sergapntt.com [KUPANG] – Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon L. Foenay, M.Si mengatakan, kekuatan koperasi terletak pada kekompokan atau solidnya para anggota dengan pengurus. “Koperasi yang baik adalah solidnya para anggota dengan para pengurusnya. Karena itu, saya minta kelola koperasi ini dengan cara kerja yang moderen,” pinta Wagub saat bertatap muka dengan Badan Pengurus (BP) Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Ranaka di ruang kerja Wagub, Jumat (28/10/11).
Kehadiran dan keberadaan KSP Ranaka lanjut Wagub, merupakan hal yang positif sekaligus sebagai ajang strategis untuk mempromosikan NTT sebagai Provinsi Koperasi. “Saya harap keberadaan KSP Ranaka bisa mempromosikan NTT sebagai Provinsi Koperasi dan dapat merangsang koperasi ini menjadi koperasi yang moderen di daerah ini,” kata Wagub.
BP KSP Ranaka masa bhakti 2009-2013 adalah Jemari Yoseph Dogon, SE (Ketua), Drs. Onduk Fabianus (Wakil Ketua), Marthen Haman (Sekretaris I), Ir. Maksi Gurang (Sekretaris II) dan Drs. R. Yanuarius Apul (Bendahara). Sedangkan Badan Pengawas yakni Drs. Sabinus Hatul, MM (Ketua), Drs. Anton Ugak, M.Si (Wakil Ketua) dan Drs. Alex Jewarus (Sekretaris).
Ketua KSP Ranaka, Jemari Yoseph Dogon menyampaikan rencana permohonan kredit KSP Ranaka yang diajukan ke Bank Mandiri Cabang Kupang. “Kami mohon jika bapak Wagub berkenan bisa membantu kami soal kredit yang kami ajukan ke Bank Mandiri Cabang Kupang,” kata Jemari Yoseph, apa adanya.
Terhadap permintaah tersebut, Wagub menyarankan kalau boleh permohonan kredit KSP Ranaka diajukan ke Bank NTT saja. “Saya pikir ajukan saja ke Bank NTT. Nanti saya sampaikan ke Bapak Gubernur untuk perhatikan hal ini. Karena Pemerintah Provinsi NTT kan sebagai pemilik saham terbesar di Bank NTT,” ujar Wagub, memberi alasan.
Jemari Yoseph juga menyampaikan kepada Wagub tentang rencana pembangunan gedung kantor KSP Ranaka yang baru terletak di Jalan Fetor Foenay BTN Kolhua. “Kami berencana membangun kantor baru tiga lantai dengan luas bangunan seluruhnya 360 meter persegi. Hingga 27 Oktober ini telah selesai penggalian dan pembuatan fondasi untuk lantai pertama dari rencana tiga lantai termasuk pembangunan gedung aula untuk ruang rapat para anggota. Anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp 1.850.000.000,- ,“ jelas Jemari Yoseph. (by. ferry guru)
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar