyebutkan, hampir ¾ % pemilih Kota Kupang lebih memilih Jeriko ketimbang yang lain. Selain masih muda, pria yang akrab dipanggil Jeriko itu diyakini mampu memanage Kota Kupang ke arah yang lebih baik.
Bagi lawan politik, Jeriko ibarat ancaman yang harus segera ditepis. Tak peduli dengan cara apa. Termasuk menggunakan dukun yang ahli mengguna-guna. Bahkan sederet argumen pun dibangun untuk membunuh karakternya. Mulai dari isu dugaan keterlibatannya dengan Nasarudin hingga persoalan tak jelas di pilkada periode lalu terus disebar guna menuai benci rakyat Kota Kupang.
Walau begitu rakyat Kota Kupang tetap menjagokan Jeriko. Hampir disetiap kesempatan yang didiskusikan hanyalah tentang figur Jeriko. Tak peduli dia pedagang atau pejabat. Semua seolah terhipnotis dengan keberadaan Jeriko.
“Itu tandanya, rakyat sangat sayang dengan Jeriko. Untuk apa peduli dengan calon-calon lain. Asal tau saja, figur yang suka menjelek-jelekan figur lain, sesunggunya itu wujud asli pribadinya,” tegas Hendro Mitang (35), warga Kecamatan Maulafa yang mengaku akan memilih Jeriko saat hari “H” pemilukada tiba.
Menurut Hendro, Jeriko memiliki jiwa kepemimpinan yang selama ini selalu diimpi-impikan rakyat Kota Kupang. Paling tidak, figur Jeriko tidak munafik seperti pengikut Yudas kebanyakan. Peduli rakyat hanya pada saat butuh dipilih rakyat. Begitu kursi empuk diraih, semua tinggal nama dan wacana.
“Saya mau tanya kamu-kamu yang wartawan. Coba tilik dari sudut pandang hati yang paling obyektif. Apa sih yang berubah di kota ini? Yang kita dengar hanya ribut, ribut, ribut, dan ribut,,,,. Pemimpin itu, kita pilih, bukan untuk ribut-ribut, tapi untuk urus rakyat. Nah kalau kita pilih lagi yang suka ribut-ribut model begitu, mo jadi apa ini Kota Kupang. Karena itu,,,,,, bae sonde bae, lebe bae semua kita pilih Jeriko. Beta kenal betul itu orang. Dia itu sonde suka ribut-ribut. Buktinya dia sonde pernah punya musuh selama berkecimpung di dunia politik praktis atau di kehidupan sosialnya. Nah,,, kalau kita pilih yang punya musuh, maka pasti,,,! Sekali lagi,,,, pasti,,,! Begitu dia jadi walikota, dia hanya sibuk baribut dengan dia punya musuh-musuh. Kita? Dia lupa lah,,,! Kalau kita tagih, paling dia hanya bilang, ah,,, urus rakyat itukan hanya wacana aja,” imbuh Hendro, sinis.
Sejumlah petinggi di Kota Kupang juga punya prediksi yang sama. Kata mereka, diatas kertas, kali ini Pemilukada bakal dimenangi Jeriko. Apalagi sebagaian besar PNS di Kota Kupang cenderung mengidolakan Jeriko. “Kalau boleh jujur, sekarang ini tidak ada yang bisa menandingi Jeriko. Bahkan saya pastikan, 80 persen PNS di Kota Kupang lebih memilih Jeriko ketimbang yang lain, “ ujar salah seorang pejabat eselon II di Kota Kupang yang mewanti-wanti agar namanya tidak ditulis.
Bagi Hendro, siapa pun yang berpasangan dengan Jeriko tidak akan mempengaruhi pilihan rakyat Kota Kupang. “Kayaknya tekad rakyat Kota Kupang sudah bulat tuh,,,! Itu yang saya amati. Jadi,,, siapa saja yang dipasangkan dengan Jeriko, no problem,,,! Beta yakin, Jeriko dan pasangannya akan tetap menang. Yang lain? Ah,,,! Bikin abis energi saja,,,! Bahkan beta pastikan, jika Jeriko terus diserang, maka Jeriko akan makin disayang rakyat Kota Kupang. Orang punya anak tidak ada salah koq,,,! Janganlah! Kita jangan suka mengumbar kesalahan orang lain, padahal kita sendiri lebih bejat dari orang yang kita tuduh, ” tohoknya. (by. chris parera)
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar