Kitab Suci Itu Dibanting Hanya Karena,,,,,!


sergapntt.com –Tomy (22), pemuda tampan yang mempesona. Ayahnya seorang miliarder kaya raya penganut Katholik fanatik. Ibunya telah meninggal saat Tomy masih kecil. Sang ayah sangat menyayanginya. Saking sayangnya, si ayah tak pernah berpikir untuk menikah lagi walaupun godaan itu selalu datang silih berganti. Cintanya hanya untuk sang istri yang sudah almarhum dan si Tomy, buah hatinya.
Setiap minggu dan hari-hari besar Katholik, Tomy dan ayah tak pernah alpa ke gereja. Hanya saja Tomy punya karakter yang ambisius. Jika sesuatu sudah diinginkan, maka keinginan itu mesti terpenuhi. Jika tidak? Maka perkara besar akan terjadi.
Sebentar lagi Tomy akan diwisuda. Namun neberapa bulan lalu dia melewati sebuah showroom tempat penjualan mobil. Saat itu dia jatuh cinta pada sebuah mobil sport, keluaran terbaru dari Ford. Selama beberapa bulan terakhir dia terus membayangkan, nanti pada saat wisuda ayahnya pasti akan membelikan mobil itu kepadanya. Dia yakin, karena dia anak satu-satunya, dan ayahnya sangat sayang padanya. Dia pun berangan-angan mengendarai mobil itu, bersenang-senang dengan teman-temannya,
bahkan semua mimpinya itu dia ceritakan ke teman-temannya.
Saatnya pun tiba, siang itu, setelah wisuda, Tomy melangkah pasti menuju ayahnya yang berdiri menunggu dipojok ruangan wisuda. Sang ayah tersenyum, dan dengan berlinang air mata karena terharu sang ayah memeluk Tomy. Dia lalu mengungkapkan betapa dia bangga terhadap Tomy. Tak lama kemudian ayahynya mengeluarkan sebuah bingkisan. Tapi sayang,,,,! Bingkisan itu bukan seperti yang diidam-idamkan Tomy.
Dengan hati yang hancur, Tomy menerima bingkisan itu, dan dengan sangat kecewa dia membukanya. Dan,,,, dibalik kertas kado itu ia menemukan sebuah Kitab Suci yang bersampulkan kulit asli, dikulit buku suci itu terukir indah namanya dengan tinta emas. Tomy menjadi marah. Dengan suara yang meninggi dia berteriak, “Yaahh…  Ayah…! Untuk apa kitab suci ini?” Baraaaaaaak! Kita suci itu dibanting. Tomy lalu lari meninggalkan ayahnya.
Sontak ayahnya kaget minta ampun. Apalagi sang anak yang biasanya penurut, rajin ke gereja, ramah terhadap orang lain itu tiba-tiba marah besar hanya karena keinginan duniawi yang tidak terpenuhi. Toh begitu, ayahnya tidak bisa berbuat apa-apa. Dari matanya hanya keluar air mata. Hatinya hancur berkeping. Dia berdiri seperti patung ditonton beribu pasang mata yang hadir saat itu.

Tahun demi tahun berlalu, Tomy telah menjadi seorang yang sukses. Dengan bermodalkan otaknya yang cemerlang dia berhasil menjadi seorang yang terpandang. Dia mempunyai rumah yang besar dan mewah, dan dikelilingi istri yang cantik dan anak-anak yang cerdas.

Sementara itu ayahnya semakin tua dan tinggal sendiri. Sejak hari wisuda itu, Tomy pergi meninggalkan nya dan tak pernah menghubunginya lagi. Toh begitu, setiap hari, dia terus berharap suatu saat dapat bertemu Tomy, anaknya. Tomy pun kadang rindu dan ingin bertemu dengan sang ayah, tapi mengingat apa yang terjadi pada hari wisudanya, dia menjadi sakit hati dan sangat mendendam.

Sampai suatu hari datang sebuah telegram kantor polisi yang memberitakan bahwa ayahnya telah meninggal, dan sebelum ayahnya meninggal, dia mewariskan semua hartanya kepada Tomy. Tomy lalu disuruh menghadap Jaksa wilayah dan bersama-sama ke rumah ayahnya untuk mengurus semua harta peninggalannya. Saat melangkah masuk ke rumah itu, mendadak hatinya menjadi sangat sedih, mengingat semua kenangan semasa dia tinggal di situ. Dia merasa sangat menyesal telah bersikap jelak terhadap ayahnya. Dengan bayangan-bayangan masa lalu yang menari-nari di matanya, dia menelusuri semua barang dirumah itu. Dan ketika dia membuka brankas ayahnya, dia menemukan Kitab Suci itu, masih
terbungkus dengan kertas yang sama beberapa tahun yang lalu. Dengan airmata berlinang, dia lalu memungut Kitab Suci itu, dan mulai membuka halamannya. Di halaman pertama Kitab Suci itu, dia membaca tulisan tangan ayahnya, “Sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi orang lain. Dan Tuhan Maha Kaya dari segala apa yang ada di dunia ini”

Selesai dia membaca tulisan itu, sesuatu jatuh dari bagian belakang Kitab Suci. Tomy memungutnya. Yah,,,,! Sebuah kunci mobil ! Di gantungan kunci mobil itu tercetak nama dealer, sama dengan dealer mobil sport yang dulu dia idamkan! Dia membuka halaman terakhir Alkitab itu, dan menemukan di situ terselip STNK dan surat-surat lainnya, namanya tercetak di situ. dan sebuah kwitansi pembelian mobil, tanggalnya tepat sehari sebelum hari wisuda itu. Dia berlari menuju garasi, dan di sana dia menemukan sebuah mobil yang berlapiskan debu selama bertahun-tahun, meskipun mobil itu sudah sangat kotor karena tidak disentuh bertahun-tahun, dia masih mengenal jelas mobil itu, mobil sport
yang dia dambakan bertahun-tahun lalu.
Dengan buru-buru dia menghapus debu pada jendela mobil dan melongok ke dalam. bagian dalam mobil itu masih baru, plastik membungkus jok mobil dan setirnya, di atas dashboardnya ada sebuah foto, foto ayahnya, sedang tersenyum bangga. Mendadak dia
menjadi lemas, lalu terduduk di samping mobil itu, air matanya tidak terhentikan, mengalir terus mengiringi rasa menyesalnya yang tak mungkin diobati……..!

SEBERAPA MAHAL DAN BERHARGANYA KITA PERNAH KEHILANGAN SEBUAH BARANG, NAMUN TAK SEMENYESAL JIKA KITA KEHILANGAN ORANG-ORANG YANG KITA CINTAI (Sebelum Terlambat, Minta Maaf lah,,,,,,!) 

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.