sergapntt.com [KUPANG] – Rupanya doktrin Fidel Castro terhadap tentaranya saat perang revolusi Kuba mulai menjalar ke Kota Kupang. Saat itu, kepada tentaranya, Castro memberi perintah; jika ingin menang dalam perang ini, maka semua kekuatan harus kita pakai, mulai dari ilmu gaib, kriminil, dan tindakan elegan yang dapat merengkuh simpati rakyat. Hasilnya 100 persen berhasil. Keberhasilan Castro itulah yang mungkin saja menginspirasi kandidat-kandidat tertentu untuk menggembosi lawan politik yang sedang sama-sama berada di lintasan suksesi Walikota dan Wakil Walikota Kupang periode 2012-2017.
Faktanya, kubu PRIMA alias paket Rikardus Wawo – Melkisedek L. Madi (Prima) kini menjadi korban kebiadaban orang-orang tidak bertanggung jawab. Sejumlah baliho milik PRIMA yang dipajang di beberapa sudut Kota Kupang dicuri, dirusak, bahkan ada yang dibakar.
“Di Lasiana, baliho ukuran 4 x6 hilang. 2 buah baliho ukuran 2 x 3 di sekitar Kantor Pos dan Giro di Jalan Palapa juga dicuri. 2 buah di bundaran PU hilang. 2 di NBS (Nun Baun Sabu) lenyap. Bahkan 2 buah ukuran 2 x 3 yang dipasang di depan rumahnya pak Jonatan Kana (Sekretaris DPD Partai Demokrat NTT) dibakar,” papar Melkisedek L Madi saat ditemui Sergap NTT di kantornya, Senin (31/10/11).
Pria yang akrab disapa Eki itu tak tahu apa yang melatari tindakan tidak sportif tersebut. Apakah takut kalah? Apakah karena dengki dan dendam? “Saya tidak tahu apa alasannya. Tapi, bagi saya, tidak apa-apa. Biarlah Tuhan yang balas. Karena semua tindakan kita selalu ada konsekuensinya di mata Tuhan. Saya percaya itu. Kami hadir di pentas ini dilatari niat tulus untuk melayani rakyat. Bukan karena tidak punya kerja atau didorong oleh niat-niat yang tidak baik,” tegasnya.
Pengeluhan yang sama juga dilontarkan oleh sejumlah tim sukses PRIMA. Hasil investigasi tim PRIMA menyebutkan; baliho, stiker dan atribut Pemilukada Kota Kupang lain yang dirusaki, dicuri dan dibakar hanya milik paket PRIMA. Sedangkan milik paket lain tidak sama sekali. Karena itu timbul penafsiran yang miris, “Ini pasti karena persaingan”.
“Kami heran dan prihatin. Apakah ini bentuk demokrasi kita? Layakkah mereka dipecundangi? Apa salah mereka? Mari kita berpolitik yang elegan. Menang untuk rakyat, kalah untuk rakyat,” pinta salah seorang tim sukses PRIMA yang meminta namanya tidak ditulis, sedikit sinis. Entah siapa yang dituju. Namun yang pasti, PRIMA kini mulai, dan makin digandrungi pemilih Kota Kupang. Mulai dari kaum muda hingga orang tua. Apalagi kader muda Partai Demokrat ini telah mendapat sinyal positif dari Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum untuk mengendarai Partai Demokrat menyelinap menang dari hadangan lawan-lawan tanding.
Toh begitu, PRIMA mesti melalui satu tahap lagi, yakni survei Partai Demokrat. Disini PRIMA mesti bersaing dengan calon lain yang juga personil Partai Demokrat, yakni Jefri Riwu Kore (Anggota DPR RI) dan dr. Teda Litik. (by. chris parera)
Belum ada komentar.
Tinggalkan komentar